Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

IHSG Menguat Tipis, Pasar Dibayangi Kebijakan BI dan Arah Suku Bunga AS

by dimas
Februari 20, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Bisnis – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Jumat (20/2/2026) pagi dengan langkah hati-hati. Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG naik 26,14 poin atau 0,32 persen ke level 8.300,22. Kenaikan ini memang memberi napas segar, tetapi pasar belum benar-benar tenang. Investor masih menimbang tekanan global dan sinyal ekonomi dari dalam negeri.

Indeks saham unggulan LQ45 juga ikut menguat 2,76 poin atau 0,33 persen ke posisi 837,04. Namun, analis melihat pergerakan ini belum menunjukkan arah yang tegas. Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih memperkirakan IHSG akan bergerak variatif di kisaran 8.220 hingga 8.380 sepanjang hari.

Pergerakan yang ragu-ragu ini mencerminkan satu hal pasar sedang menunggu kepastian, bukan sekadar kabar baik sesaat.

Keputusan Suku Bunga BI: Menjaga Stabilitas, Menahan Harapan

Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada keputusan Bank Indonesia yang memilih mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Selain itu, BI juga menahan suku bunga Deposit Facility di 3,75 persen dan Lending Facility di 5,50 persen.

Bank sentral mengambil langkah ini untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global. Pada saat yang sama, BI ingin memastikan inflasi tetap terkendali dan pertumbuhan ekonomi tidak terganggu.

Ini Belum Selesai

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Mulai Berguguran

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

Keputusan ini memang memberi sinyal stabilitas. Namun, di sisi lain, kebijakan suku bunga yang tidak berubah juga menunjukkan bahwa ruang untuk stimulus tambahan masih terbatas. Bagi investor, ini berarti peluang ada, tetapi risiko tetap mengintai.

Bagi masyarakat luas, dampaknya mungkin tidak terasa langsung. Namun, suku bunga menentukan banyak hal dari bunga kredit rumah, pinjaman usaha, hingga daya beli masyarakat.

Amerika Serikat dan Trump: Faktor Jauh yang Mengguncang Dekat

Sementara itu, pasar global ikut memengaruhi psikologi investor di Indonesia. Pelaku pasar menunggu data inflasi PCE dan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Data ini akan menentukan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve.

Risalah rapat The Fed menunjukkan bahwa sejumlah pejabat masih mempertimbangkan kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi. Jika itu terjadi, dana global bisa kembali mengalir ke AS dan meninggalkan pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Di tengah situasi ini, pernyataan Presiden Donald Trump tentang Iran ikut menambah ketegangan. Trump menyebut Iran sebagai “titik panas” dan mengatakan 10 hingga 15 hari ke depan akan menentukan apakah kesepakatan nuklir bisa tercapai.

Pernyataan seperti ini mungkin terdengar jauh dari Jakarta. Namun, bagi investor, geopolitik adalah faktor nyata. Ketegangan global bisa mengguncang harga minyak, nilai tukar, hingga pasar saham.

Bursa Dunia Melemah, Investor Indonesia Tak Bisa Tenang

Tekanan global terlihat jelas dari pergerakan bursa internasional. Bursa Eropa kompak melemah. Indeks DAX Jerman turun 0,93 persen, sementara FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,55 persen.

Wall Street juga tidak memberi kabar baik. Dow Jones turun 0,54 persen, diikuti pelemahan S&P 500 dan Nasdaq.

Di Asia, situasi tidak jauh berbeda. Indeks Nikkei Jepang turun 1,29 persen, dan Hang Seng Hong Kong melemah 0,83 persen. Hanya sebagian kecil bursa yang bertahan di zona hijau.

Kondisi ini memperjelas satu hal pasar global sedang gelisah.

Dampaknya Nyata: Dari Investor Besar hingga Rakyat Biasa

Fluktuasi IHSG bukan sekadar angka di layar. Pergerakan ini memengaruhi jutaan investor, dari pemilik dana besar hingga investor ritel kecil.

Jika pasar stabil, investasi tumbuh. Jika pasar goyah, kepercayaan bisa runtuh.

Dampaknya juga menjalar ke dunia nyata. Perusahaan bisa menunda ekspansi. Perekrutan tenaga kerja bisa melambat. Bahkan, dana pensiun dan tabungan investasi masyarakat ikut terpengaruh.

Di atas kertas, IHSG memang naik tipis pagi ini. Namun, di balik angka itu, pasar masih dipenuhi keraguan.

Dan seperti biasa, ketika pasar ragu, yang paling diuji bukan hanya grafik tetapi juga kesabaran mereka yang berharap masa depan ekonomi tetap bergerak naik. @dimas

Tags: ASBank IndonesiaBursa Efek IndonesiaEkonomi IndonesiaGlobalIHSGInflasiInvestasiInvestorNasionalPasarSahamSentimen

Kamu Melewatkan Ini

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Mulai Berguguran

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Mulai Berguguran

by teguh
Juni 28, 2026

Pemerintah janji redam PHK tapi Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terus menekan sejumlah sektor industri nasional. Kenaikan biaya produksi membuat...

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

by teguh
Juni 13, 2026

Bagi banyak orang, subsidi BBM terlihat sebagai bentuk kehadiran negara. Selama harga bahan bakar tetap terjangkau, masyarakat merasa pemerintah masih...

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

by teguh
Juni 13, 2026

Pemerintah selama bertahun-tahun mengandalkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, temuan terbaru Bank Dunia menunjukkan...

Next Post
Negara Ganti Nahkoda BPJS, Harapan Baru atau Sekadar Seremoni?

Negara Ganti Nahkoda BPJS, Harapan Baru atau Sekadar Seremoni?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id