Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jejak Uang di Balik Gagalnya Pelarian Ko Erwin

by dimas
Februari 27, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep – Angin laut Pematang Silo siang itu tidak hanya membawa bau asin, tetapi juga kepanikan. Sebuah kapal kayu melaju pelan menuju batas perairan. Di atas geladaknya, pria 57 tahun itu menatap garis samar yang memisahkan Indonesia dan Malaysia. Ia paham risikonya: keberhasilan menyeberang akan mengubah arah cerita, sedangkan kegagalan membuka jejak uang yang selama ini tersembunyi.

Pria tersebut bernama Erwin bin Iskandar, yang publik kenal sebagai Ko Erwin.

Pada Kamis, 26 Februari 2026 pukul 13.30 WIB, tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memotong laju kapal sebelum memasuki wilayah hukum Malaysia. Polisi bergerak cepat dan menutup peluang pelarian. Ombak tak sempat membawa kapal itu lebih jauh.

Penangkapan tersebut bukan akhir. Peristiwa itu justru menjadi pintu masuk untuk membongkar dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam jaringan narkotika yang lebih luas.

Di Indonesia, aparat sering menyita barang bukti narkoba. Namun, penegak hukum kerap berhenti sebelum menelusuri aliran dananya sampai ke sumber utama.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak Miskin: Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan?

Hustle Culture Gen Z: Agar Sukses atau Terlihat Sukses?

Dari Laut ke Ruang Forensik

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, segera memerintahkan pengembangan perkara. Ia meminta tim tidak terpaku pada penangkapan fisik. Penyidik lalu memetakan arus transaksi, menganalisis data keuangan, dan menelusuri dugaan pencucian uang.

Sehari berselang, Eko menginstruksikan pemeriksaan digital forensik terhadap ponsel yang disita. Penyidik juga menggelar perkara untuk menyusun konstruksi hukum yang menyeluruh serta memperluas pencarian jaringan.

Tim menyita uang tunai Rp 4,8 juta, 20.000 ringgit Malaysia, satu jam tangan mewah merek TAG Heuer, dan satu telepon genggam Samsung dari tangan Ko Erwin. Nominal tersebut memang tidak mencerminkan isu setoran miliaran rupiah yang beredar. Meski begitu, data dalam ponsel berpotensi mengungkap hubungan dan aliran dana yang lebih besar.

Awal perkara ini berasal dari pengembangan kasus AKP Malaungi di wilayah Polda NTB. Dalam pemeriksaan lanjutan, penyidik menemukan indikasi keterlibatan sejumlah pihak dalam sindikat narkotika. Dari rangkaian temuan itu, nama Ko Erwin muncul sebagai sosok yang diduga memegang peran strategis.

Kepingan informasi kemudian mengarah pada dugaan aliran dana besar untuk membeli perlindungan agar peredaran narkotika di Bima Kota berjalan tanpa gangguan.

Retaknya Integritas

Pengusutan kasus ini mengguncang internal kepolisian. Pemeriksaan meluas hingga jajaran pimpinan Polres Bima Kota dan berujung pada penonaktifan serta pemberhentian AKBP Didik Putra Kuncoro dari jabatan Kapolres.

Apabila penyidik membuktikan aliran dana tersebut, persoalan ini tidak lagi sebatas upaya pelarian seorang bandar. Kasus ini akan menunjukkan celah serius dalam sistem penegakan hukum.

Bisnis narkotika tidak hanya menjual zat terlarang. Praktik ini membangun pengaruh, membeli keheningan, dan menciptakan jaringan perlindungan. Selama keuntungan besar tersedia, sindikat terus mencari titik lemah sistem.

Pertanyaan mendasarnya jelas: siapa yang mengawasi para penjaga hukum?

Uang yang mengalir untuk perlindungan tidak hanya menguntungkan bandar. Oknum penerima ikut menikmati hasilnya. Pada saat yang sama, masyarakat menanggung kerugian sosial mulai dari generasi muda yang terjerat hingga turunnya kepercayaan publik terhadap institusi.

Membongkar Akar Masalah

Di lapangan, jaringan narkotika tidak hanya melibatkan aktor besar. Kurir, sopir, hingga nelayan kerap terseret karena tekanan ekonomi. Kebutuhan hidup mendorong mereka mengambil risiko tinggi.

Sementara itu, pengendali utama sering mengatur operasi dari jarak aman. Mereka memanfaatkan teknologi dan menyamarkan transaksi melalui skema pencucian uang yang rapi.

Karena itulah, penelusuran TPPU menjadi langkah krusial. Tanpa membongkar arus dana, aparat hanya memutus satu mata rantai dan membiarkan akar persoalan tetap tumbuh.

Ujian Konsistensi

Kini Ko Erwin menjalani pemeriksaan intensif di Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Penyidik memeriksa transaksi, menelusuri komunikasi, dan menyusun berkas perkara. Publik menunggu kelanjutan proses ini dengan harapan yang jelas.

Apakah aparat akan menuntaskan penelusuran hingga ke penerima dana terakhir? Ataukah kasus ini berhenti pada satu nama?

Laut Pematang Silo sudah kembali tenang, tetapi gelombang pertanyaan belum mereda. Integritas penegakan hukum berada dalam sorotan.

Negara dapat menunjukkan ketegasannya bukan hanya dengan menangkap pelaku, melainkan dengan membongkar sistem yang memungkinkan kejahatan itu tumbuh. Jika hukum ditegakkan tanpa kompromi, kepercayaan publik akan pulih. Sebaliknya, pembiaran hanya memperkuat keyakinan bahwa uang masih lebih berpengaruh daripada undang-undang. @dimas

Tags: AparatBareskrimDanaIntegritasInvestigasiKasusKriminalKriminal & HukumnarkobaNarkotikaPenegakanPolri

Kamu Melewatkan Ini

Kejahatan Siber Naik Level: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pasar, Tapi Markas

Kejahatan Siber Naik Level: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pasar, Tapi Markas

by dimas
Mei 10, 2026

Kejahatan siber di Indonesia kian terorganisir dan lintas negara. Namun di balik penggerebekan besar jaringan judi online di Jakarta dan...

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

by teguh
Mei 9, 2026

Video berdurasi 22 detik memicu gelombang opini di media sosial. Dua petugas berseragam Bea Cukai mendatangi Warung Madura pada malam...

Viral Penggeledahan Warung Madura, Bea Cukai Tegal Tegaskan Tak Ada Pungli

Viral Penggeledahan Warung Madura, Bea Cukai Tegal Tegaskan Tak Ada Pungli

by teguh
Mei 9, 2026

Video penggeledahan Warung Madura viral di media sosial dan langsung memicu sorotan publik. Dalam video berdurasi 22 detik itu, pemilik...

Next Post
22 Tahun, Wisudawan Terbaik: Rahasia Zufa Menjadi Satu-satunya IPK 4,00

22 Tahun, Wisudawan Terbaik: Rahasia Zufa Menjadi Satu-satunya IPK 4,00

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id