Sabtu, September 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

IHSG Menguat Tipis, Tapi Ancaman Global Makin Tebal

by eko
April 29, 2026
in Bisnis
A A
Home Reality Bisnis
Share on Facebook
Share on Twitter
IHSG memang menguat pagi ini. Tapi jangan salah baca arah. Dunia masih panas, risiko belum reda, dan investor memilih menahan diri daripada gegabah masuk.

Tabooo.id: Bisnis – Indeks Harga Saham Gabungan naik 24,22 poin atau 0,34 persen ke level 7.096,61. Indeks LQ45 ikut naik 0,38 persen ke posisi 684,88.

Hijau di Layar, Tegang di Kepala

Kenaikan ini terlihat meyakinkan. Tapi pelaku pasar belum percaya diri.

Investor lebih memilih menunggu daripada mengambil risiko besar. Mereka melihat terlalu banyak ketidakpastian yang belum menemukan arah.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, memproyeksikan pasar masih berpotensi terkoreksi. IHSG bahkan bisa turun untuk menutup gap di area 7.000 hingga 6.917.

“Wait and see masih jadi strategi utama,” jelasnya.

Ini Belum Selesai

Pabrik China Tetap Ngebut, Belanja Konsumen Melambat

Target Ekonomi 6 Persen: Angka Naik, Ketimpangan Mengintai

Suku Bunga: Tekanan yang Belum Pergi

Pasar tidak hanya melihat kondisi dalam negeri.

Investor global kini fokus pada rapat The Fed. Banyak analis memprediksi bank sentral AS akan menahan suku bunga. Namun pasar membaca sinyal yang berbeda.

Arah kebijakan masih cenderung hawkish.

Artinya, suku bunga tinggi bisa bertahan lebih lama. Kondisi ini membuat investor berpikir dua kali sebelum masuk ke pasar saham.

Perang yang Ikut Menggerakkan Pasar

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas.

Iran memang mengajukan proposal untuk meredakan konflik. Namun AS belum merespons dengan optimisme. Mereka menilai proposal tersebut belum menyentuh isu inti: program nuklir.

Negosiasi kembali buntu.

Presiden AS bahkan menyebut Iran dalam kondisi “collapse”. Sementara itu, blokade laut mulai menekan ekspor energi Iran dan memicu kekhawatiran global.

Energi Terganggu, Inflasi Mengintai

Gangguan pasokan energi langsung memicu reaksi pasar.

Investor mulai menghitung ulang risiko inflasi. Jika harga energi naik, tekanan inflasi ikut meningkat.

Dampaknya jelas: suku bunga sulit turun.

Dan ketika suku bunga bertahan tinggi, pasar saham ikut tertekan.

Efisiensi Anggaran atau Pengorbanan?

Dari dalam negeri, pemerintah mengambil langkah penghematan.

Program Makan Bergizi Gratis akan dikurangi dari lima hari menjadi empat hari per minggu. Pemerintah menargetkan penghematan hingga lebih dari Rp50 triliun per tahun.

Langkah ini memang efisien. Tapi publik mulai bertanya siapa yang sebenarnya menanggung dampaknya?

QRIS Go Global: Peluang Baru?

Di sisi lain, Indonesia membuka peluang baru.

Indonesia dan China akan meluncurkan sistem pembayaran QR lintas negara. Pengguna QRIS, Alipay, dan WeChat Pay bisa langsung bertransaksi tanpa konversi manual.

Inisiatif ini memperluas akses dan mempermudah transaksi.

Namun pasar tetap berhitung. Peluang tetap ada, tapi risiko belum hilang.

Naik Hari Ini, Tapi Besok?

Pergerakan global menunjukkan sinyal campuran.

Wall Street melemah. Nasdaq turun paling dalam. Bursa Asia juga bergerak tidak seragam sebagian naik, sebagian turun.

IHSG memang menguat hari ini. Tapi arah besarnya belum jelas.@eko

Tags: ekonomi globalIHSGInvestasiPasar SahamSuku Bunga

Kamu Melewatkan Ini

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Investasi

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Investasi

by eko
Agustus 21, 2026

Ruben Onsu jadi tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan investasi. Polisi mengungkap kronologi perkara yang bermula dari tawaran usaha. Tabooo.id:...

Pabrik China Tetap Ngebut, Belanja Konsumen Melambat

Pabrik China Tetap Ngebut, Belanja Konsumen Melambat

by Tabooo
Agustus 17, 2026

Pabrik China masih bergerak cepat, tetapi konsumennya mulai menahan belanja. Data Juli memperlihatkan jurang produksi dan permintaan makin terbuka.

Izin Usaha Miras, Solo Sedang Menentukan Batas Investasi dan Ketertiban Sosial

Izin Usaha Miras, Solo Sedang Menentukan Batas Investasi dan Ketertiban Sosial

by teguh
Agustus 7, 2026

Satu izin usaha terkadang mampu membuka wajah sebuah pemerintahan. Bukan karena nilai investasinya besar, melainkan karena keputusan yang lahir dari...

Next Post
Menutup Prodi: Solusi Cepat untuk Masalah yang Salah Diagnosa?

Menutup Prodi atau Menutup Mata dari Kegagalan Industri?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id