Hari Anak Nasional 2026 di Solo tak sekadar seremoni. Wali Kota Respati Ardi mendorong ayah aktif momong anak melalui gerakan GAS MAS.
Tabooo. id – Hari Anak Nasional 2026 di Solo tak sekadar menjadi seremoni. Pemkot Surakarta mendorong para ayah lebih aktif mendampingi anak melalui gerakan GAS MAS atau Gerakan Bapak/Ayah Senang Momong Anak Surakarta.
Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar peringatan Hari Anak Nasional di Taman Lingkar, Lokananta, Surakarta.
Kegiatan tersebut mengajak anak-anak mengikuti berbagai aktivitas. Mereka bermain, mengikuti lomba interaktif, belajar melalui permainan edukatif, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Panitia juga menyiapkan sejumlah hadiah untuk menambah semangat anak-anak mengikuti kegiatan.
Kegiatan Hari Anak Nasional 2026 itu mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”.
Tema tersebut menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam menjaga anak. Anak tidak hanya membutuhkan ruang untuk bermain dan belajar. Mereka juga membutuhkan orang tua yang hadir dan mau mendengar.
Wali Kota Solo Soroti Peran Ayah
Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan peringatan Hari Anak Nasional tahun ini tidak boleh berhenti sebagai agenda tahunan.
Menurutnya, momentum tersebut harus mendorong perubahan dalam pola pengasuhan keluarga.
“Seperti kita tahu, Hari Anak Nasional setiap tahun sering kita rayakan hanya sebagai seremoni. Namun, tahun ini kami menciptakan sebuah gerakan agar kehadiran ayah menjadi memori baik bagi anak,” jelas Respati Ardi, Sabtu (8/8/2026).
Respati menilai ayah memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Peran itu tidak hanya berkaitan dengan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Ayah juga perlu hadir dalam kehidupan sehari-hari anak. Mulai dari menemani bermain, mendengarkan cerita, membantu belajar, hingga membangun komunikasi di dalam keluarga.
Menurut Respati, kedekatan tersebut dapat membantu orang tua memahami perkembangan anak sejak dini.
“Kami ingin kehadiran ayah ikut mendidik karakter anak di tengah berbagai tantangan, termasuk penyimpangan seksual. Kehadiran ayah penting sekali untuk membangun partner yang kuat dalam keluarga,” lanjutnya.
Respati juga mengajak para ayah untuk berbagi peran dalam pengasuhan. Ia tidak ingin urusan mendampingi anak hanya menjadi tanggung jawab ibu.
GAS MAS Ajak Ayah Aktif Momong Anak
Dorongan tersebut kemudian hadir melalui program GAS MAS. Program ini merupakan singkatan dari Gerakan Bapak/Ayah Senang Momong Anak Surakarta.
GAS MAS mengajak para ayah terlibat langsung dalam aktivitas anak. Ayah tidak hanya hadir ketika anak membutuhkan sesuatu.
Ayah juga perlu meluangkan waktu untuk menemani anak dalam kegiatan sederhana sehari-hari.
“Makanya, ini juga menjadi alasan kuat saya menjalankan program GAS MAS, Gerakan Bapak/Ayah Senang Momong Anak Surakarta,” ungkap Respati.
Melalui program tersebut, Pemkot Surakarta ingin membangun pola pengasuhan yang melibatkan kedua orang tua.
Ayah dan ibu dapat berbagi peran dalam mendampingi anak. Pembagian peran itu juga dapat membuka ruang komunikasi yang lebih dekat di dalam keluarga.
Aktivitas sederhana seperti bermain bersama dapat menjadi kesempatan bagi ayah untuk mengenal anak lebih dekat.
Dari kebiasaan tersebut, orang tua dapat memahami kebutuhan, karakter, serta persoalan yang anak hadapi.
Hari Anak Nasional Jadi Momentum Hadir Bersama Anak
Peringatan Hari Anak Nasional di Taman Lingkar, Lokananta, juga memberikan ruang bagi anak untuk mendapatkan pengalaman positif.
Anak-anak dapat bermain, belajar, mengikuti kegiatan edukatif, dan berinteraksi bersama teman-teman mereka.
Kehadiran keluarga membuat kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi anak. Orang tua juga mendapat kesempatan untuk membangun kedekatan bersama anak.
Pemkot Surakarta turut mengajak masyarakat menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
Lingkungan yang aman membuat anak memiliki ruang untuk tumbuh dan berkembang. Anak juga membutuhkan kesempatan untuk menyampaikan pendapat tanpa rasa takut.
Perlindungan anak tidak cukup melalui satu kegiatan dalam setahun. Orang tua dan lingkungan harus membangun kebiasaan yang mendukung anak setiap hari.
Pesan tersebut menjadi salah satu inti peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Solo.
Anak membutuhkan orang dewasa yang hadir. Mereka membutuhkan orang tua yang mau mendengar, menemani, dan memahami dunia mereka.
Dalam konteks tersebut, GAS MAS membawa pesan sederhana. Ayah tidak hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan anak.
Ayah juga perlu hadir dalam kehidupan anak. Hari Anak Nasional akhirnya bukan hanya tentang perayaan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan anak juga tumbuh dari perhatian orang tua hari ini.
Di Solo, pesan itu terangkum dalam satu gerakan: ayah ikut momong, ikut mendidik, dan ikut membangun masa depan anak.@eko








