Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Internet Makin Canggih, Tapi Kenapa Perlindungan Justru Lemah?

by dimas
April 20, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, satu pertanyaan besar muncul, benarkah ruang online sudah aman bagi perempuan, atau justru berubah menjadi arena baru kekerasan yang tak terlihat?

Tabooo.id: Nasional – Setiap tahun, penggunaan internet di Indonesia terus naik. Aktivitas digital makin padat, interaksi makin luas. Namun di balik kemudahan itu, ancaman Kekerasan Seksual Berbasis Online (KBGO) ikut tumbuh dan semakin mengkhawatirkan.

Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menilai tren ini sebagai persoalan serius yang membutuhkan respons cepat dan sistematis dari negara.

“Skala peristiwa yang meluas dan meningkat tajam membutuhkan percepatan respons yang lebih kuat dan sistematis dari negara,” ujar Anggota Komnas Perempuan, Chatarina Pancer Istiyani, Senin (20/4/2026).

Lonjakan Kasus: Dari Puluhan ke Ribuan

Data Komnas Perempuan menunjukkan peningkatan tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2017, kasus KBGO hanya mencapai 16 kasus. Setahun kemudian, angka melonjak menjadi 97 kasus. Pada 2019, jumlahnya naik lagi menjadi 281 kasus.

Ini Belum Selesai

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0, Herdman: Ini Kemenangan Kami Tunggu 38 Tahun

Lonjakan besar terjadi pada 2020 ketika kasus menyentuh 940. Tren ini terus berlanjut hingga mencapai 1.721 kasus pada 2021.

Angka sempat turun pada 2022 dan 2023. Namun tren kembali naik menjadi 1.791 kasus pada 2024 dan mencapai 1.846 kasus pada 2025.

Data ini menegaskan satu hal: kekerasan kini tidak hanya terjadi di ruang fisik, tetapi juga aktif di ruang digital.

Teknologi Maju, Literasi Tertinggal

Chatarina menilai perkembangan teknologi melaju jauh lebih cepat dibanding literasi digital masyarakat. Ketimpangan ini membuat perempuan semakin rentan menjadi korban KBGO.

“Percepatan perkembangan teknologi belum diimbangi peningkatan akses dan literasi, sehingga memperbesar kerentanan perempuan,” jelasnya.

Masalah ini tidak hanya berasal dari pelaku. Sistem perlindungan juga belum bekerja optimal.

Desakan Perbaikan Sistem Perlindungan

Komnas Perempuan mendorong pemerintah mengambil langkah konkret. Mereka meminta penguatan sistem perlindungan informasi untuk melawan kejahatan siber.

Selain itu, korban harus mendapat akses cepat untuk menghapus konten bermuatan kekerasan seksual. Pemerintah juga perlu memperkuat pendataan berbasis gender agar kebijakan lebih tepat sasaran.

“Penegak hukum dan penyedia layanan perlu meningkatkan kapasitas. Infrastruktur forensik digital juga harus tersedia hingga ke daerah,” kata Chatarina.

Tanggung Jawab Platform Digital Disorot

Komnas Perempuan tidak hanya menyoroti pemerintah. Mereka juga meminta platform digital bertanggung jawab atas konten yang beredar.

Platform harus membuka transparansi dalam moderasi konten. Selain itu, mereka perlu menyediakan mekanisme pengaduan yang cepat, adil, dan responsif bagi korban.

“Proses monitoring harus melibatkan penyintas dan organisasi perempuan dalam setiap tahap penanganan,” tegas Chatarina.

Ruang Digital Aman, Masih Jauh dari Nyata

Komisioner Komnas Perempuan, Yuni Asriyanti, menegaskan pentingnya menjaga kebebasan berekspresi, terutama bagi pihak yang memperjuangkan hak perempuan.

Namun tanpa sistem perlindungan yang kuat, ruang digital justru berpotensi memperbesar ketimpangan dan kekerasan.

“Langkah ini penting untuk memastikan ruang digital tetap aman, inklusif, dan mendukung kesetaraan gender,” jelas Yuni.

Penutup

Lonjakan kasus KBGO menunjukkan satu realitas: ancaman di dunia digital semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pertanyaannya, siapa yang bergerak lebih cepat negara atau pelaku kejahatan digital? @dimas

Tags: hak perempuankeamanan digitalkomnas perempuanLiterasi DigitalNasional

Kamu Melewatkan Ini

Nasionalisme atau Estetika? Saat Simbol Negara Makin Viral

Nasionalisme atau Estetika? Saat Simbol Negara Makin Viral

by Waras
Juni 4, 2026

Garuda ada di timeline. Merah putih ada di foto profil. Kutipan nasionalisme memenuhi beranda setiap hari besar nasional. Tapi ketika...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

Ketika Perempuan Kehilangan Dunia: Sejarah Lahirnya Patriarki

Ketika Perempuan Kehilangan Dunia: Sejarah Lahirnya Patriarki

by dimas
Mei 30, 2026

Ketika Perempuan Kehilangan Dunia: Sejarah lahirnya patriarki menunjukkan bahwa penindasan perempuan bukan takdir, melainkan hasil perubahan sosial dan kekuasaan. Tabooo.id...

Next Post
Quarter-Life Crisis: Kenapa Usia 25 Terasa Paling Berat?

Quarter-Life Crisis: Kenapa Usia 25 Terasa Paling Berat?

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id