• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Kamis, Maret 26, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Global

Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

Maret 21, 2026
in Global, News
A A
Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

Jenderal Ali Mohammad Naeini, juru bicara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). (Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengonfirmasi kematian juru bicaranya, Ali Mohammad Naini, dalam serangan yang mereka tuding melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Peristiwa ini menambah daftar panjang elite militer Iran yang gugur dalam konflik yang kini semakin terang-terangan.

IRGC menyebut serangan itu terjadi pada Jumat (20/3/2026) dini hari. Dalam pernyataan resminya, mereka menuding aksi tersebut sebagai “serangan teroris pengecut” yang dilakukan oleh pihak yang mereka sebut sebagai “Amerika-Zionis.” Narasi ini sekaligus mempertegas posisi Iran yang melihat konflik ini bukan sekadar militer, tetapi juga ideologis.

Serangan dan Pesan yang Belum Sempat Usai

Beberapa jam sebelum tewas, Naini masih aktif menyampaikan pesan publik. Ia membantah klaim bahwa Iran kehilangan kemampuan produksi rudal. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa industri militer Iran tetap berjalan, bahkan dalam kondisi perang.

“Industri rudal kami berada pada skor sempurna,” ujarnya, merujuk pada sistem penilaian pendidikan Iran. Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Ia mengirim sinyal bahwa Iran tidak berada dalam posisi melemah seperti yang diklaim lawan.

Namun, serangan yang merenggut nyawanya justru memperlihatkan kerentanan di level elite. Pesan kekuatan berubah menjadi simbol risiko: bahwa bahkan figur kunci tidak lagi aman.

Klaim Kemenangan dari Tel Aviv

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan narasi yang berlawanan. Dalam konferensi pers sehari sebelumnya, ia menegaskan bahwa Israel bersama Amerika Serikat telah “memenangkan” konflik melawan Iran.

Menurut Netanyahu, serangan yang dilakukan sekutu telah menghancurkan infrastruktur penting Iran, termasuk fasilitas yang mendukung pengayaan uranium dan produksi rudal balistik.

RelatedPosts

Lebaran 2026: Prabowo Undang Ribuan Warga ke Istana Kepresidenan

7.039 Pemudik Gratis Tiba di Tirtonadi, Mayoritas dari DKI Jakarta

“Iran tidak lagi memiliki kemampuan itu,” tegasnya.

Dua klaim ini berdiri saling berhadapan dan publik global kini berada di tengah pertarungan narasi yang sama sengitnya dengan konflik di lapangan.

Dampak Nyata: Dari Elite ke Warga Sipil

Kematian seorang jenderal mungkin terlihat sebagai urusan militer. Namun dampaknya jauh meluas. Eskalasi konflik berarti risiko yang lebih besar bagi warga sipil di kawasan mulai dari ancaman keamanan hingga tekanan ekonomi.

Di Iran, masyarakat menghadapi ketidakpastian yang kian dalam. Sanksi ekonomi, inflasi, dan potensi konflik berkepanjangan menjadi beban nyata. Sementara di Israel dan wilayah sekitarnya, ancaman balasan selalu membayangi.

Yang paling terdampak tetap sama: warga biasa yang tidak pernah memilih perang, tetapi harus hidup di dalamnya.

Perang yang Belum Menemukan Akhir

Pernyataan terakhir Naini sebelum tewas justru memperlihatkan arah konflik ke depan. Ia menyebut publik Iran siap menghadapi perang hingga “musuh benar-benar kelelahan.” Pernyataan itu mencerminkan sikap defensif sekaligus determinasi panjang.

Namun di sisi lain, klaim kemenangan dari Israel menunjukkan bahwa kedua pihak sama-sama merasa berada di atas angin.

Ketika dua pihak sama-sama mengklaim menang, biasanya yang kalah adalah waktu karena perang cenderung berlanjut lebih lama dari yang dibayangkan.

Dan di tengah semua itu, satu hal menjadi semakin jelas konflik ini belum mendekati akhir. Ia justru sedang mencari bab berikutnya. @dimas

Tags: Ali Mohammad NainiAmerika SerikatBeritaGeopolitikGlobalInternasionalIranIRGCIsraelKonflikKrisisTimur Tengah

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Satu iPhone, Satu Bisnis: Apple Siap Ubah Cara Orang Indonesia Cari Uang

    Satu iPhone, Satu Bisnis: Apple Siap Ubah Cara Orang Indonesia Cari Uang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bersua Sang Raja: No Jeans, No Kaos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bersua Sang Raja: Silaturahmi atau Ujian Etika?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bersua Sang Raja: Momen Langka Warga Bisa Bertatap Langsung dengan Raja Surakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OnePlus 15T Rilis: Baterai 7.500 mAh, HP Tahan 40 Jam Nonstop

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.