Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Hidup dari Pasar yang Tak Lagi Ramai

by eko
Agustus 6, 2026
in Life
A A
Home Life
Share on Facebook
Share on Twitter

Pasar Klewer tak lagi seramai dulu. Perubahan pola belanja, transportasi online, dan lesunya ekonomi membuat tukang becak, buruh angkut, hingga pedagang berjuang mempertahankan penghasilan.

Tabooo.id – Pasar bukan sekadar tempat jual beli. Bagi banyak orang, pasar menjadi ruang untuk mencari nafkah dan menjaga harapan tetap hidup. Namun, ketika keramaian mulai berkurang, kehidupan para pekerja kecil ikut berubah. Tukang becak, buruh angkut, hingga pedagang kini harus bekerja lebih lama untuk membawa pulang penghasilan yang semakin sedikit.

Pagi yang Dimulai dengan Harapan

Pukul delapan pagi, Nuryadi (64) sudah mengayuh becaknya menuju Pasar Klewer, Surakarta. Warga Baki, Sukoharjo, itu menjalani rutinitas yang sama hampir setiap hari. Ia memilih mangkal hingga sekitar pukul 15.00 sambil menunggu penumpang.

Dulu, waktu menunggu tidak pernah terasa lama. Pembeli datang silih berganti. Wisatawan memenuhi kawasan pasar. Pedagang keluar masuk membawa barang dagangan.

Kini, suasananya berbeda. Becak masih berjajar di tepi jalan. Namun, penumpang tidak lagi datang seperti beberapa tahun lalu.

“Satu hari tidak menarik penumpang semua tukang becak di sini saat ini mengalami hal itu,” ujar Nuryadi kepada TABOOO.

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun, kalimat tersebut menggambarkan perubahan besar yang kini mereka hadapi.

Ini Belum Selesai

Lewat Karnaval, SD Tarakanita Tumbuhkan Kreativitas Anak

Ketika Jadi Camat Berarti Harus Menjawab 21.171 Orang Sekaligus

Saat Menunggu Lebih Lama daripada Mengayuh

Nuryadi masih mengingat masa ketika Pasar Klewer menjadi salah satu pusat perdagangan paling sibuk di Surakarta.

Saat itu, ia bisa mengantar lima hingga enam penumpang dalam sehari.

Hari ini, satu hingga tiga penumpang saja sudah terasa istimewa.

“Satu tahun ini bisa menarik penumpang satu sampai tiga itu hal yang luar biasa. Dulu bisa lima sampai enam penumpang,” katanya.

Perubahan itu ikut mengurangi pendapatannya.

Menurut Nuryadi, membawa pulang Rp50 ribu dalam sehari kini menjadi pencapaian yang sulit. Bahkan, ia sering hanya memperoleh sekitar Rp20 ribu setelah menunggu sejak pagi.

“Harinya ini kita bisa bawa uang lima puluh ribu itu hebat. Kadang sehari bawa dua puluh ribu, terus dibagi sama istri dan untuk makan pun kurang,” ungkapnya.

Uang itu harus cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, setiap penumpang memiliki arti yang sangat besar.

Pasar yang Menghidupi Banyak Orang

Banyak orang mengenal Pasar Klewer sebagai pusat perdagangan batik.

Namun, pasar ini juga menghidupi ribuan pekerja.

Pedagang menggantungkan usaha mereka di sana.

Buruh angkut mencari upah dari aktivitas bongkar muat.

Tukang becak menunggu penumpang di pintu pasar.

Warung makan melayani para pekerja dan pembeli.

Semua saling terhubung.

Ketika pasar ramai, roda ekonomi ikut berputar. Ketika pasar sepi, seluruh mata rantai itu ikut melemah.

Perubahan Datang dari Banyak Arah

Nuryadi melihat perubahan itu terjadi secara perlahan.

Menurutnya, masyarakat kini lebih sering menggunakan ojek online. Banyak orang juga memilih membeli barang melalui toko daring. Selain itu, kondisi ekonomi membuat masyarakat semakin berhati-hati saat membelanjakan uang.

“Ya mungkin keadaan ekonomi yang sekarang lagi seperti ini semua merasakan. Mungkin karena adanya online, ojek online dan bemo yang mungkin membuat sepi,” jelasnya.

