Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Keluarga Kapten ATR Menunggu Mukjizat di Tengah Pencarian

by dimas
Januari 20, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Di sebuah rumah sederhana di Tigaraksa, Tangerang, doa terus mengalir tanpa jeda sejak Sabtu siang. Keluarga Kapten Andy Dahananto, pilot pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT), menggantungkan harapan di tengah proses pencarian pesawat yang hilang kontak di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Agus Mahardianto, adik ipar Kapten Andy, mengatakan keluarga mengikuti setiap perkembangan pencarian dengan perasaan yang saling bertabrakan. Di satu sisi, temuan puing pesawat menggambarkan kondisi yang berat. Namun di sisi lain, keluarga memilih menjaga keyakinan.

“Kami terus berharap dan berdoa agar seluruh korban dapat ditemukan, apa pun kondisinya,” ujar Agus saat ditemui di rumah duka, Senin (19/1/2026).

Ia menegaskan, keluarga tidak mengubah sikap sejak kabar hilang kontak pertama kali mereka terima. Mereka percaya mukjizat dapat melampaui perhitungan manusia.

“Harapan kami satu, mukjizat dari Allah SWT,” tegasnya.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Pesan Terakhir Sebelum Terbang

Beberapa jam sebelum keberangkatan dari Yogyakarta, Kapten Andy masih berkomunikasi dengan keluarganya. Pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, ia melakukan panggilan video dengan istri dan anak-anaknya.

Percakapan itu berlangsung singkat, tanpa isyarat kegelisahan. Kapten Andy hanya menyampaikan satu kalimat yang selalu ia ucapkan sebelum terbang.

“Doakan happy landing,” jelas Agus, mengulang pesan terakhir sang kapten.

Namun hingga jadwal pendaratan sekitar pukul 13.17 WIB, keluarga tidak menerima kabar lanjutan. Situasi berubah ketika pihak Indonesia Air Transport menghubungi keluarga sekitar pukul 15.00 WIB dan menyampaikan bahwa pesawat kehilangan kontak.

“Dalam penerbangan, lost contact bukan kondisi normal. Dari situ kekhawatiran kami mulai terasa nyata,” tambahnya.

Jejak Panjang di Dunia Penerbangan

Kapten Andy meniti karier penerbangan sejak awal 1990-an. Ia tumbuh di lingkungan yang akrab dengan dunia aviasi. Ayahnya pernah bertugas sebagai penerbang di Angkatan Laut, sementara putra sulungnya kini juga berprofesi sebagai pilot.

Di mata keluarga, Kapten Andy menjalani peran sebagai kepala keluarga dengan disiplin dan kehangatan. Ia dikenal tegas, humoris, dan penuh perhatian. Meski jadwal terbang sering memisahkannya dari rumah, ia tetap menjaga komunikasi dengan keluarganya.

“Beliau selalu menyempatkan diri memberi kabar,” pungkasnya.

Pengalaman panjang itu membuat kabar hilang kontak terasa semakin sulit diterima, bukan hanya oleh keluarga, tetapi juga oleh komunitas penerbangan yang mengenalnya.

Menunggu di Dua Kota

Di tengah proses pencarian, keluarga Kapten Andy kini terpisah di dua kota. Istri dan putra sulungnya berangkat ke Makassar untuk menjalani proses tes DNA. Sementara itu, anggota keluarga lainnya bertahan di rumah duka di Tigaraksa.

Mereka mengikuti setiap kabar dari Sulawesi Selatan sambil menunggu kepastian. Tim SAR gabungan terus menyisir lokasi jatuhnya pesawat di medan pegunungan yang curam dan sulit dijangkau.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport membawa 10 orang saat kejadian, terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pesawat itu kehilangan kontak saat hendak mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sabtu (17/1/2026).

Hingga Senin, tim SAR berhasil mengevakuasi dua jenazah. Tim masih melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya.

Antara Teknologi dan Doa

Peristiwa ini kembali menempatkan keselamatan penerbangan di wilayah bermedan ekstrem dalam sorotan. Sistem navigasi, prosedur keselamatan, dan kesiapan evakuasi diuji di ruang yang menuntut presisi tinggi.

Namun di balik laporan teknis dan konferensi pers, keluarga korban menjalani penantian dengan cara paling manusiawi: berdoa dan berharap.

Negara mengandalkan radar, helikopter, dan peta medan. Keluarga bertahan dengan keyakinan.

Dan di antara kabut Pegunungan Bulusaraung serta serpihan pesawat yang terus dievakuasi, pertanyaan yang tersisa bukan hanya tentang apa yang terjadi di udara melainkan seberapa serius kita memastikan tragedi serupa tidak terus berulang di kemudian hari. @dimas

Tags: KecelakaanKeselamatanNasionalPencarianpenerbanganPesawatSARSulawesi Selatan

Kamu Melewatkan Ini

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: Kartu Kredit Indonesia resmi meluncur. Bersamaan dengan itu, BI memperluas MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026 untuk transaksi...

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Prabowo meminta RUU Perampasan Aset dipercepat. DPR masih menjaring masukan publik. Tantangannya bukan cuma pengesahan, tetapi memastikan aset hasil kejahatan...

Alphard KH Anwar Zahid Ditabrak Trailer: Ada yang Salah dengan Antrean Jalan?

Alphard KH Anwar Zahid Ditabrak Trailer: Ada yang Salah dengan Antrean Jalan?

by teguh
Agustus 11, 2026

Senin malam, 10 Agustus 2026, kendaraan berhenti di Jalan Raya Padangan–Ngawi, Bojonegoro. Sistem buka-tutup mengatur arus lalu lintas karena pekerjaan...

Next Post
Konsep Otomatis

Imigrasi Bongkar Jaringan Love Scamming WNA di Tangerang

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id