Senin, Juni 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

IHSG Menguat Tipis, Tapi Ancaman Global Makin Tebal

by eko
April 29, 2026
in Bisnis
A A
Home Reality Bisnis
Share on FacebookShare on Twitter
IHSG memang menguat pagi ini. Tapi jangan salah baca arah. Dunia masih panas, risiko belum reda, dan investor memilih menahan diri daripada gegabah masuk.

Tabooo.id: Bisnis – Indeks Harga Saham Gabungan naik 24,22 poin atau 0,34 persen ke level 7.096,61. Indeks LQ45 ikut naik 0,38 persen ke posisi 684,88.

Hijau di Layar, Tegang di Kepala

Kenaikan ini terlihat meyakinkan. Tapi pelaku pasar belum percaya diri.

Investor lebih memilih menunggu daripada mengambil risiko besar. Mereka melihat terlalu banyak ketidakpastian yang belum menemukan arah.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, memproyeksikan pasar masih berpotensi terkoreksi. IHSG bahkan bisa turun untuk menutup gap di area 7.000 hingga 6.917.

“Wait and see masih jadi strategi utama,” jelasnya.

Ini Belum Selesai

Kemasan Diseragamkan: Pemerintah Persempit Ruang Promosi Industri Rokok

Rupiah Tembus Rp18.000, Alarm Bahaya Ekonomi Indonesia

Suku Bunga: Tekanan yang Belum Pergi

Pasar tidak hanya melihat kondisi dalam negeri.

Investor global kini fokus pada rapat The Fed. Banyak analis memprediksi bank sentral AS akan menahan suku bunga. Namun pasar membaca sinyal yang berbeda.

Arah kebijakan masih cenderung hawkish.

Artinya, suku bunga tinggi bisa bertahan lebih lama. Kondisi ini membuat investor berpikir dua kali sebelum masuk ke pasar saham.

Perang yang Ikut Menggerakkan Pasar

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas.

Iran memang mengajukan proposal untuk meredakan konflik. Namun AS belum merespons dengan optimisme. Mereka menilai proposal tersebut belum menyentuh isu inti: program nuklir.

Negosiasi kembali buntu.

Presiden AS bahkan menyebut Iran dalam kondisi “collapse”. Sementara itu, blokade laut mulai menekan ekspor energi Iran dan memicu kekhawatiran global.

Energi Terganggu, Inflasi Mengintai

Gangguan pasokan energi langsung memicu reaksi pasar.

Investor mulai menghitung ulang risiko inflasi. Jika harga energi naik, tekanan inflasi ikut meningkat.

Dampaknya jelas: suku bunga sulit turun.

Dan ketika suku bunga bertahan tinggi, pasar saham ikut tertekan.

Efisiensi Anggaran atau Pengorbanan?

Dari dalam negeri, pemerintah mengambil langkah penghematan.

Program Makan Bergizi Gratis akan dikurangi dari lima hari menjadi empat hari per minggu. Pemerintah menargetkan penghematan hingga lebih dari Rp50 triliun per tahun.

Langkah ini memang efisien. Tapi publik mulai bertanya siapa yang sebenarnya menanggung dampaknya?

QRIS Go Global: Peluang Baru?

Di sisi lain, Indonesia membuka peluang baru.

Indonesia dan China akan meluncurkan sistem pembayaran QR lintas negara. Pengguna QRIS, Alipay, dan WeChat Pay bisa langsung bertransaksi tanpa konversi manual.

Inisiatif ini memperluas akses dan mempermudah transaksi.

Namun pasar tetap berhitung. Peluang tetap ada, tapi risiko belum hilang.

Naik Hari Ini, Tapi Besok?

Pergerakan global menunjukkan sinyal campuran.

Wall Street melemah. Nasdaq turun paling dalam. Bursa Asia juga bergerak tidak seragam sebagian naik, sebagian turun.

IHSG memang menguat hari ini. Tapi arah besarnya belum jelas.@eko

Tags: ekonomi globalIHSGInvestasiPasar SahamSuku Bunga

Kamu Melewatkan Ini

Harga Pangan Global Naik Serempak, Perang dan El Nino Jadi Pemicu Utama

Perang Timur Tengah dan Bayangan Kelaparan Global yang Mulai Nyata

by dimas
Mei 9, 2026

Isunya tidak hanya tentang kenaikan harga pangan dan pupuk global, tetapi juga bagaimana perang, kebijakan energi, dan krisis iklim perlahan...

Di Balik Tekanan Rupiah: Risiko Fiskal, Ingatan Krisis, dan Kepercayaan Pasar

Di Balik Tekanan Rupiah: Risiko Fiskal, Ingatan Krisis, dan Kepercayaan Pasar

by dimas
Mei 3, 2026

Nilai tukar rupiah kembali menjadi bahan percakapan ketika tekanan global dan risiko domestik datang bersamaan. Bagi banyak orang Indonesia, pergerakan...

Eropa Kunci Vendor, China Siap Serang Balik

Eropa Kunci Vendor, China Siap Serang Balik

by Naysa
Mei 2, 2026

Ketegangan global kembali naik level. China tidak tinggal diam setelah Uni Eropa merancang aturan keamanan siber baru. Beijing langsung memberi...

Next Post
Menutup Prodi: Solusi Cepat untuk Masalah yang Salah Diagnosa?

Menutup Prodi atau Menutup Mata dari Kegagalan Industri?

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id