Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Helm Baja, Nyawa Anak, dan Pertanyaan untuk Aparat

by dimas
Februari 21, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Talk – Pernahkah kamu berpikir, aparat yang seharusnya melindungi justru menjadi ancaman? Di Tual, Maluku, tragedi ini nyata helm baja yang dipukul oleh anggota Brimob menewaskan AT, 14 tahun. Anak berprestasi dan hafiz Al-Quran itu tewas saat hendak menikmati hari biasa. Ironis, bukan?

Kehidupan yang Terhenti dalam Sekejap

Bayangkan pagi itu: AT dan kakaknya NKT keluar rumah untuk berjalan-jalan di kota. Mereka bukan konvoi liar, bukan pelaku kejahatan hanya anak-anak yang sedang libur sekolah. Pukulan mendadak di kepala AT menghentikan semuanya. Helm yang seharusnya melindungi justru menjadi alat kekerasan.

Ayah mereka, Rijik Tawakal, berlari dari rumah ke lokasi kejadian dan ke rumah sakit, berharap menemukan anaknya selamat. Yang ia temukan hanyalah wajah anaknya penuh darah dan kesedihan yang tak terperi. Dalam enam jam, AT pergi selamanya.

Keluarga menuntut keadilan, meminta pelaku dipecat tidak dengan hormat, dan dihukum seberat-beratnya. Semua itu wajar. Tidak ada alasan sah bagi aparat untuk menimbulkan kematian anak-anak.

Perspektif Lain: Aturan dan Proses Hukum

Tentu saja, ada yang bilang “Sabar dulu, hukum harus berjalan, jangan main hakim sendiri.” Benar. Bripda MS kini ditahan dan sedang diperiksa, menghadapi ancaman hukum maksimal 15 tahun sesuai UU Perlindungan Anak. Proses kode etik juga berjalan paralel.

Ini Belum Selesai

Apakah Sistem Listrik Indonesia Sedang Menuju Krisis?

Indonesia Kaya Budaya, Tapi Kita Terlalu Haus Validasi Asing?

Tapi, mari kita pikir sejenak: apakah masyarakat masih percaya pada aparat ketika alat negara bisa membunuh anak? AT bukan korban tunggal, YLBHI menyoroti pola sistemik, mulai dari Affan Kurniawan di Jakarta hingga kasus Gijik di Kalimantan Tengah. Bukankah ini menunjukkan struktur dan mekanisme pengawasan polisi masih bermasalah?

Kekerasan Aparat: Masalah Sistemik

Kalau kita hanya menganggap tragedi ini insiden tunggal, kita menipu diri sendiri. Polri bisa menahan pelaku, tapi jika reformasi struktural tidak dilakukan evaluasi peran Brimob, mekanisme pengawasan, dan pelatihan humanis korban berikutnya tinggal menunggu waktu.

Kritik ini bukan untuk menghina, tetapi untuk menyadarkan. Ketika aparat berkuasa tanpa batas, masyarakat menjadi rentan. Anak-anak, remaja, bahkan pengemudi ojek daring bisa kehilangan nyawa. Sistem harus melindungi, bukan menjadi ancaman.

Tabooo Mengajak Berpikir

Tragedi AT mengingatkan kita dua hal. Pertama, anak-anak berhak aman dari kekerasan. Kedua, institusi yang menjalankan kekuasaan harus transparan dan akuntabel. Tanpa kedua hal itu, hukum hanyalah teks kosong, dan aparat menjadi simbol ketakutan, bukan perlindungan.

Selain itu, kita harus menuntut proses hukum yang tegas sekaligus edukatif agar pelaku dihukum, sistem diperbaiki, dan masyarakat belajar bahwa hak hidup anak tidak bisa digadaikan.

Lalu, Kamu di Kubu Mana?

Apakah kamu berada di kubu yang menuntut reformasi polisi segera, atau di kubu yang bilang “biarkan proses hukum berjalan dulu”? Bisa juga berada di tengah, marah tapi berharap sistem tetap adil. Yang jelas, tragedi AT menuntut kita memilih sikap tidak ada jalan tengah untuk ketidakadilan.

Pertanyaannya sederhana: apakah kita membiarkan tragedi ini menjadi statistik, atau menjadikannya momentum untuk berubah? Helm baja itu mungkin sudah tidak memukul lagi, tetapi luka sistemik yang ia ungkap harus segera ditambal. @dimas

Tags: AnakAparatBrimobHakKeadilankekerasanKriminal & HukumMalukuPerlindunganPolriReformasiTegas

Kamu Melewatkan Ini

Kantata Takwa, Bento, Bongkar: Ketika Kritik Lama Bertemu Elite Masa Kini

Kantata Takwa, Bento, Bongkar: Ketika Kritik Lama Bertemu Elite Masa Kini

by teguh
Juni 21, 2026

Malam itu, Stadion Utama Gelora Bung Karno tidak hanya menjadi lokasi konser Kantata Takwa. Lebih dari seratus ribu orang memenuhi...

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

by Tabooo
Juni 10, 2026

UU Polri baru tidak hanya mengubah batas usia pensiun. Aturan ini juga membuka pertanyaan besar soal regenerasi, kewenangan digital, ruang...

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

by Tabooo
Juni 10, 2026

DPR RI resmi sahkan RUU Polri menjadi undang-undang dalam rapat paripurna. DPR menyebut aturan baru ini memperkuat transformasi, pengawasan, netralitas,...

Next Post
Presiden Pulang dari AS Bawa “Diskon Tarif Impor”

Presiden Pulang dari AS Bawa “Diskon Tarif Impor”

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id