Kamis, April 30, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

IHSG Menguat Tipis, Tapi Ancaman Global Makin Tebal

by eko
April 29, 2026
in Bisnis
A A
Home News Bisnis
Share on FacebookShare on Twitter
IHSG memang menguat pagi ini. Tapi jangan salah baca arah. Dunia masih panas, risiko belum reda, dan investor memilih menahan diri daripada gegabah masuk.

Tabooo.id: Bisnis – Indeks Harga Saham Gabungan naik 24,22 poin atau 0,34 persen ke level 7.096,61. Indeks LQ45 ikut naik 0,38 persen ke posisi 684,88.

Hijau di Layar, Tegang di Kepala

Kenaikan ini terlihat meyakinkan. Tapi pelaku pasar belum percaya diri.

Investor lebih memilih menunggu daripada mengambil risiko besar. Mereka melihat terlalu banyak ketidakpastian yang belum menemukan arah.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, memproyeksikan pasar masih berpotensi terkoreksi. IHSG bahkan bisa turun untuk menutup gap di area 7.000 hingga 6.917.

“Wait and see masih jadi strategi utama,” jelasnya.

Ini Belum Selesai

Emas Naik Rp20 Ribu: Investor Senyum, Pembeli Baru Pikir Ulang

Rupiah Rp 17.300: Dompet Rumah Tangga dan UMKM Siap Menipis?

Suku Bunga: Tekanan yang Belum Pergi

Pasar tidak hanya melihat kondisi dalam negeri.

Investor global kini fokus pada rapat The Fed. Banyak analis memprediksi bank sentral AS akan menahan suku bunga. Namun pasar membaca sinyal yang berbeda.

Arah kebijakan masih cenderung hawkish.

Artinya, suku bunga tinggi bisa bertahan lebih lama. Kondisi ini membuat investor berpikir dua kali sebelum masuk ke pasar saham.

Perang yang Ikut Menggerakkan Pasar

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas.

Iran memang mengajukan proposal untuk meredakan konflik. Namun AS belum merespons dengan optimisme. Mereka menilai proposal tersebut belum menyentuh isu inti: program nuklir.

Negosiasi kembali buntu.

Presiden AS bahkan menyebut Iran dalam kondisi “collapse”. Sementara itu, blokade laut mulai menekan ekspor energi Iran dan memicu kekhawatiran global.

Energi Terganggu, Inflasi Mengintai

Gangguan pasokan energi langsung memicu reaksi pasar.

Investor mulai menghitung ulang risiko inflasi. Jika harga energi naik, tekanan inflasi ikut meningkat.

Dampaknya jelas: suku bunga sulit turun.

Dan ketika suku bunga bertahan tinggi, pasar saham ikut tertekan.

Efisiensi Anggaran atau Pengorbanan?

Dari dalam negeri, pemerintah mengambil langkah penghematan.

Program Makan Bergizi Gratis akan dikurangi dari lima hari menjadi empat hari per minggu. Pemerintah menargetkan penghematan hingga lebih dari Rp50 triliun per tahun.

Langkah ini memang efisien. Tapi publik mulai bertanya siapa yang sebenarnya menanggung dampaknya?

QRIS Go Global: Peluang Baru?

Di sisi lain, Indonesia membuka peluang baru.

Indonesia dan China akan meluncurkan sistem pembayaran QR lintas negara. Pengguna QRIS, Alipay, dan WeChat Pay bisa langsung bertransaksi tanpa konversi manual.

Inisiatif ini memperluas akses dan mempermudah transaksi.

Namun pasar tetap berhitung. Peluang tetap ada, tapi risiko belum hilang.

Naik Hari Ini, Tapi Besok?

Pergerakan global menunjukkan sinyal campuran.

Wall Street melemah. Nasdaq turun paling dalam. Bursa Asia juga bergerak tidak seragam sebagian naik, sebagian turun.

IHSG memang menguat hari ini. Tapi arah besarnya belum jelas.@eko

Tags: bursa efekekonomi globalIHSGinflasi globalInvestasiPasar Sahamsentimen globalSuku Bungavolatilitas pasar

Kamu Melewatkan Ini

IHSG Naik Tipis, Investor Masih Wait and See

IHSG Naik Tipis, Investor Masih Wait and See

by eko
April 29, 2026

IHSG hari ini naik. Tapi bukan itu yang bikin pasar menarik justru keraguannya. Di saat angka bergerak naik, banyak investor...

Selat Malaka Berbayar: Peluang Indonesia Jadi Kaya Mendadak atau Sekadar Wacana?

Selat Malaka Berbayar: Peluang Indonesia Jadi Kaya Mendadak atau Sekadar Wacana?

by dimas
April 25, 2026

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan bayang-bayang konflik yang mulai merembet ke jalur perdagangan global, laut tidak lagi berdiri sebagai...

Selat Malaka Mau Dipajaki? Usulan Purbaya Langsung Ditolak Negara Tetangga

Selat Malaka Mau Dipajaki? Usulan Purbaya Langsung Ditolak Negara Tetangga

by dimas
April 25, 2026

Di tengah sensitifnya jalur perdagangan global yang melibatkan Indonesia, Malaysia, dan Singapura, sebuah wacana pajak kapal di Selat Malaka justru...

Next Post
Menutup Prodi: Solusi Cepat untuk Masalah yang Salah Diagnosa?

Menutup Prodi atau Menutup Mata dari Kegagalan Industri?

Pilihan Tabooo

Siti Mawarni: Lagu yang Lembut di Nada, Tapi Tajam Menampar Realita Narkoba

Siti Mawarni: Lagu yang Lembut di Nada, Tapi Tajam Menampar Realita Narkoba

April 27, 2026

Realita Hari Ini

Solo Menari 2026: Ribuan Penari Buktikan Budaya Tak Pernah Mati

Solo Menari 2026: Ribuan Penari Buktikan Budaya Tak Pernah Mati

April 29, 2026

Timnas ke Bioskop: Saat Mimpi Indonesia Menuju Piala Dunia Masuk Layar Lebar

April 29, 2026

Bukan Satu Kecelakaan: Ini Rantai Peristiwa di Balik Tragedi Kereta Bekasi Timur

April 29, 2026

Saat Dunia Fokus Perang, 4 WNI Disandera Bajak Laut Somalia

April 30, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id