Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kejagung Pamer Rp6,6 Triliun, ICW Sebut Pencitraan

by dimas
Desember 26, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kejaksaan Agung (Kejagung) memamerkan tumpukan uang senilai Rp6,6 triliun hasil penyelamatan keuangan negara pada Rabu (24/12/2025). Uang itu memenuhi lobi Gedung Bundar Kejagung dan membentuk lorong dari pintu masuk hingga Gedung Tindak Pidana Khusus (Pidsus). Anggota TNI menurunkan uang dari mobil boks dan memindahkannya menggunakan troli.

Presiden Prabowo Subianto hadir langsung, didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Kehadiran mereka menegaskan bahwa acara ini menjadi tontonan publik sekaligus ajang pencitraan lembaga penegak hukum.

Kritik ICW: Substansi Hilang di Balik Pameran

Indonesia Corruption Watch (ICW) mengecam langkah ini. Kepala Divisi Hukum dan Investigasi ICW, Wana Alamsyah, menilai pameran uang triliunan itu hanya pencitraan.

“Upaya memamerkan uang hasil rampasan merupakan langkah yang tidak substansial dan hanya bersifat pencitraan belaka,” ujar Wana dalam keterangan tertulis, Kamis (25/12/2025).

Wana menekankan, laporan ICW Desember 2024 mencatat kerugian keuangan negara akibat korupsi mencapai Rp300 triliun. Penegak hukum baru mengembalikan sekitar 4,8 persen dari nilai tersebut. Menurut ICW, pemerintah seharusnya fokus mengembalikan aset dan kerugian nyata, bukan sekadar membuat panggung publik.

Ini Belum Selesai

Kirab Pusaka di Tengah Dualisme: Tradisi atau Legitimasi?

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Siapa Paling Terdampak?

Masyarakat luas tetap menanggung risiko korupsi. Warga di daerah terpencil yang bergantung pada layanan publik merasakan dampak langsung. Kerugian besar membuat banyak proyek pemerintah tertunda, layanan dasar terganggu, dan dana pembangunan tidak terserap maksimal. Sementara elite penegak hukum sibuk memamerkan uang, rakyat menyadari jumlah yang kembali ke negara masih jauh dari kerugian sesungguhnya.

Dari Hutan ke Triliunan Rupiah

Pameran uang ini terkait penguasaan kembali kawasan hutan tahap V, seluas 896.969 hektar. Dalam 10 bulan, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menguasai 4.081.560 hektar lahan perkebunan lebih dari 400 persen target dengan indikasi nilai lahan melebihi Rp150 triliun.

Satgas menyerahkan pengelolaan lahan kepada kementerian dan perusahaan 1,7 juta hektar kelapa sawit ke PT Agrinas Palma Nusantara, 688 ribu hektar kawasan hutan konservasi untuk pemulihan, dan 81.793 hektar Taman Nasional Tesso Nilo untuk penghijauan. Meski nominalnya fantastis, ICW menilai langkah ini baru sebagian kecil dari nilai kerugian negara yang sesungguhnya.

Refleksi: Panggung atau Penegakan Hukum?

Kejagung berhasil menarik perhatian publik dengan tumpukan uang triliunan, tetapi substansi masih tipis. Uang dipajang, kamera diarahkan, tapi aset dan kerugian nyata belum banyak kembali ke negara. Pertanyaan tetap menggantung apakah ini penegakan hukum tegas, atau sekadar sandiwara publik yang mewah? @dimas

Tags: KejagungKorupsi di IndonesiaKriminal & HukumPKHPrabowo SubiantoPurbaya Yudhi Sadewa

Kamu Melewatkan Ini

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

by teguh
Juni 12, 2026

"Rakyat tidak membutuhkan narasi kemenangan. Rakyat membutuhkan bukti bahwa negara bekerja." Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung itu mungkin terdengar sederhana....

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

by dimas
Juni 9, 2026

Chatib Basri bertemu Prabowo selama dua jam di Istana. Apakah ini sekadar konsultasi ekonomi atau sinyal perubahan di Dewan Ekonomi...

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

by teguh
Juni 8, 2026

Investasi menjadi kesejahteraan adalah ujian terbesar yang sedang dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah ramainya spekulasi reshuffle kabinet, tantangan...

Next Post
Banjir Sumatera Genap Sebulan: Korban Tewas Capai 1.135 Orang

Banjir Sumatera Genap Sebulan: Korban Tewas Capai 1.135 Orang

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id