Tabooo.id: Sports – Sorotan lampu Dubai belum benar-benar padam, tapi nama Janice Tjen sudah melesat jauh. Ia memang tumbang di babak ketiga WTA 1000 Dubai Championships. Skornya tegas 1-6, 3-6 dari unggulan kedua Amanda Anisimova. Namun dari kekalahan itulah lonjakan besar terjadi.
Ranking WTA terbaru yang rilis Senin (23/02/2026) mengangkat Janice dari posisi 46 ke 36 dunia. Naik 10 tingkat. Melejit. Dan yang lebih membanggakan, petenis 23 tahun itu kini duduk di peringkat keenam Asia.
Tembus Batas, Pecah Pola
Dubai jadi panggung pembuktian. Selama ini Janice sering terhenti di babak kedua turnamen level WTA 500 ke atas. Kali ini ia menembus babak ketiga ajang 1000. Levelnya berbeda. Tekanannya lebih tinggi. Lawannya pun kelas dunia.
Sebagai wild card, Janice datang tanpa beban. Ia melawan nama besar, memukul bola dengan berani, dan memaksa publik melihatnya bukan sekadar pelengkap undangan.
Hasilnya kini nyata 1.341 poin WTA dan peringkat 36 dunia.
Di daftar Asia, puncak masih dikuasai Elena Rybakina dengan 7.253 poin. Di bawahnya ada Naomi Osaka (peringkat 16 dunia), lalu Zheng Qinwen dan Wang Xinyu. Posisi kelima ditempati Alexandra Eala, yang juga bersinar di Dubai.
Lalu muncullah nama Janice. Indonesia kini punya representasi nyata di papan atas Asia.
“Saya Mau Lebih Konsisten”
Dalam wawancara usai turnamen, Janice tak larut dalam euforia. “Saya belajar banyak di Dubai. Lawan top 10 memaksa saya naik level. Sekarang saya ingin lebih konsisten,” ujarnya.
Pelatihnya menegaskan satu hal progres Janice bukan kebetulan. Ia bekerja keras di pramusim, memperkuat fisik dan servis. Dubai menjadi validasi, bukan kejutan.
Lebih dari Sekadar Ranking
Kenaikan ini bukan hanya soal angka. Ini soal pesan. Janice menunjukkan bahwa petenis Indonesia bisa bersaing di level elite. Ia memecah batas mental. Ia membuka pintu bagi generasi berikutnya.
Ketika publik tenis Asia membicarakan enam besar, kini mereka menyebut Indonesia. Dan itu bukan mimpi.
Dubai memang berakhir dengan kekalahan. Namun di balik skor 1-6, 3-6, ada cerita yang lebih besar keberanian, lonjakan, dan momentum. Janice Tjen belum selesai. Justru, ia baru saja mulai.




