Rabu, Juli 1, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bersua Sang Raja: Silaturahmi atau Ujian Etika?

by Tabooo
Mei 28, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on FacebookShare on Twitter
Oleh: Wartonagoro (Komisaris PT Tabooo Network Indonesia)

Tabooo.id: Talk – Acara Bersua Sang Raja di Kraton Surakarta bukan sekadar agenda Idulfitri. Ini adalah pertemuan dua dunia, dunia tradisi yang sudah berusia ratusan tahun, dan dunia modern yang terbiasa dengan kebebasan.

Di satu sisi, kita melihat keterbukaan. Kraton tidak lagi se-eksklusif dulu. Siapa pun bisa datang, bersilaturahmi, bahkan melihat langsung bagaimana nilai-nilai Jawa dijalankan.

Tapi di sisi lain, ada sesuatu yang sering disalahpahami, bahwa keterbukaan bukan berarti tanpa batas.

Masalahnya, Kita Terbiasa Tanpa Batas

Hari ini, banyak orang datang ke ruang publik dengan mindset yang sama: bebas, santai, tidak terlalu terikat aturan. Cafe? Bebas. Mall? Bebas. Event? Bebas. Lalu mindset itu dibawa ke kraton.

Padahal kraton bukan sekadar tempat. Ia adalah ruang nilai yang adiluhung. Di sana, cara berpakaian bukan soal gaya. Cara berjalan bukan soal santai. Cara berbicara bukan sekadar komunikasi. Semuanya punya makna dan tata krama.

Ini Belum Selesai

Apakah Sistem Listrik Indonesia Sedang Menuju Krisis?

Indonesia Kaya Budaya, Tapi Kita Terlalu Haus Validasi Asing?

Tradisi Itu Bukan Membatasi, Tapi Menyaring

Lalu muncul kritik, kalau terbuka untuk umum, kenapa masih banyak aturan?”

Pertanyaan ini menarik. Tapi mungkin yang perlu kita ubah bukan aturan, melainkan cara kita melihatnya.

Aturan di kraton bukan untuk menolak orang. Aturan ada untuk memastikan bahwa siapa pun yang masuk, masuk dengan kesadaran. Karena tidak semua orang yang datang, benar-benar siap memahami.

Silaturahmi atau Sekadar Datang?

Silaturahmi dalam budaya Jawa bukan sekadar hadir dan bersalaman. Silaturahmi adalah pertemuan batin. Ada rasa hormat, ada kesadaran posisi, ada keheningan yang berbicara lebih banyak daripada kata-kata.

Ketika seseorang datang ke kraton hanya untuk “lihat-lihat”, ia mungkin hadir secara fisik, tapi belum tentu hadir secara makna.

Haruskah Tradisi Berubah?

Tentu, ada argumen sebaliknya. Sebagian orang percaya bahwa tradisi harus lebih cair. Ada yang Berjaya, tradisi semestinya menyesuaikan zaman dan harus lebih inklusif.

Itu bukan argumen yang salah. Tapi pertanyaannya, kalau semua disederhanakan, apa yang tersisa dari tradisi itu sendiri?

Apakah kita ingin tradisi hidup, atau hanya ingin tradisi terlihat modern?

Relevan Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sebagai Sentono Dalem Kraton Surakarta dan sekaligus seorang insan media, saya melihat kraton hari ini sedang berada di titik yang tidak mudah. Di satu sisi, kraton harus membuka diri agar tetap relevan. Di sisi lain, ia tidak boleh kehilangan jati diri. Dan publik juga sesungguhnya punya tanggung jawab yang sama, belajar masuk, bukan sekadar datang.

“Bersua Sang Raja” seharusnya bukan hanya soal bisa bertemu raja. Tapi tentang bagaimana kita belajar bertemu dengan nilai, yang mungkin sudah lama kita tinggalkan. Lalu pertanyaannya, ketika kamu datang ke kraton, kamu ingin melihat tradisi… atau siap menjadi bagian dari cara tradisi itu hidup? @tabooo

Tags: BudayaKraton SurakartaOpiniTalk

Kamu Melewatkan Ini

TABOOO Cinema Lab: Mengubah Realitas Menjadi Film Dokumenter

TABOOO Cinema Lab: Mengubah Realitas Menjadi Film Dokumenter

by dimas
Juli 1, 2026

TABOOO Cinema Lab menghadirkan pelatihan film dokumenter bersama filmmaker Wahyu Utami untuk mengubah cerita budaya menjadi karya yang bermakna. Tabooo.id...

Dari Lereng Lawu, Kraton Surakarta Gelar Wilujengan Kiblat Sekawan

Dari Lereng Lawu, Kraton Surakarta Gelar Wilujengan Kiblat Sekawan

by dimas
Juni 30, 2026

Kraton Surakarta menggelar Wilujengan Kiblat Sekawan di lereng Gunung Lawu sebagai tradisi Bulan Sura untuk menjaga harmoni alam, budaya, dan...

TABOOO Cultural Production Hadir di Bersih Desa Winongo

TABOOO Cultural Production Hadir di Bersih Desa Winongo

by dimas
Juni 30, 2026

TABOOO Cultural Production hadir di Bersih Desa Winongo untuk mengubah tradisi menjadi dokumentasi, pengetahuan, karya kreatif, dan intellectual property budaya....

Next Post
Australia Krisis BBM, Indonesia Santai: Kebetulan atau Strategi?

Australia Krisis BBM, Indonesia Santai: Kebetulan atau Strategi?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id