Tabooo.id: Global – Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki titik kritis pada Kamis (5/3/2026) dini hari. Iran meluncurkan gelombang rudal balasan besar-besaran ke wilayah Israel, memaksa jutaan penduduk berhamburan ke bunker perlindungan bawah tanah. Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran kini memasuki hari keenam dengan intensitas yang kian mengerikan.
Politik AS Memanas, Senat Blokir Resolusi Hentikan Serangan
Di Washington, ketegangan politik ikut memuncak. Senat AS dari faksi Republik resmi memblokir mosi yang bertujuan menghentikan kampanye serangan udara ke Iran. Keputusan 53 banding 47 ini memberi Presiden Donald Trump keleluasaan penuh untuk melanjutkan operasi militer. Hampir seluruh anggota Republik menolak mosi tersebut, sedangkan Demokrat mayoritas mendukung penghentian serangan.
Pertempuran kini meluas ke laut. Sebuah kapal selam Angkatan Laut AS menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka pada Rabu, menewaskan sedikitnya 80 personel. Di sisi udara, sistem pertahanan Turki bekerja keras menghancurkan rudal balistik Iran, menandai keterlibatan langsung negara anggota NATO dalam konflik ini.
Jalur Energi Dunia Tersendat, Harga Minyak Melonjak
Dampak ekonomi langsung terasa di Selat Hormuz. Aliran minyak dan gas global tersendat, membuat harga minyak melonjak tajam. Sekitar 200 kapal tanker masih terjebak di perairan karena risiko keamanan tinggi. Menteri Energi AS Chris Wright menegaskan bahwa fokus militer saat ini masih pada pelucutan kekuatan tempur Iran sebelum menjamin keamanan pelayaran komersial.
IMF Waspadai Risiko Inflasi Global
Konflik berkepanjangan menjadi ancaman nyata bagi ekonomi global. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengingatkan, kenaikan harga energi dan gangguan pasokan akan menambah tekanan pada inflasi, pertumbuhan, dan sentimen pasar.
“Konflik ini menempatkan tuntutan baru di pundak pembuat kebijakan di seluruh dunia,” ujarnya di Bangkok.
Di Iran, kematian Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan udara Israel menciptakan ketidakpastian politik. Pemakaman yang seharusnya dimulai Rabu malam ditunda tanpa batas waktu. Majelis Ahli Iran, melalui Ayatollah Ahmad Khatami, menyatakan kandidat pemimpin baru sudah dikantongi, namun identitasnya dirahasiakan untuk sementara. @dimas




