Rabu, Oktober 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jukir Dikurangi, Parkir Liar Hilang? Solo Diuji oleh Tata Kelolanya Sendiri

by teguh
Oktober 28, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on Facebook
Share on Twitter
Mengurangi juru parkir terlihat seperti langkah sederhana. Namun, persoalan parkir liar tidak selesai hanya dengan memangkas jumlah petugas. Pemerintah Kota Solo perlu membenahi pengawasan, memperjelas tanggung jawab pengelola, dan memastikan program alih profesi benar-benar membuka peluang kerja.

Tabooo.id – Pada Selasa, 27/10/2026, Wali Kota Solo Respati Ardi mengumpulkan pengelola parkir di Polresta Solo. Pertemuan itu membahas penataan petugas parkir, terutama mereka yang jumlahnya melampaui kebutuhan titik pengelolaan resmi karena masih banyak parkir liar di kota Solo.

Respati juga menyoroti jukir liar yang beroperasi di luar pengawasan pengelola resmi. Menurutnya, kondisi tersebut menyulitkan pengelola saat mengawasi petugas di lapangan.

“Semangat yang pertama adalah mengurangi petugas parkir yang over, tidak sesuai dengan jumlah titik pengelolaan parkir,” ujar Respati dalam pertemuan tersebut.

Pernyataan itu membuka satu pertanyaan penting: apakah pengurangan jumlah petugas cukup untuk membereskan persoalan parkir liar?

Mengurangi Orang, Membenahi Sistem

Pemerintah Kota Solo tidak hanya menawarkan pengurangan petugas. Respati juga menyiapkan jalur alih profesi melalui Rumah Siap Kerja (RSK) dan Dinas Ketenagakerjaan.

Ini Belum Selesai

Terorisme Lingkungan: Api Membakar Hutan, Siapa yang Menikmati Keuntungannya?

Kasus Pajak Mobil McLaren Rp137 Juta: Data Negara Bisa Dipercaya?

Program tersebut membuka peluang pelatihan untuk menjadi pengemudi, petugas kebersihan, hingga anggota perlindungan masyarakat atau Linmas.

“Kita ada solusi, yang pertama, kita ada pelatihan mendapatkan SIM A atau pelatihan menjadi driver. Kita juga akan serap untuk menjadi petugas kebersihan dan Linmas,” tuturnya.

Rencana itu memberi pilihan bagi jukir yang terdampak penataan. Namun, pemerintah perlu memastikan bahwa pelatihan tersebut berujung pada kesempatan kerja yang nyata.

Sertifikat pelatihan saja tidak cukup. Peserta membutuhkan akses pekerjaan, kepastian proses seleksi, serta informasi yang jelas mengenai jumlah posisi yang tersedia.

Tanpa ukuran keberhasilan yang terbuka, program alih profesi berisiko berhenti sebagai janji kebijakan.

Celah yang Membuat Parkir Liar Bertahan

Respati mengakui Parkir liar kerap muncul setelah petugas resmi mengakhiri jam kerja. Situasi ini menunjukkan bahwa persoalan parkir tidak hanya berkaitan dengan jumlah petugas.

Pengelola juga perlu mengawasi titik parkir di luar jam operasional. Pemerintah harus memperjelas siapa yang bertanggung jawab ketika jukir liar mengambil alih lokasi.

Jika pengawasan berhenti saat petugas resmi pulang, celah itu akan terus membuka ruang bagi praktik parkir liar.

Karena itu, pemerintah perlu menjelaskan mekanisme pengawasan, pembagian tanggung jawab, dan prosedur penanganan laporan warga. Publik juga membutuhkan informasi tarif yang jelas agar dapat membedakan pungutan resmi dan pungutan liar.

Warga Jangan Hanya Menjadi Pelapor

Respati meminta masyarakat melaporkan dugaan pelanggaran, termasuk jika menemukan petugas yang meminta setoran parkir. Ia juga mendorong warga menyebarkan informasi mengenai temuan tersebut.

“Jika ada temuan dari petugas-petugas kami yang meminta, laporkan lalu viralkan,” ujarnya.

