Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Harta, Tahta, Kuasa

by jeje
November 22, 2025
in Deep
A A
Home Deep
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Deep – Di balik tembok-tembok tua Keraton Surakarta, sejarah seolah memutar ulang dirinya sendiri. Bukan dengan tinta, tetapi dengan ketegangan. Bukan dengan suara, tetapi dengan bisik-bisik tentang tahta, legitimasi, dan siapa yang sesungguhnya berhak menyandang gelar raja.

Dua Raja, Satu Tahta, dan Ruang Kosong yang Tak Pernah Kosong

Pasca wafatnya PB XIII, ruang kosong di Keraton Surakarta tidak pernah benar-benar kosong. Justru sebaliknya, ruang itu berubah menjadi panggung senyap, tempat dua nama besar muncul ke garis depan: SISKS PB XIV (Gusti Purbaya) dan SISKS PB XIV Hangabehi.
Dua garis darah. Dua klaim. Dua narasi yang sama-sama menyatakan diri sebagai pewaris sah.

Pertanyaannya pun menggelinding:
Siapa yang benar-benar menjadi raja?
Dan siapa yang sekadar diakui sebagian pihak?

Legitimasi yang Bertabrakan

Di balik prosesi adat, upacara resmi, dan pernyataan yang para tokoh sampaikan ke publik, satu hal makin terlihat: berbagai pihak terus mempertahankan tarik-menarik legitimasi yang tidak pernah benar-benar mereda. Satu sisi menggalang dukungan internal, sementara sisi lain mempertahankan tradisi, struktur lama, dan klaim sejarah yang tidak bisa mereka hapus begitu saja.

Keraton, seperti biasa, tetap menyimpan misterinya sendiri. Karena di balik pintu kayu jati dan pilar-pilar joglo itu, pertanyaan sesungguhnya justru berputar pelan:
Siapa yang memegang kunci masa depan Keraton Surakarta?

Ini Belum Selesai

AMPB Tinggalkan DPR, Mengapa Warga Pati Memilih Mengalah?

Apa Itu Masyarakat Prismatik dan Mengapa Masih Relevan?

Diam yang Tidak Benar-Benar Diam

Keluarga besar, abdi dalem, dan sentana dalem berusaha menjaga keheningan. Namun diam mereka justru membuat gelombang pertanyaan makin besar. Publik pun bertanya-tanya:
Apakah ini sekadar perebutan tahta?
Atau ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar gelar raja?

Tahta: Lebih dari Sekadar Kursi

Karena di Keraton, tahta bukan sekadar simbol. Tahta adalah warisan. Tahta adalah pusat sensitivitas yang menyentuh tiga lapis paling riskan dalam sejarah kekuasaan Jawa:
harta, tahta, dan kuasa.

Dan ketika dua raja berdiri pada waktu yang sama, dengan gelar yang sama, di tanah yang sama — Surakarta tahu satu hal:
Konflik ini belum selesai.
Babak berikutnya baru saja dimulai. @jeje


Tags: kratonkuasa

Kamu Melewatkan Ini

Pengrawit: Penjaga Irama yang Jarang Masuk Panggung

Pengrawit: Penjaga Irama yang Jarang Masuk Panggung

by eko
Agustus 5, 2026

Pengrawit menjaga harmoni gamelan dari balik panggung. Meski jarang dikenal, mereka menjadi penjaga warisan budaya yang terus hidup di tengah...

Roro Mendut dan Warisan Kuasa yang Belum Mati

Roro Mendut dan Warisan Kuasa yang Belum Mati

by teguh
April 27, 2026

Banyak orang menganggap Roro Mendut hanya legenda cinta dari tanah Jawa. Padahal, kisah itu menyimpan cerita tentang tubuh perempuan, ambisi...

Harga Tembakau Madura Naik, Tapi Kuasa Masih di Tangan Pasar

Harga Tembakau Madura Naik, Tapi Kuasa Masih di Tangan Pasar

by teguh
April 20, 2026

Tabooo.id: Deep - Malam itu, Monumen Arek Lancor di Pamekasan tidak sekadar menampung acara silaturahmi. Tempat itu menampung kegelisahan lama...

Next Post
Wapres Gibran Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia di Afrika Selatan

Wapres Gibran Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia di Afrika Selatan

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id