Perubahan tersebut tidak hanya mengurangi jumlah penumpang becak. Perubahan itu juga mengubah ritme kehidupan di sekitar pasar.

Keramaian yang dulu menjadi denyut ekonomi kini semakin jarang terlihat.

Bekerja Meski Belum Tentu Membawa Hasil

Kesulitan Nuryadi tidak berhenti pada minimnya penumpang.

Ia menjelaskan bahwa sebagian tukang becak masih menyewa becak yang mereka gunakan setiap hari. Mereka harus mengeluarkan sekitar Rp8 ribu untuk biaya sewa.

Artinya, pengeluaran tetap berjalan meski mereka tidak memperoleh penghasilan.

Situasi itu membuat para tukang becak memulai hari dengan beban sebelum sempat membawa uang pulang.

Meski begitu, mereka tetap datang setiap pagi.

Mereka percaya bahwa harapan selalu berawal dari usaha.

Harapan Sederhana di Tengah Pasar yang Berubah

Nuryadi tidak meminta kehidupan yang mewah.

Ia hanya ingin pasar kembali ramai.

Ia ingin pedagang kembali tersenyum.

Ia ingin buruh angkut kembali memperoleh pekerjaan.

Ia juga ingin tukang becak kembali mengantar penumpang seperti dulu.

“Ya semoga keadaan ini lekas pulih biar pedagang ramai lagi, kuli angkut ramai lagi, dan tukang becak juga kembali ramai. Semoga orang-orang kecil ini bisa makan dan semoga ada kebijakan dari pemerintah yang bisa membantu kami,” harapnya.

Harapan itu terdengar sederhana.

Namun, bagi pekerja harian, harapan sederhana sering kali menjadi alasan terbesar untuk tetap berangkat bekerja setiap pagi.

Ketika Pasar Kehilangan Keramaiannya

Setiap kota memiliki pusat kehidupan.

Di Surakarta, Pasar Klewer pernah menjadi salah satu denyut ekonomi yang menggerakkan banyak keluarga.

Hari ini, pasar itu masih berdiri. Aktivitas jual beli masih berlangsung. Namun, ritmenya tidak lagi sama.

Di balik lorong-lorong pasar, ada tukang becak yang menunggu lebih lama daripada mengayuh. Ada buruh angkut yang menanti pekerjaan. Ada pedagang yang berharap pembeli kembali datang.

Mereka tidak menolak perubahan. Mereka hanya ingin tetap memiliki ruang untuk mencari nafkah.

Sebab bagi mereka, pasar bukan sekadar tempat berdagang. Pasar adalah tempat mereka menjaga kehidupan, satu hari demi satu hari.@eko

Tags: PasarPasar Klewerpedagang kecilTukang Becak

Kamu Melewatkan Ini

17 Agustus, Rezeki Pedagang Kecil Ikut Merdeka

17 Agustus, Rezeki Pedagang Kecil Ikut Merdeka

by eko
Agustus 17, 2026

Momentum HUT RI di Sriwedari bukan cuma soal upacara. Bagi pedagang kecil, keramaian juga membuka peluang menambah rezeki. Tabooo.id -...

Bendera Murah di Online, Pedagang Kecil Jadi Korban?

Bendera Murah di Online, Pedagang Kecil Jadi Korban?

by eko
Agustus 10, 2026

Pedagang bendera di Karanganyar mengaku sepi menjelang 17 Agustus. Persaingan harga online ikut mengubah pilihan pembeli. Tabooo.id - Merah Putih...

Harga Emas Tinggi, Tukang Patri Solo Tetap Menyambung Harapan

Harga Emas Tinggi, Tukang Patri Solo Tetap Menyambung Harapan

by eko
Agustus 7, 2026

Harga bahan patri dan emas terus naik. Anwar, tukang patri emas di Jalan Radjiman, Surakarta, bertahan selama 29 tahun meski...

Next Post
Kabar Media Lokal Dilarang Meliput Demo Ramai Dibahas, Apa Faktanya?

Kabar Media Lokal Dilarang Meliput Demo Ramai Dibahas, Apa Faktanya?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id