Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kepala Sekolah SD Cabuli 5 Remaja Putri di Pangandaran

by dimas
Desember 15, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Dunia pendidikan Jawa Barat kembali tercabik. Seorang kepala sekolah dasar negeri di Kabupaten Tasikmalaya, berinisial UR (55), kini menghadapi jerat hukum setelah warga menggerebeknya di sebuah kamar hotel di kawasan Pantai Pangandaran. Ia diduga mencabuli lima remaja putri di bawah umur. Ironisnya, sosok yang seharusnya melindungi anak justru berada di pusat kekerasan itu.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya membenarkan status UR sebagai pegawai negeri sipil aktif dan kepala sekolah SD negeri di Kecamatan Jatiwaras. Fakta ini membuat kasus tersebut melampaui kriminal biasa. Ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan dan sistem perlindungan anak.

Mengapa berita ini penting? Karena peristiwa ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap anak tidak selalu datang dari luar pagar sekolah. Kadang, ia tumbuh di balik jabatan dan seragam resmi.

Respons Cepat Negara, Tapi Belum Menyentuh Luka

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya langsung merespons. Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan BKPSDM untuk membahas sanksi dan status jabatan pelaku. Sambil menunggu proses hukum berkekuatan tetap, dinas menyiapkan pelaksana tugas kepala sekolah agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Ahmad Solihin, menegaskan sekolah tidak boleh berhenti. Ia memastikan aktivitas belajar di SDN Linggaputra tetap berlangsung normal.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Namun, di tengah kecepatan administratif itu, muncul ruang kosong yang mengganggu: perhatian terhadap kondisi korban. Prosedur bisa bergerak cepat, tetapi pemulihan trauma anak tidak mengenal jalur singkat.

Jeritan yang Membuka Pintu Kebenaran

Kasus ini terungkap secara dramatis. Salah satu korban berhasil melarikan diri dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar penginapan. Warga lalu menggerebek kamar hotel dan menemukan empat korban lain di dalamnya.

Emosi warga memuncak. Situasi nyaris tak terkendali sebelum aparat mengamankan pelaku. Polisi kemudian membawa UR ke Polres Pangandaran untuk menjalani pemeriksaan.

Fakta lain menambah pilu. Pelaku diduga menginap selama dua hari bersama kelima korban. Seluruh korban berasal dari Kota Tasikmalaya, dengan usia rata-rata 14 tahun usia di mana anak seharusnya sibuk belajar dan bermimpi, bukan berhadapan dengan trauma.

Mereka yang Paling Dirugikan

Yang paling dirugikan jelas para korban. Mereka kehilangan rasa aman, kepercayaan, dan kenyamanan psikologis. Trauma tidak berhenti saat pelaku ditahan. Ia bisa menetap lama, mengganggu tumbuh kembang, bahkan membayangi masa depan.

Kerugian juga menjalar ke keluarga korban. Orang tua harus menghadapi rasa bersalah, amarah, dan ketakutan. Lingkungan sekolah pun ikut terguncang. Murid lain bertanya-tanya. Guru lain ikut menanggung stigma. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan kembali terkikis.

Ketua Forum KPAI Daerah Jawa Barat, Ato Rinanto, menegaskan pihaknya akan melakukan pendampingan korban dan berkoordinasi dengan Polres Pangandaran. Pendampingan ini menjadi krusial, sebab keadilan hukum saja tidak cukup tanpa pemulihan psikologis yang berkelanjutan.

Catatan Tabooo

Kasus ini bukan anomali. Ia adalah peringatan keras. Kekerasan seksual terhadap anak sering bersembunyi di balik otoritas dan jabatan. Ketika pengawasan longgar dan budaya diam bertahan, anak-anak menjadi korban paling sunyi.

Sekolah boleh tetap buka. Kurikulum boleh tetap berjalan. Namun tanpa keberanian membongkar sistem, memperketat pengawasan, dan memprioritaskan pemulihan korban, pendidikan kehilangan maknanya.

Anak-anak tidak butuh janji normatif. Mereka butuh rasa aman. Dan negara tidak boleh lagi datang terlambat. @dimas

Tags: Kekerasan SeksualPendidikan IndonesiaPerlindungan AnakTasikmalaya

Kamu Melewatkan Ini

Batas Usia Menikah 19 Tahun, Kenapa Perkawinan Anak Masih Terjadi?

Batas Usia Menikah 19 Tahun, Kenapa Perkawinan Anak Masih Terjadi?

by Waras
Oktober 16, 2026

Sembilan belas tahun menjadi batas minimum seseorang menikah menurut hukum Indonesia. Namun, angka dalam undang-undang tidak otomatis mengubah cara keluarga...

Tinggal Kelas Bukan Obat Ajaib: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Mutu Pendidikan?

Tinggal Kelas Bukan Obat Ajaib: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Mutu Pendidikan?

by teguh
Oktober 13, 2026

Wacana tinggal kelas kembali membuka perdebatan tentang mutu pendidikan Indonesia. Sebelum meminta siswa mengulang pelajaran, pemerintah perlu memastikan sekolah mampu...

Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas pada 2027? DPR Minta Kajian

Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas pada 2027? DPR Minta Kajian

by teguh
Oktober 13, 2026

Wacana siswa tidak otomatis naik kelas mulai 2027 kembali memantik perdebatan tentang mutu pendidikan Indonesia. Wakil Ketua Komisi X DPR...

Next Post
Labirin HAM Indonesia: Banyak Janji, Minim Penyelesaian

Labirin HAM Indonesia: Banyak Janji, Minim Penyelesaian

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id