Sabtu, Mei 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bersua Sang Raja: Silaturahmi atau Ujian Etika?

by Tabooo
Maret 26, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on FacebookShare on Twitter
Oleh: KPA Hari Andri Winarso Wartonagoro (Sentono Dalem Kraton Surakarta & Komisaris PT Tabooo Network Indonesia)

Tabooo.id: Talk – Acara Bersua Sang Raja di Kraton Surakarta bukan sekadar agenda Idulfitri. Ini adalah pertemuan dua dunia, dunia tradisi yang sudah berusia ratusan tahun, dan dunia modern yang terbiasa dengan kebebasan.

Di satu sisi, kita melihat keterbukaan. Kraton tidak lagi se-eksklusif dulu. Siapa pun bisa datang, bersilaturahmi, bahkan melihat langsung bagaimana nilai-nilai Jawa dijalankan.

Tapi di sisi lain, ada sesuatu yang sering disalahpahami, bahwa keterbukaan bukan berarti tanpa batas.

Masalahnya, Kita Terbiasa Tanpa Batas

Hari ini, banyak orang datang ke ruang publik dengan mindset yang sama: bebas, santai, tidak terlalu terikat aturan. Cafe? Bebas. Mall? Bebas. Event? Bebas. Lalu mindset itu dibawa ke kraton.

Padahal kraton bukan sekadar tempat. Ia adalah ruang nilai yang adiluhung. Di sana, cara berpakaian bukan soal gaya. Cara berjalan bukan soal santai. Cara berbicara bukan sekadar komunikasi. Semuanya punya makna dan tata krama.

Ini Belum Selesai

Saat Inovator Mulai Menjauh dari Negara

Kampus atau Katering? Ketika Ruang Ilmu Mulai Sibuk Urus Dapur

Tradisi Itu Bukan Membatasi, Tapi Menyaring

Lalu muncul kritik, kalau terbuka untuk umum, kenapa masih banyak aturan?”

Pertanyaan ini menarik. Tapi mungkin yang perlu kita ubah bukan aturan, melainkan cara kita melihatnya.

Aturan di kraton bukan untuk menolak orang. Aturan ada untuk memastikan bahwa siapa pun yang masuk, masuk dengan kesadaran. Karena tidak semua orang yang datang, benar-benar siap memahami.

Silaturahmi atau Sekadar Datang?

Silaturahmi dalam budaya Jawa bukan sekadar hadir dan bersalaman. Silaturahmi adalah pertemuan batin. Ada rasa hormat, ada kesadaran posisi, ada keheningan yang berbicara lebih banyak daripada kata-kata.

Ketika seseorang datang ke kraton hanya untuk “lihat-lihat”, ia mungkin hadir secara fisik, tapi belum tentu hadir secara makna.

Haruskah Tradisi Berubah?

Tentu, ada argumen sebaliknya. Sebagian orang percaya bahwa tradisi harus lebih cair. Ada yang Berjaya, tradisi semestinya menyesuaikan zaman dan harus lebih inklusif.

Itu bukan argumen yang salah. Tapi pertanyaannya, kalau semua disederhanakan, apa yang tersisa dari tradisi itu sendiri?

Apakah kita ingin tradisi hidup, atau hanya ingin tradisi terlihat modern?

Relevan Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sebagai Sentono Dalem Kraton Surakarta dan sekaligus seorang insan media, saya melihat kraton hari ini sedang berada di titik yang tidak mudah. Di satu sisi, kraton harus membuka diri agar tetap relevan. Di sisi lain, ia tidak boleh kehilangan jati diri. Dan publik juga sesungguhnya punya tanggung jawab yang sama, belajar masuk, bukan sekadar datang.

“Bersua Sang Raja” seharusnya bukan hanya soal bisa bertemu raja. Tapi tentang bagaimana kita belajar bertemu dengan nilai, yang mungkin sudah lama kita tinggalkan. Lalu pertanyaannya, ketika kamu datang ke kraton, kamu ingin melihat tradisi… atau siap menjadi bagian dari cara tradisi itu hidup? @tabooo

Tags: BudayaKraton SurakartaOpiniTalk

Kamu Melewatkan Ini

Kritikus dan Fans Mortal Kombat II Bisa Sebegitu Beda? Film Harus Pintar atau Seru?

Kritikus dan Fans Mortal Kombat II Bisa Sebegitu Beda? Film Harus Pintar atau Seru?

by teguh
Mei 11, 2026

Kalau sebuah film dapat nilai “lumayan” dari kritikus tapi dipuja fans sampai susah move on, siapa yang sebenarnya benar? Pertanyaan...

Apa Film Harus Selalu Punya Ending Besar untuk Dianggap Bagus?

Apa Film Harus Selalu Punya Ending Besar untuk Dianggap Bagus?

by eko
Mei 8, 2026

Film modern makin sering berlomba menciptakan kejutan. Harus ada twist besar, konflik brutal, atau ending yang bikin timeline penuh teori....

Fashion 2026: Ini Bukan Lagi Soal Gaya, Tapi Cara Kamu Bertahan

Fashion 2026: Ini Bukan Lagi Soal Gaya, Tapi Cara Kamu Bertahan

by Naysa
Mei 8, 2026

Dulu, fashion cuma soal terlihat keren. Sekarang, itu sudah tidak cukup. Tahun 2026 mengubah semuanya, baju bukan lagi sekadar gaya,...

Next Post
Australia Krisis BBM, Indonesia Santai: Kebetulan atau Strategi?

Australia Krisis BBM, Indonesia Santai: Kebetulan atau Strategi?

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Mei 15, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id