Namun, pemerintah tidak boleh berhenti pada ajakan melapor. Pemkot Solo perlu menyediakan saluran pengaduan yang mudah diakses dan menjelaskan tindak lanjut setiap laporan.

Warga membutuhkan kepastian bahwa laporan mereka sampai kepada pihak yang berwenang. Pemerintah juga perlu melindungi pelapor dari risiko intimidasi dan menyampaikan hasil penanganan secara transparan.

Tanpa mekanisme yang jelas, masyarakat hanya menanggung beban pengawasan tanpa mengetahui hasilnya.

Ukuran Keberhasilan Bukan Sekadar Jumlah Jukir

Pemkot Solo ingin menciptakan lingkungan parkir yang lebih tertib dan nyaman bagi warga maupun wisatawan. Target itu penting bagi kota yang mengembangkan sektor budaya, pariwisata, dan olahraga.

Namun, pemerintah perlu mengukur hasil kebijakan melalui indikator yang konkret. Jumlah jukir yang berkurang hanya menjadi satu bagian dari evaluasi.

Pemkot juga perlu memantau jumlah titik parkir liar, laporan masyarakat, tindak lanjut pelanggaran, transparansi tarif, dan hasil penempatan kerja bagi peserta alih profesi.

Data tersebut akan membantu publik menilai apakah penataan benar-benar memperbaiki layanan atau sekadar mengurangi jumlah petugas di lapangan.

Solo Perlu Menata Lebih dari Sekadar Petugas

Mengurangi jukir bisa menjadi langkah awal. Akan tetapi, kebijakan ini membutuhkan pengawasan yang konsisten, tanggung jawab pengelola yang jelas, serta program alih profesi dengan hasil terukur.

Jika pemerintah hanya mengurangi jumlah petugas, sementara celah pengawasan tetap terbuka, jukir liar masih berpeluang mengambil alih ruang yang kosong.

Solo tidak cukup hanya menata siapa yang boleh berdiri di tepi jalan. Pemerintah juga perlu membenahi sistem yang mengatur titik parkir, tarif, pengawasan, dan perlindungan bagi pekerja yang terdampak.

Pertanyaan akhirnya bukan sekadar berapa banyak jukir yang berkurang, melainkan apakah warga benar-benar merasakan parkir yang lebih tertib, aman, dan transparan. @teguh

Tags: Dinas Ketenagakerjaan SoloKebijakan PublikParkir Liar SoloPemkot SoloPolresta Solorespati ardiRumah Siap KerjaTata Kelola Parkir

Kamu Melewatkan Ini

Pemkot Solo Kurangi Jukir, Rumah Siap Kerja Disiapkan untuk Alih Profesi

Pemkot Solo Kurangi Jukir, Rumah Siap Kerja Disiapkan untuk Alih Profesi

by teguh
Oktober 27, 2026

Pemerintah Kota Surakarta menata ulang perparkiran dengan mengurangi jumlah juru parkir (jukir) dan menindak petugas yang beroperasi di luar titik...

Wantimpres: Kebutuhan Negara atau Pemborosan Anggaran?

Wantimpres: Kebutuhan Negara atau Pemborosan Anggaran?

by dimas
Oktober 21, 2026

Wantimpres beranggotakan 26 orang memicu pertanyaan tentang manfaat, efisiensi anggaran, dan batas kewenangan Presiden. Di tengah sorotan APBN, publik menanti...

Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih: Ambisi Ekonomi Desa atau Ujian Tata Kelola?

Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih: Ambisi Ekonomi Desa atau Ujian Tata Kelola?

by teguh
Oktober 17, 2026

Ada satu pertanyaan yang perlu pemerintah jawab sebelum memperluas fungsi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih siapa yang menjamin keamanan gaji ASN...

Next Post
Montir Ditagih Pajak Mobil McLaren Rp137 Juta, Polisi Periksa Proses Balik Nama

Montir Ditagih Pajak Mobil McLaren Rp137 Juta, Polisi Periksa Proses Balik Nama

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id