Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

IHSG Menguat Tipis, Pasar Dibayangi Kebijakan BI dan Arah Suku Bunga AS

by dimas
Februari 20, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Bisnis – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Jumat (20/2/2026) pagi dengan langkah hati-hati. Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG naik 26,14 poin atau 0,32 persen ke level 8.300,22. Kenaikan ini memang memberi napas segar, tetapi pasar belum benar-benar tenang. Investor masih menimbang tekanan global dan sinyal ekonomi dari dalam negeri.

Indeks saham unggulan LQ45 juga ikut menguat 2,76 poin atau 0,33 persen ke posisi 837,04. Namun, analis melihat pergerakan ini belum menunjukkan arah yang tegas. Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih memperkirakan IHSG akan bergerak variatif di kisaran 8.220 hingga 8.380 sepanjang hari.

Pergerakan yang ragu-ragu ini mencerminkan satu hal pasar sedang menunggu kepastian, bukan sekadar kabar baik sesaat.

Keputusan Suku Bunga BI: Menjaga Stabilitas, Menahan Harapan

Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada keputusan Bank Indonesia yang memilih mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Selain itu, BI juga menahan suku bunga Deposit Facility di 3,75 persen dan Lending Facility di 5,50 persen.

Bank sentral mengambil langkah ini untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global. Pada saat yang sama, BI ingin memastikan inflasi tetap terkendali dan pertumbuhan ekonomi tidak terganggu.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Keputusan ini memang memberi sinyal stabilitas. Namun, di sisi lain, kebijakan suku bunga yang tidak berubah juga menunjukkan bahwa ruang untuk stimulus tambahan masih terbatas. Bagi investor, ini berarti peluang ada, tetapi risiko tetap mengintai.

Bagi masyarakat luas, dampaknya mungkin tidak terasa langsung. Namun, suku bunga menentukan banyak hal dari bunga kredit rumah, pinjaman usaha, hingga daya beli masyarakat.

Amerika Serikat dan Trump: Faktor Jauh yang Mengguncang Dekat

Sementara itu, pasar global ikut memengaruhi psikologi investor di Indonesia. Pelaku pasar menunggu data inflasi PCE dan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Data ini akan menentukan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve.

Risalah rapat The Fed menunjukkan bahwa sejumlah pejabat masih mempertimbangkan kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi. Jika itu terjadi, dana global bisa kembali mengalir ke AS dan meninggalkan pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Di tengah situasi ini, pernyataan Presiden Donald Trump tentang Iran ikut menambah ketegangan. Trump menyebut Iran sebagai “titik panas” dan mengatakan 10 hingga 15 hari ke depan akan menentukan apakah kesepakatan nuklir bisa tercapai.

Pernyataan seperti ini mungkin terdengar jauh dari Jakarta. Namun, bagi investor, geopolitik adalah faktor nyata. Ketegangan global bisa mengguncang harga minyak, nilai tukar, hingga pasar saham.

Bursa Dunia Melemah, Investor Indonesia Tak Bisa Tenang

Tekanan global terlihat jelas dari pergerakan bursa internasional. Bursa Eropa kompak melemah. Indeks DAX Jerman turun 0,93 persen, sementara FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,55 persen.

Wall Street juga tidak memberi kabar baik. Dow Jones turun 0,54 persen, diikuti pelemahan S&P 500 dan Nasdaq.

Di Asia, situasi tidak jauh berbeda. Indeks Nikkei Jepang turun 1,29 persen, dan Hang Seng Hong Kong melemah 0,83 persen. Hanya sebagian kecil bursa yang bertahan di zona hijau.

Kondisi ini memperjelas satu hal pasar global sedang gelisah.

Dampaknya Nyata: Dari Investor Besar hingga Rakyat Biasa

Fluktuasi IHSG bukan sekadar angka di layar. Pergerakan ini memengaruhi jutaan investor, dari pemilik dana besar hingga investor ritel kecil.

Jika pasar stabil, investasi tumbuh. Jika pasar goyah, kepercayaan bisa runtuh.

Dampaknya juga menjalar ke dunia nyata. Perusahaan bisa menunda ekspansi. Perekrutan tenaga kerja bisa melambat. Bahkan, dana pensiun dan tabungan investasi masyarakat ikut terpengaruh.

Di atas kertas, IHSG memang naik tipis pagi ini. Namun, di balik angka itu, pasar masih dipenuhi keraguan.

Dan seperti biasa, ketika pasar ragu, yang paling diuji bukan hanya grafik tetapi juga kesabaran mereka yang berharap masa depan ekonomi tetap bergerak naik. @dimas

Tags: ASBank IndonesiaBursa Efek IndonesiaEkonomi IndonesiaGlobalIHSGInflasiInvestasiInvestorNasionalPasarSahamSentimen

Kamu Melewatkan Ini

Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih: Ambisi Ekonomi Desa atau Ujian Tata Kelola?

Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih: Ambisi Ekonomi Desa atau Ujian Tata Kelola?

by teguh
Oktober 17, 2026

Ada satu pertanyaan yang perlu pemerintah jawab sebelum memperluas fungsi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih siapa yang menjamin keamanan gaji ASN...

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

by teguh
September 21, 2026

Presiden Prabowo klaim memasuki hampir dua tahun pemerintahannya dengan nada percaya diri. Di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19/09/2026, ia menyebut...

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Next Post
Negara Ganti Nahkoda BPJS, Harapan Baru atau Sekadar Seremoni?

Negara Ganti Nahkoda BPJS, Harapan Baru atau Sekadar Seremoni?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id