Tabooo.id: Global – Israel meningkatkan tekanan diplomatik ke Amerika Serikat. Dalam rangkaian pertemuan keamanan tingkat tinggi, pejabat pertahanan Israel menilai program rudal balistik Iran telah berubah menjadi ancaman langsung bagi keberlangsungan negara mereka. Israel tidak hanya menyampaikan peringatan, tetapi juga menyatakan kesiapan untuk bertindak sendiri jika Teheran melampaui batas yang telah mereka tetapkan.
Melalui jalur koordinasi strategis, Tel Aviv menyampaikan pesan itu secara terbuka kepada Washington. Israel menilai ancaman rudal Iran kini bersifat nyata dan operasional. Menurut pejabatnya, fase pengembangan telah bergeser menuju kemampuan serangan yang dapat mengubah keseimbangan kawasan.
Israel Susun Opsi Serangan Mandiri
Dalam beberapa pekan terakhir, Israel secara aktif menyampaikan niatnya untuk melumpuhkan kemampuan rudal Iran. Fokus Israel tidak berhenti pada sistem senjata aktif. Pemerintah juga mengincar infrastruktur produksi yang menopang pengembangan rudal balistik.
Sumber keamanan menyebut pejabat militer Israel telah memaparkan konsep operasional kepada Amerika Serikat. Rencana tersebut mencakup skenario serangan ke fasilitas manufaktur utama serta lokasi pendukung yang dianggap vital.
“Kami mengatakan kepada Amerika bahwa kami akan menyerang sendiri jika Iran melewati garis merah terkait rudal balistik,” ujar seorang sumber keamanan kepada The Jerusalem Post, pada Minggu (8/2/2026).
Hingga kini, Israel belum menyimpulkan Iran telah melewati ambang batas itu. Namun, intelijen Israel terus memantau setiap perkembangan di Iran, terutama aktivitas produksi dan pengujian rudal.
Pejabat Israel Sebut Momentum Penentu
Di internal militer dan pemerintahan, para pejabat Israel memandang situasi saat ini sebagai titik krusial. Seorang pejabat pertahanan menyebut momen ini sebagai “peluang bersejarah” untuk menghantam infrastruktur rudal Iran secara signifikan.
Menurutnya, langkah tegas saat ini dapat mengurangi ancaman aktif, tidak hanya bagi Israel, tetapi juga bagi negara-negara di sekitarnya. Karena itu, Israel dalam pertemuan terbaru kembali memaparkan daftar fasilitas tambahan yang terkait langsung dengan program rudal Iran.
Israel juga menegaskan sikap utama mereka. Negara itu tidak akan memberi ruang bagi Iran untuk membangun ulang sistem persenjataan strategis dalam skala yang mengancam eksistensi Israel.
Israel Waspadai Pendekatan Terbatas Trump
Di balik koordinasi intensif dengan Washington, pejabat Israel menyimpan kekhawatiran terhadap arah kebijakan Presiden AS Donald Trump. Sejumlah pejabat menilai Trump berpotensi memilih pendekatan serangan terbatas, seperti operasi militer AS terhadap kelompok Houthi di Yaman.
Israel menilai pendekatan itu berisiko besar. Serangan parsial, menurut mereka, hanya akan merusak sebagian target tanpa melumpuhkan kemampuan inti Iran.
“Kekhawatirannya, dia memilih beberapa target, menyatakan kemenangan, lalu meninggalkan Israel menghadapi konsekuensinya, seperti yang terjadi pada Houthi,” ujar seorang pejabat militer Israel.
Ia menilai langkah setengah hati justru membuka peluang bagi Iran untuk mempertahankan ancaman strategisnya.
Netanyahu Bawa Komandan AU ke Washington
Di tengah eskalasi isu ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadwalkan kunjungan ke Amerika Serikat. Dalam agenda tersebut, Brigadir Jenderal Omer Tishler calon Komandan Angkatan Udara Israel akan mendampingi Netanyahu.
Tishler akan mewakili Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir. Kehadirannya menunjukkan bahwa isu kekuatan udara dan serangan jarak jauh menjadi fokus utama pembicaraan dengan pejabat AS.
Sementara itu, Israel belum menempatkan atase pertahanan baru di Washington. Menteri Pertahanan Israel Katz belum menyetujui kandidat militer yang diajukan, sehingga komunikasi formal di bidang pertahanan masih berlangsung terbatas.
Antara Sekutu dan Jalan Sendiri
Peringatan Israel kepada Amerika Serikat memperlihatkan dilema strategis yang kian tajam. Di satu sisi, Israel tetap membutuhkan dukungan Washington. Di sisi lain, Tel Aviv menolak menyerahkan keputusan soal ancaman eksistensial sepenuhnya kepada pertimbangan politik Amerika.
Pesan Israel kini terang: jika diplomasi gagal dan koordinasi tidak menahan laju program rudal Iran, mereka siap mengambil langkah paling berisiko bertindak sendiri. Di kawasan yang jarang mengenal kompromi, keputusan semacam itu berpotensi mengubah peta keamanan Timur Tengah hanya dalam hitungan jam. @dimas




