Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Harga Pakan Mahal, Peternak Soloraya Turun ke Jalan

by eko
Agustus 5, 2026
in Reality
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter


Ratusan peternak ayam Soloraya berdemo di Bundaran Gladak Solo. Mereka memprotes harga pakan yang terus naik dan mengaku menjual aset agar usaha tetap bertahan.

Tabooo.id – Ayam biasanya makan jagung. Namun, di Bundaran Gladak, Solo, Rabu (5/8/2026), ayam justru “memakan” sertifikat tanah dan BPKB.

Aksi itu bukan pertunjukan. Peternak memakai simbol tersebut untuk menunjukkan beratnya biaya beternak dalam enam bulan terakhir.

Peternak Mengaku Tertekan dari Dua Sisi

Ratusan peternak ayam dari berbagai daerah di Soloraya berkumpul di Bundaran Gladak. Mereka membawa baliho bertuliskan “Suara Rakyat Merdeka Lapor Pak Presiden Pakan Ternak.”

Mereka juga bergantian menyampaikan orasi. Selain itu, mereka membentangkan spanduk yang memuat enam tuntutan.

Ini Belum Selesai

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

BBMC Central Java Genap 26 Tahun, Bikers Se-Indonesia Berkumpul di Solo

Tuntutan itu meliputi harga jagung, kebijakan impor, mahalnya bungkil kedelai dan meat and bone meal (MBM), dugaan monopoli bahan baku pakan, pembentukan Kementerian Peternakan, serta penunjukan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Sertifikat Tanah Jadi Simbol Biaya Produksi

Aksi paling menarik terjadi ketika peternak memberi makan ayam dengan rumput, sertifikat tanah, dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Mereka memakai simbol itu untuk menggambarkan kondisi peternak rakyat saat ini.

Penanggung jawab aksi, Krishandrika Immanuel Raharjo, mengatakan banyak peternak sudah menjual aset demi mempertahankan usaha.

“Ketika ayam sudah tidak cukup diberi makan dengan pakan yang ada, akhirnya kami jual tanah dan jual mobil. Itu kenyataan yang terjadi hari ini,” katanya saat dihubungi via seluler.

Selain berdemo, peternak juga membagikan 50 ekor ayam dan 1.000 butir telur kepada masyarakat.

Harga Jagung Jauh di Atas Acuan Pemerintah

Krishandrika menjelaskan peternak menghadapi tekanan dari dua arah.

Harga telur tetap rendah. Sebaliknya, biaya produksi terus naik.

Menurutnya, harga jagung kini mencapai Rp6.800 hingga Rp7.000 per kilogram. Sementara itu, harga acuan pemerintah hanya Rp5.500 per kilogram.

Ia menilai pemerintah perlu mencari solusi agar harga pakan kembali turun.

“Kalau pemerintah ingin harga telur murah, biaya pakan juga harus murah. Kami siap mendukung kalau kebijakannya membantu peternak,” ujarnya.

Peternak Soroti Kebijakan Impor

Krishandrika juga mengkritik kebijakan impor bahan baku pakan.

Menurutnya, harga beberapa komponen pakan naik sekitar Rp2.000 per kilogram dalam enam bulan terakhir.

Kenaikan itu membuat keuntungan peternak semakin tipis.

Ia khawatir peternak kecil tidak mampu bertahan jika kondisi tersebut terus berlangsung.

“Kalau peternak kecil terus rugi, lama-lama mereka hilang. Yang bertahan hanya peternak besar,” katanya.

Reality Tabooo

Demo ini bukan sekadar tentang harga jagung.

Aksi memberi makan ayam dengan sertifikat tanah menunjukkan satu kenyataan. Banyak peternak mulai menjual aset agar kandang tetap beroperasi.

Ketika biaya produksi terus naik, peternak kecil menjadi pihak yang paling rentan.

Jika kondisi ini terus berlangsung, Indonesia bukan hanya menghadapi persoalan harga pakan. Indonesia juga berisiko kehilangan peternak rakyat yang selama ini menjaga pasokan pangan.

Itulah persoalan yang sebenarnya. Bukan hanya soal jagung yang mahal, tetapi soal siapa yang masih mampu bertahan di sektor peternakan.@eko

Tags: Harga pakanjagung naikPeternakPeternak Solo Raya

Kamu Melewatkan Ini

Pakan Melonjak, Telur Stangnan: Peternak di Jogja Makin Tertekan

Pakan Melonjak, Telur Stagnan: Peternak di Jogja Makin Tertekan

by dimas
Agustus 11, 2026

Harga pakan ayam melonjak, sementara harga telur stagnan. Peternak di Jogja terjepit biaya produksi dan mulai menanggung kerugian. Tabooo.id -...

Pakan Mahal: Peternak Kecil dan Ancaman yang Tak Terlihat

Pakan Mahal: Peternak Kecil dan Ancaman yang Tak Terlihat

by eko
Agustus 5, 2026

Peternak Soloraya memprotes harga pakan yang terus naik. Banyak peternak menjual aset demi menjaga kandang tetap hidup. Tabooo.id - Pagi...

Next Post
Komdigi Bakal Wajibkan Balik Nama HP Bekas? Ini Faktanya

Komdigi Bakal Wajibkan Balik Nama HP Bekas? Ini Faktanya

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id