• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Honda Jazz Sudah Mati, Tapi Kenapa Masih Bikin Orang Jatuh Hati?

Maret 20, 2026
in Lifestyle, Otomotif
A A
Honda Jazz Sudah Mati, Tapi Kenapa Masih Bikin Orang Jatuh Hati?

Honda Jazz Sonic Grey di Thailand Edisi Terbatas. (Foto:Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Otomotif – Pernah nggak sih kamu jatuh cinta sama sesuatu yang sudah nggak diproduksi lagi? Kayak mantan yang “udah move on tapi kok masih kepikiran.” Nah, kurang lebih begitu juga hubungan banyak orang dengan Honda Jazz.

Mobil ini resmi “pamitan” dari pasar Indonesia sejak 2021. Lalu Honda City Hatchback RS langsung mengisi posisi kosongnya karena dianggap lebih cocok dengan selera pasar sekarang. Tapi anehnya, Jazz justru makin dicari. Bahkan di pasar mobil bekas, orang memburunya seperti barang langka yang auranya nggak pernah redup.

Jazz Itu Bukan Sekadar Mobil, Tapi “Identitas”

Kalau kamu perhatiin, Jazz bukan cuma kendaraan. Ia berubah jadi simbol. Di era 2000-an sampai awal 2020-an, banyak anak muda urban memilih Jazz karena mobil ini terasa aktif, praktis, dan tetap stylish.

Data pasar juga menunjukkan harga Jazz bekas masih cukup “sehat.” Generasi pertama (2004–2007) dijual di kisaran Rp50–90 juta. Generasi kedua (2008–2013) naik ke Rp100–160 juta. Sementara generasi terakhir (2014–2021), terutama tipe RS, bisa tembus Rp150 juta sampai Rp275 juta lebih.

Per Maret 2026, pasar masih mematok harga yang stabil:

  • 2013 RS AT: Rp156–165 juta
  • 2016 RS CVT: Rp189–210 juta
  • 2018 S AT: sekitar Rp190 juta
  • 2020 RS CVT: Rp225–275 juta
  • 2021 RS CVT: Rp250–270 jutaan

Artinya? Secara logika ekonomi, Jazz ini “tua-tua keladi” umur nambah, tapi nilainya tetap bertahan.

Kenapa Masih Diburu?

Pertanyaannya sekarang: kenapa orang tetap mengejar Jazz, padahal opsi baru terus bermunculan?

Jawabannya nggak sesederhana “irit” atau “bandel.” Ini soal rasa.

Pertama, desain Jazz terasa timeless. Nggak terlalu agresif, tapi juga nggak membosankan. Kedua, kabinnya fleksibel dan fungsional. Ketiga, performanya cukup untuk harian, tapi tetap fun kalau kamu ingin sedikit ngebut.

Sebaliknya, generasi terbaru Jazz yang masih beredar secara global justru terlihat terlalu “imut” untuk selera pasar Indonesia. Di sinilah gap selera muncul. Banyak orang Indonesia lebih suka desain yang sporty dan “berisi,” bukan yang terlalu futuristik atau minimalis.

Di titik ini, kita masuk ke ranah psikologis: manusia cenderung memilih hal yang terasa familiar.

Nostalgia Itu Mahal (Dan Kadang Rasional)

Fenomena Jazz mirip dengan tren lain: kamera analog, iPod lama, atau sneakers retro. Kita hidup di era yang berubah cepat. Karena itu, banyak orang justru mencari sesuatu yang terasa stabil.

Jazz menjadi representasi masa ketika hidup terasa lebih simpel. Distraksi belum sebanyak sekarang, pilihan juga belum seramai hari ini. Ironisnya, di tengah kemajuan teknologi otomotif, mobil lama justru terasa lebih “nyambung” secara emosional.

Bahkan Gen Z yang belum pernah merasakan Jazz baru tetap tertarik. Citra “mobil anak muda yang nggak ribet” sudah terlanjur melekat kuat.

Tapi Ini Bukan Cuma Soal Perasaan

Di balik nostalgia, ada faktor sosial-ekonomi yang ikut bermain.

Harga mobil baru terus naik. Di sisi lain, kebutuhan mobilitas tetap tinggi. Di sinilah Jazz bekas menjadi sweet spot: harganya masih masuk akal, kualitasnya sudah teruji, dan nilai jual kembalinya relatif aman.

Namun, kamu tetap harus realistis. Membeli mobil bekas bukan cuma soal harga beli. Kamu perlu mengecek kondisi mesin, riwayat pemakaian, dan potensi biaya perawatan.

Jadi, kamu nggak bisa asal pilih. Kamu harus benar-benar teliti.

Antara Gengsi, Kebutuhan, dan Realita

Menariknya, keputusan membeli Jazz hari ini sering kali bukan sekadar kebutuhan, tapi juga soal gengsi versi baru.

RelatedPosts

Katanya Wortel Bikin Mata Jernih, Kok Kita Masih Blur?

Oppo Watch X3 Hadir dengan AI & Sensor Lengkap, Tapi Apakah Kita Makin Sehat?

Bukan gengsi memamerkan mobil baru, tapi gengsi menunjukkan “taste.” Saat kamu mengendarai Jazz bekas yang masih kinclong, kamu seolah bilang: kamu tahu apa yang kamu mau, bukan sekadar ikut tren.

Di sisi lain, banyak orang juga memilih Jazz karena alasan praktis. Mobil ini irit, nyaman, dan nggak ribet dibanding mobil baru dengan fitur yang kadang terasa berlebihan.

Sementara itu, Honda City Hatchback RS tetap hadir sebagai opsi modern. Lebih fresh, lebih update, tapi belum tentu lebih “klik” di hati semua orang.

Jadi, Ini Tentang Kamu

Pada akhirnya, cerita tentang Jazz bukan cuma soal mobil. Ini soal cara kamu mengambil keputusan di tengah banyak pilihan.

Apakah kamu tipe yang selalu mengejar hal baru, atau justru menghargai sesuatu yang sudah terbukti?

Apakah kamu membeli karena kebutuhan, atau karena ingin kembali ke sesuatu yang familiar?

Dan yang paling penting: apakah pilihan itu benar-benar mencerminkan dirimu, atau sekadar mengikuti arus?

Karena di era sekarang, bahkan keputusan sederhana seperti membeli mobil bekas pun bisa mencerminkan siapa kamu.

Jadi, kalau kamu masih naksir Honda Jazz, itu cuma soal mobil atau ada cerita lain yang diam-diam kamu pertahankan?@eko

Tags: Anak MudahatchbackHondaHonda JazzJazzMobilmobil legendNostalgiaOtomotif

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

5 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Kabar Duka: Bos Djarum Bambang Hartono Meninggal Dunia di Singapura

    Kabar Duka: Bos Djarum Bambang Hartono Meninggal Dunia di Singapura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Prajurit TNI Terseret Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Iran Luncurkan Rudal ke Israel, Timur Tengah Kembali Memanas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Idul Fitri: Kita Kembali ke Diri, atau Sekadar Kembali ke Tradisi?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pantai Kuta Bali: Surga yang Dijual, atau Ilusi yang Disepakati?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.