Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Hari Anak Nasional: Anak Butuh Ruang Tumbuh, Bukan Sekadar Seremoni

by eko
Agustus 10, 2026
in Culture
A A
Home Culture
Share on Facebook
Share on Twitter


Hari Anak Nasional 2026 di Solo menunjukkan anak butuh ruang bermain, bersosialisasi, dan belajar, bukan sekadar seremoni.

Tabooo.id – Anak-anak tidak datang ke sebuah acara untuk memikirkan seremoni. Mereka datang untuk bermain, tertawa, mencoba hal baru, dan bertemu teman. Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Taman Lingkar, Lokananta, Surakarta, memperlihatkan kebutuhan sederhana itu.

Pemerintah Kota Surakarta melalui DP3AP2KB menggelar peringatan Hari Anak Nasional 2026 dengan tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”.

Anak-anak mengikuti pertunjukan dan berbagai permainan. Panitia juga menyiapkan hadiah bagi peserta yang berhasil mengikuti tantangan.

Namun, cerita dari acara itu tidak berhenti pada siapa yang membawa pulang hadiah.

Ini Belum Selesai

Tesla Pamerkan Mobil Terbang, Benarkah Siap Meluncur pada 2028?

JOFAFEST 6 Usung “Transcend”, Ajak Sineas Muda Melampaui Batas

Anak Belajar dari Permainan

Gani, murid SD Al Islam 1 Surakarta, menjadi salah satu peserta kegiatan.

Ia mengaku senang mengikuti rangkaian acara. Baginya, pertunjukan dan permainan menjadi bagian paling menarik.

“Tadi di sana acaranya bagus. Pertama menonton pertunjukan, kedua lanjut games,” tutur Gani.

Gani juga mendapat hadiah setelah berhasil menebak lagu dengan benar.

Pengalaman itu membuatnya berharap kegiatan serupa kembali hadir tahun depan.

“Harapannya semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi dan banyak hadiahnya,” ungkapnya.

Keinginan Gani terdengar sederhana. Namun, keinginan itu menunjukkan kebutuhan anak yang sering luput dari pembicaraan orang dewasa.

Anak membutuhkan pengalaman di luar rutinitas sekolah. Mereka juga membutuhkan ruang untuk bermain, mencoba, dan berinteraksi.

Bermain Bukan Sekadar Refreshing

Guru pendamping SD Al Islam 1 Surakarta, Agus, melihat kegiatan tersebut dari sudut yang lebih luas.

Menurutnya, kegiatan seperti ini membantu anak mengenal lingkungan sekaligus mendapat pengalaman baru.

“Kegiatan ini sangat baik untuk anak karena dapat menjadi pembelajaran sosialisasi dan menambah pengetahuan,” jelas Agus.

Interaksi tersebut juga mendukung proses tumbuh kembang anak.

Karena itu, Agus berharap Pemkot Surakarta terus menghadirkan kegiatan serupa.

“Harapannya semoga kegiatan ini dilanjutkan untuk menunjang daya tumbuh kembang anak,” ungkapnya.

Di sinilah makna Hari Anak Nasional terasa lebih luas.

Anak tidak hanya membutuhkan nilai bagus, prestasi, atau tambahan pelajaran. Mereka juga membutuhkan kesempatan untuk mengenal dunia melalui pengalaman langsung.

Realitasnya, Anak Juga Butuh Ruang Bermain

Rutinitas belajar, tugas sekolah, dan berbagai tuntutan sering membuat bermain terlihat seperti kegiatan tambahan.

Padahal, anak bisa belajar banyak hal melalui permainan.

Mereka belajar berkomunikasi, belajar mengikuti aturan, belajar menerima kemenangan dan kekalahan.

Mereka juga belajar berani tampil di depan orang lain.

Kegiatan di Lokananta memperlihatkan sisi tersebut.

Acara itu memang menghadirkan games dan hadiah. Namun, nilai terbesarnya justru muncul dari ruang interaksi yang tercipta.

Gani mungkin mengingat pertunjukan dan hadiah yang ia bawa pulang.

Agus melihat pengalaman itu sebagai proses sosialisasi dan pembelajaran.

Dua sudut pandang tersebut bertemu pada satu kebutuhan: anak membutuhkan ruang untuk tumbuh tanpa kehilangan kegembiraan.

Masa Depan Tidak Selalu Dimulai dari Ruang Kelas

Tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” akhirnya punya makna yang lebih luas.

Membangun masa depan anak tidak selalu berarti menambah pelajaran atau mengejar prestasi.

Kadang, masa depan tumbuh dari pengalaman sederhana.

Dari permainan, pertemanan, keberanian menjawab sebuah lagu, kesempatan untuk tampil.

Dari ruang untuk berbicara dan didengar.

Ini bukan sekadar seremoni Hari Anak. Ini pengingat bahwa tumbuh kembang anak membutuhkan ruang yang nyata.

Anak bukan mesin prestasi.

Mereka manusia yang sedang belajar menjadi manusia.

Dan mungkin, itu realitas yang paling sering kita lupakan ketika terlalu sibuk merancang masa depan mereka.

Sebab sebelum meminta anak menjadi hebat, bukankah kita perlu memastikan mereka sempat menjadi anak-anak?@eko

Tags: Hari Anak Nasional 2026respati ardiSekolah DasarSolo

Kamu Melewatkan Ini

Pameran Keris Keluar dari Museum, Solo Mengajak Wisatawan Menyentuh Ingatan

Pameran Keris Keluar dari Museum, Solo Mengajak Wisatawan Menyentuh Ingatan

by teguh
Oktober 14, 2026

Pemkot Solo mengadakan pameran Keris dengan membawa koleksi Museum Radya Pustaka dan Museum Keris ke sembilan hotel di Solo Raya....

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

by teguh
Oktober 13, 2026

Museum tak harus menunggu pengunjung datang. Kali ini, koleksi sejarah dan budaya Solo yang biasanya tersimpan di gedung museum justru...

Pemkot Solo Resmikan Parkir Gratis Masjid Zayed, UMKM Jangan Terpingirkan

Pemkot Solo Resmikan Parkir Gratis Masjid Zayed, UMKM Jangan Terpingirkan

by eko
Oktober 10, 2026

Pemkot Solo membuka parkir gratis di Masjid Sheikh Zayed untuk memudahkan pengunjung dan mendorong penjualan UMKM di sekitar masjid. Tabooo.id:...

Next Post
Hari Anak Nasional di Solo: Anak Butuh Ayah, Bukan Sekadar Acara

Hari Anak Nasional di Solo: Anak Butuh Ayah, Bukan Sekadar Acara

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id