Tabooo.id: Regional – Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Senin (26/1/2026). Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi sekaligus memperkuat proses pencarian dan penanganan korban.
Gus Ipul menekankan bahwa negara harus hadir sejak fase awal bencana. Karena itu, Kemensos langsung bergerak bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.
“Kami menyalurkan bantuan logistik agar kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Kami juga berkoordinasi dengan semua pihak supaya tanggap darurat berjalan cepat dan tepat sasaran,” tegasnya.
Kemensos Distribusikan Bantuan dari Gudang Jawa Barat
Kemensos menggandeng Basarnas, BNPB, BPBD, dan dinas sosial setempat dalam proses distribusi. Petugas mengirim seluruh logistik melalui Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.
Paket bantuan mencakup tenda serbaguna, tenda keluarga, kasur, selimut, paket makanan siap saji, makanan anak, serta sandang dewasa dan anak-anak. Petugas lapangan memastikan bantuan langsung diterima warga di lokasi pengungsian.
Langkah ini membantu warga memenuhi kebutuhan mendesak setelah kehilangan rumah dan harta benda.
Dinsos dan Tagana Buka Dapur Umum Lapangan
Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) membuka dapur umum lapangan di SDN 1 Pasirlangu, tepat di samping kantor desa.
Setiap hari, dapur umum memproduksi sekitar 4.500 paket makanan untuk tiga kali makan. Pemerintah daerah membiayai operasional dapur melalui APBD Kabupaten Bandung Barat.
Ratusan pengungsi kini bergantung pada layanan dapur umum tersebut.
Pemkab Tetapkan Tanggap Darurat, Korban Terus Bertambah
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan status Tanggap Darurat Bencana sejak 24 Januari hingga 6 Februari 2026 melalui Surat Keputusan Nomor 100.3.3.2/Kep.25-BPBD/2026.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI-Polri, Dinas Sosial, Tagana, dan relawan telah mengidentifikasi 10 korban meninggal dunia. Tim masih mengidentifikasi 7 korban lainnya.
Pendataan awal mencatat 34 kepala keluarga atau 113 jiwa terdampak langsung. Sebanyak 498 warga mengungsi di aula Kantor Desa Pasirlangu. Longsor juga merusak 30 rumah warga di Kampung Pasirkuning dan sekitarnya.
Petugas masih memverifikasi ahli waris korban meninggal. Medan berat dan keterbatasan komunikasi memperlambat proses tersebut.
Warga Hadapi Trauma dan Kehilangan
Warga pengungsi tidak hanya kehilangan tempat tinggal. Banyak di antara mereka juga kehilangan anggota keluarga.
Kondisi ini mendorong pemerintah dan relawan memberikan pendampingan psikososial di lokasi pengungsian, selain menyalurkan bantuan logistik.
Catatan di Tengah Tenda Pengungsian
Longsor Cisarua kembali menunjukkan rapuhnya wilayah rawan bencana. Bantuan terus mengalir, tetapi bagi warga Pasirlangu, rumah yang hilang dan keluarga yang tak kembali meninggalkan luka panjang.
Di balik tenda-tenda darurat, satu pertanyaan tetap menggema apakah kita akan terus bereaksi setelah bencana, atau mulai serius mencegahnya sejak sekarang? @dimas







