Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kasus Nikel Konawe Utara Dihentikan, KPK Pastikan Bebas Intervensi

by dimas
Desember 30, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tidak ada pihak yang mengintervensi penghentian penyidikan kasus dugaan korupsi izin pertambangan nikel yang menyeret mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan penghentian perkara murni karena pertimbangan teknis. Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak dapat menghitung kerugian negara.

“KPK pastikan tidak ada intervensi pihak manapun. Penerbitan SP3 ini murni pertimbangan teknis dalam proses penyidikan, karena auditor tidak bisa menghitung kerugian negara,” ujar Budi, Selasa (30/12/2025).

Kendala Teknis Jadi Alasan

Budi menambahkan, auditor BPK menilai kasus tambang tersebut tidak masuk ranah kerugian keuangan negara berdasarkan UU 17/2003. Akibatnya, penghitungan kerugian negara atas praktik tambang yang diduga menyimpang tidak dapat dilakukan. Dugaan suap juga sudah melewati masa kedaluwarsa, sehingga alat bukti tidak cukup untuk menjerat mantan bupati.

“Perkara ini tidak memenuhi unsur kerugian negara untuk pasal 2 dan pasal 3, sementara pasal suap terkendala daluarsa,” tambahnya.

Dampak bagi Publik dan Sektor SDA

KPK menyadari masyarakat menaruh harapan besar pada pemberantasan korupsi di sektor Sumber Daya Alam (SDA). Praktik penyimpangan di sektor ini berpotensi menimbulkan kerugian negara dan kerusakan lingkungan besar.

Ini Belum Selesai

Kirab Pusaka di Tengah Dualisme: Tradisi atau Legitimasi?

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

“Kami masih menangani beberapa perkara lain di sektor SDA, seperti dugaan gratifikasi batu bara di Kutai Kartanegara dan suap izin pengelolaan hutan di Inhutani,” pungkasnya.

Selain menindak, KPK aktif melakukan pencegahan korupsi melalui koordinasi, monitoring, dan supervisi perizinan, yang menjadi pintu masuk pengelolaan SDA. KPK juga membuka diri terhadap saran masyarakat, karena pemberantasan korupsi merupakan upaya kolektif.

Kronologi Kasus Aswad Sulaiman

Dilansir dari Kompas.com, KPK menetapkan Aswad sebagai tersangka pada 3 Oktober 2017. Mantan pejabat bupati periode 2007-2009 itu diduga menerima suap Rp 13 miliar terkait penerbitan kuasa pertambangan eksplorasi, eksploitasi, dan operasi produksi nikel. Dugaan kerugian negara mencapai Rp 2,7 triliun.

Aswad diduga mencabut kuasa pertambangan PT Antam di Langgikima dan Molawe, lalu menerbitkan kuasa pertambangan eksplorasi untuk delapan perusahaan lain. Beberapa izin yang diterbitkan bahkan sampai tahap produksi dan ekspor ore nikel hingga 2014.

Refleksi

Penghentian kasus ini menyoroti dilema KPK penegakan hukum kerap bersinggungan dengan kendala teknis dan regulasi. Sementara itu, masyarakat terdampak, termasuk investor, perusahaan tambang, dan warga lokal, menghadapi ketidakpastian hukum dan risiko pengelolaan SDA yang tidak transparan. Drama panjang ini menjadi pengingat pahit di sektor strategis seperti tambang, hukum dan kepentingan ekonomi sering berjalan di jalur berliku. @dimas

Tags: BPKBudi PrasetyoEkonomi IndonesiaJuru Bicara KPKKasusKorupsi di IndonesiaKPKKriminal & HukumNikelPemberantasanTambangtransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

by teguh
Juni 13, 2026

Pemerintah selama bertahun-tahun mengandalkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, temuan terbaru Bank Dunia menunjukkan...

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

by teguh
Juni 12, 2026

"Rakyat tidak membutuhkan narasi kemenangan. Rakyat membutuhkan bukti bahwa negara bekerja." Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung itu mungkin terdengar sederhana....

Rupiah Sekarat, Rakyat Melarat

Rupiah Sekarat, Rakyat Melarat

by Tabooo
Juni 10, 2026

Rupiah melemah tidak hanya terasa di pasar uang. Ia masuk ke dapur, pom bensin, toko elektronik, bengkel, dan meja makan...

Next Post
Konsep Otomatis

Garuda Muda Juara! Timnas Futsal Indonesia U-16 Tekuk Thailand 4-3

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id