Tabooo.id: Game – Kalau kamu tiba-tiba merasa Monkey D. Luffy nyasar ke Land of Dawn, santai saja kamu tidak sedang berhalusinasi. Moonton resmi merilis hero baru Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) bernama Sora, dan kemiripannya dengan Luffy versi Gear 5 nyaris mustahil diabaikan. Rambut putih, aura awan, ekspresi bebas tinggal menunggu ia berteriak “Gomu Gomu” di mid lane.
Namun tentu saja, ini bukan One Piece. Ini MLBB. Karena itu, Moonton kembali memainkan jurus lamanya: mengambil inspirasi pop culture dengan senyum tipis sambil berujar, “Tenang, ini bukan plagiasi.”
Dua Peran, Dua Kepribadian
Pertama-tama, Sora jelas bukan hero kaleng-kaleng. Ia hadir dengan dua peran sekaligus Fighter dan Tank. Satu tubuh, dua gaya main, dan dua keputusan besar di setiap team fight. Mau tampil agresif? Bisa. Mau jadi tameng hidup? Juga bisa.
Selanjutnya, Moonton membagi gaya bertarung Sora ke dalam dua mode utama Thunder dan Torrent. Saat memasuki mode Thunder, Sora bermain buas. Ia mengorbankan sebagian HP untuk menambah Attack, sehingga setiap pukulan terasa lebih “nyetrum”. Karena itu, mode ini cocok bagi pemain yang gemar membuka war sambil berharap lawan panik lebih dulu.
Sebaliknya, mode Torrent mengubah Sora menjadi tembok berjalan. Dalam mode ini, ia menukar Attack menjadi HP. Memang, damage berkurang. Akan tetapi, daya tahannya melonjak drastis. Maka dari itu, mode Torrent pas untuk pemain yang memegang prinsip lama MLBB hidup lebih lama berarti kontribusi lebih besar.
Mirip Luffy? Iya. Kebetulan? Silakan Nilai Sendiri
Sulit menutup mata dari fakta bahwa desain Sora sangat menyerupai Luffy Gear 5. Aura awan yang melingkar, gaya bertarung yang lincah, hingga konsep bebas berpindah mode terasa seperti terjemahan MOBA dari semangat bajak laut topi jerami.
Lebih jauh lagi, kemampuannya memperkuat kesan tersebut. Mode Thunder mengingatkan pada Gear 2 yang cepat dan eksplosif. Sementara itu, mode Torrent terasa seperti Gear 3 yang berat dan menghantam. Bedanya, Sora tidak memukul naga langit ia fokus menghajar turret dan core musuh.
Skill Lincah, Gameplay Dinamis
Dari sisi mekanik, Moonton merancang Sora untuk pemain aktif. Skill pasif Mystic Surge memungkinkan pergantian mode sambil mengumpulkan efek Cloudstep guna memperkuat skill berikutnya. Dengan kata lain, pemain yang asal pencet tombol akan kerepotan. Sora menuntut timing, bukan sekadar refleks cepat.
Kemudian, Sundering Strike memberi dua pukulan cepat plus dash lanjutan, ideal untuk zoning atau kabur dengan gaya. Windstride menghadirkan lompatan agresif dengan efek slow, sehingga lawan sulit melarikan diri. Sementara itu, ultimate Shifting Skies menjadi pusat permainan karena efeknya berubah total sesuai mode yang aktif.
Singkatnya, Sora bukan hero auto-pilot. Ia justru memberi hadiah besar bagi pemain yang mau berpikir dan membaca situasi.
Pop Culture, Inspirasi, dan Garis Tipis
Pada akhirnya, kehadiran Sora kembali membuka diskusi klasik di dunia pop culture di mana batas antara inspirasi dan terlalu mirip? Moonton jelas memahami target pasarnya. Mereka menyasar pemain yang tumbuh bersama anime, meme, dan budaya internet.
Namun di balik itu, terselip pesan penting. Industri game modern hidup dari referensi budaya populer. Melalui Sora, Moonton menunjukkan bahwa pemain tidak hanya mencari mekanik, tetapi juga koneksi emosional.
Harga, Skin, dan Godaan Klasik
Untuk urusan harga, Moonton bermain aman. Sora dijual seharga 32.000 Battle Points atau 599 Diamonds. Skin perdananya, Azure Cloud, dibanderol 269 Diamonds. Menariknya, diskon pekan pertama memangkas harga menjadi nyaris receh.
Strateginya jelas buat pemain jatuh cinta dulu, urusan dompet belakangan.
Penutup: Bebas, Tapi Tetap Terkendali
Pada akhirnya, Sora menjadi bukti bagaimana Mobile Legends terus berevolusi, bukan hanya sebagai game, tetapi juga sebagai produk budaya pop. Ia cepat, fleksibel, dan sarat referensi.
Apakah Sora Luffy versi MOBA? Tidak resmi.
Namun, apakah pemain akan memanggilnya Luffy? Hampir pasti.
Karena di dunia game seperti di dunia nyata inspirasi hampir selalu viral lebih dulu daripada klarifikasi. @dimas




