Tabooo.id: Lifestyle – Pernah nggak sih, baru aja awan mendung nongol, terus kamu langsung pengin rebahan, ngunyah mie instan, sambil nonton film sedih? Tenang, kamu nggak sendiri. Entah kenapa, hujan tuh kayak punya kekuatan magis: bikin semua orang jadi mellow, lapar, dan produktivitas langsung drop ke titik nol. Tapi, ternyata ini bukan cuma “mood hujan” yang klise, lho tubuhmu emang beneran bereaksi!
Hujan Datang, Serotonin Menghilang
Menurut penelitian di The Lancet (Lambert dkk., 2002), ketika hujan turun dan sinar matahari berkurang, kadar serotonin dalam tubuh juga menurun. Buat yang belum akrab, serotonin ini hormon yang ngatur suasana hati, nafsu makan, dan motivasi. Nah, begitu dia turun, otak langsung nyari “pelipur lara” biasanya berupa makanan tinggi karbohidrat kayak nasi hangat, roti, cokelat, atau mie goreng. Jadi kalau kamu tiba-tiba craving Indomie saat hujan, itu bukan salahmu. Itu sains.
Cuaca Gelap, Sinyal Tidur
Selain bikin lapar, hujan juga sukses bikin kamu ngantuk parah. Penelitian klasik dari Science (Lewy dkk., 1980) bilang, cahaya yang redup saat hujan bikin tubuh memproduksi melatonin hormon yang ngatur siklus tidur lebih cepat dari biasanya. Jadi, walau baru jam 3 sore, tubuhmu kayak dikode, “Waktunya tidur, bestie…”
Masalahnya, kita sering salah tangkap: bukannya power nap, malah lanjut scroll TikTok sampai baterai drop. Akhirnya, tubuh makin lelah, otak makin kabur, dan kerjaan cuma numpuk di folder “nanti aja.”
Tubuhmu Bekerja Lebih Keras di Cuaca Dingin
Hujan biasanya datang bareng suhu dingin. Nah, menurut riset dari University of Queensland School of Public Health (2023), udara dingin bikin tubuh butuh energi tambahan buat jaga kehangatan. Otomatis, sistem biologismu nyalain alarm “lapar” lebih cepat. Makanya, di hari hujan, kamu bisa ngerasa laper dua kali lipat meski baru aja sarapan jam 9 tadi.
Dan yes, itulah alasan kenapa makanan berkuah dan hangat terasa healing banget. Karena secara biologis, itu adalah “pelukan dari dalam tubuhmu sendiri.”
Kombinasi Trio Pengantuk: Serotonin, Melatonin, dan Energi
Tiga faktor serotonin yang menurun, melatonin yang meningkat, dan kebutuhan energi yang naik jadi biang keladi kenapa hujan bikin kita berubah jadi makhluk lemas nan melankolis. Jadi, bukan cuma kamu yang ngerasa begitu. Tubuh semua orang sedang beradaptasi dengan ritme alam.
Makanya, kalau kamu jadi mager, nggak fokus, atau pengin ngemil terus, jangan buru-buru nyalahin diri sendiri. Tubuhmu cuma lagi berusaha seimbang. Cuma, ya jangan juga dijadikan alasan buat skip kerjaan seharian, ya.
Jadi, Apa Dampaknya Buat Kamu?
Fenomena ini bisa jadi pengingat bahwa tubuh kita bener-bener responsif terhadap lingkungan. Kadang kita terlalu maksa produktif tanpa sadar tubuh lagi minta “recharge”. Nggak apa-apa kok kalau sesekali kamu nikmatin suasana hujan, bikin teh hangat, dan kasih waktu buat diri sendiri.
Tapi di sisi lain, biar nggak kejebak “mood hujan” terus, coba siasati dengan trik kecil: buka tirai biar cahaya alami masuk, nyalain lagu upbeat, atau olahraga ringan dalam ruangan. Intinya, bantu tubuhmu tetap waras dan hormonmu tetap seimbang.
Hujan memang romantis, tapi juga tricky. Dia bisa jadi alasan kamu lebih dekat dengan selimut atau lebih dekat dengan dirimu sendiri. @dimas





