Kamis, September 17, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Internet Makin Canggih, Tapi Kenapa Perlindungan Justru Lemah?

by dimas
April 20, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, satu pertanyaan besar muncul, benarkah ruang online sudah aman bagi perempuan, atau justru berubah menjadi arena baru kekerasan yang tak terlihat?

Tabooo.id: Nasional – Setiap tahun, penggunaan internet di Indonesia terus naik. Aktivitas digital makin padat, interaksi makin luas. Namun di balik kemudahan itu, ancaman Kekerasan Seksual Berbasis Online (KBGO) ikut tumbuh dan semakin mengkhawatirkan.

Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menilai tren ini sebagai persoalan serius yang membutuhkan respons cepat dan sistematis dari negara.

“Skala peristiwa yang meluas dan meningkat tajam membutuhkan percepatan respons yang lebih kuat dan sistematis dari negara,” ujar Anggota Komnas Perempuan, Chatarina Pancer Istiyani, Senin (20/4/2026).

Lonjakan Kasus: Dari Puluhan ke Ribuan

Data Komnas Perempuan menunjukkan peningkatan tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2017, kasus KBGO hanya mencapai 16 kasus. Setahun kemudian, angka melonjak menjadi 97 kasus. Pada 2019, jumlahnya naik lagi menjadi 281 kasus.

Ini Belum Selesai

Warung Mi dan Babi Sukoharjo Dibakar, 12 Saksi Diperiksa Polisi

TPNPB Klaim Tembak Sopir di Wamena-Nduga: Jalur Publik Jadi Zona Ancaman

Lonjakan besar terjadi pada 2020 ketika kasus menyentuh 940. Tren ini terus berlanjut hingga mencapai 1.721 kasus pada 2021.

Angka sempat turun pada 2022 dan 2023. Namun tren kembali naik menjadi 1.791 kasus pada 2024 dan mencapai 1.846 kasus pada 2025.

Data ini menegaskan satu hal: kekerasan kini tidak hanya terjadi di ruang fisik, tetapi juga aktif di ruang digital.

Teknologi Maju, Literasi Tertinggal

Chatarina menilai perkembangan teknologi melaju jauh lebih cepat dibanding literasi digital masyarakat. Ketimpangan ini membuat perempuan semakin rentan menjadi korban KBGO.

“Percepatan perkembangan teknologi belum diimbangi peningkatan akses dan literasi, sehingga memperbesar kerentanan perempuan,” jelasnya.

Masalah ini tidak hanya berasal dari pelaku. Sistem perlindungan juga belum bekerja optimal.

Desakan Perbaikan Sistem Perlindungan

Komnas Perempuan mendorong pemerintah mengambil langkah konkret. Mereka meminta penguatan sistem perlindungan informasi untuk melawan kejahatan siber.

Selain itu, korban harus mendapat akses cepat untuk menghapus konten bermuatan kekerasan seksual. Pemerintah juga perlu memperkuat pendataan berbasis gender agar kebijakan lebih tepat sasaran.

“Penegak hukum dan penyedia layanan perlu meningkatkan kapasitas. Infrastruktur forensik digital juga harus tersedia hingga ke daerah,” kata Chatarina.

Tanggung Jawab Platform Digital Disorot

Komnas Perempuan tidak hanya menyoroti pemerintah. Mereka juga meminta platform digital bertanggung jawab atas konten yang beredar.

Platform harus membuka transparansi dalam moderasi konten. Selain itu, mereka perlu menyediakan mekanisme pengaduan yang cepat, adil, dan responsif bagi korban.

“Proses monitoring harus melibatkan penyintas dan organisasi perempuan dalam setiap tahap penanganan,” tegas Chatarina.

Ruang Digital Aman, Masih Jauh dari Nyata

Komisioner Komnas Perempuan, Yuni Asriyanti, menegaskan pentingnya menjaga kebebasan berekspresi, terutama bagi pihak yang memperjuangkan hak perempuan.

Namun tanpa sistem perlindungan yang kuat, ruang digital justru berpotensi memperbesar ketimpangan dan kekerasan.

“Langkah ini penting untuk memastikan ruang digital tetap aman, inklusif, dan mendukung kesetaraan gender,” jelas Yuni.

Penutup

Lonjakan kasus KBGO menunjukkan satu realitas: ancaman di dunia digital semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pertanyaannya, siapa yang bergerak lebih cepat negara atau pelaku kejahatan digital? @dimas

Tags: hak perempuankeamanan digitalkomnas perempuanLiterasi DigitalNasional

Kamu Melewatkan Ini

Video Pendek vs Buku: Krisis Membaca di Era Algoritma

Video Pendek vs Buku: Krisis Membaca di Era Algoritma

by dimas
September 8, 2026

Video pendek dan algoritma mengubah cara kita memberi perhatian. Benarkah kebiasaan scroll membuat kita makin sulit membaca dan memahami bacaan...

Hari Literasi Internasional: Bisa Membaca, Tapi Benarkah Paham?

Hari Literasi Internasional: Bisa Membaca, Tapi Benarkah Paham?

by dimas
September 8, 2026

Hari Literasi Internasional mengingatkan bahwa kemampuan membaca belum cukup. Literasi juga berarti memahami informasi, berpikir kritis, dan mengambil keputusan. Tabooo.id...

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Next Post
Quarter-Life Crisis: Kenapa Usia 25 Terasa Paling Berat?

Quarter-Life Crisis: Kenapa Usia 25 Terasa Paling Berat?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id