Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jenazah PB XIII Tiba di Imogiri: Tangis, Doa, dan Sejarah yang Ikut Dimakamkan

by sigit
November 5, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Langit Imogiri terasa berat siang itu. Tepat pukul 12.37 WIB, Rabu (5/11), mobil jenazah putih yang membawa Sri Susuhunan Pakubuwono XIII akhirnya berhenti di kompleks Pemakaman Raja-Raja Pajimatan, Bantul, DIY. Ribuan warga langsung menyambut bukan dengan sorak, tapi dengan diam yang bergetar: Solo kehilangan rajanya, Jawa kehilangan satu penanda sejarahnya.


Jenazah PB XIII dibawa dari Surakarta dengan pengawalan ketat kepolisian. Setibanya di gerbang Pajimatan, prosesi serah terima dilakukan dari perwakilan Keraton Surakarta kepada Bupati Pajimatan, KPH Djoyo Adilogo. Suasana hening, hanya lantunan doa yang terdengar mengiringi momen sakral itu.

“Datang prosesi penyerahan di sini, setelah selesai kita angkat ke Masjid Pajimatan untuk disalatkan. Setelah itu naik ke kompleks Pakubuwono X untuk dimakamkan,” jelas KPH Djoyo Adilogo.
Ia menegaskan tidak ada prosesi khusus lain. “Gak ada yang istimewa, setelah disalatkan langsung dimakamkan. Yang jelas serah terima dari Surakarta di sini, cuma itu,” ujarnya singkat.

Jenazah PB XIII Tiba di Imogiri: Tangis, Doa, dan Sejarah yang Ikut Dimakamkan

Setelah disalatkan Jenazah PBXIII langsung di bawa naik menuju masuk komplek Pakubuwono X

Setelah disalatkan di Masjid Kagungan Dalem Pajimatan, peti jenazah PB XIII ditandu perlahan menanjak menuju kompleks makam raja-raja Mataram. Di sepanjang jalan, pelayat berdesakan untuk ikut “brobosan” tradisi melewati bawah tandu jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Wajah-wajah tua dan muda menunduk. Di antara isak tertahan, terselip rasa bangga telah menjadi bagian dari sejarah yang menutup bab satu kerajaan tua di jantung budaya Jawa. PB XIII wafat pada Minggu (2/11/2025) pukul 07.29 WIB di RS Indriati Solo Baru karena komplikasi penyakit.


Karena ini bukan sekadar kabar duka dari Surakarta. Kepergian PB XIII menandai pergantian era: pergulatan antara tradisi dan modernitas di tanah yang masih berpegang pada tata krama dan warisan leluhur. Di tengah derasnya dunia digital, momen ini jadi pengingat bahwa akar budaya tak bisa diganti dengan algoritma.


Kereta terakhir telah berhenti di Imogiri, tapi gema langkah PB XIII akan terus hidup di hati mereka yang percaya bahwa sejarah bukan hanya tentang masa lalu, tapi juga tentang siapa kita hari ini.
Mungkin, di zaman yang serba cepat ini, duka adalah satu-satunya hal yang membuat kita berhenti dan benar-benar mengingat. (red)

Tags: imogiripemakaman

Kamu Melewatkan Ini

Dari Jasad ke Tanah: Ketika Kematian Tak Lagi Akhir, Tapi Proses

Dari Jasad ke Tanah: Ketika Kematian Tak Lagi Akhir, Tapi Proses

by Naysa
April 25, 2026

Empat puluh lima hari. Itu saja yang dibutuhkan untuk mengubah tubuh manusia menjadi tanah hidup. Bukan dikubur, bukan dibakar tapi...

Hoaks Pemakaman Netanyahu Viral, Foto Ternyata Rekayasa AI

Hoaks Pemakaman Netanyahu Viral, Foto Ternyata Rekayasa AI

by dimas
Maret 16, 2026

Tabooo.id: Check - Di media sosial, sebuah kabar mengejutkan mendadak viral. Banyak akun menyebut Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, meninggal...

Keluarga dan Kerabat Antar Pemakaman Vidi Aldiano di Tanah Kusir

Keluarga dan Kerabat Antar Pemakaman Vidi Aldiano di Tanah Kusir

by dimas
Maret 8, 2026

Tabooo.id: Nasional - Hujan turun sejak pagi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2026)....

Next Post
Lintas Generasi di Atas Singgasana: Saat Darah Muda Menjaga Warisan Tua

Darah Muda Menjaga Warisan Tua di Singgasana

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id