Senin, April 20, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Harga Avtur Meledak, Seberapa Kuat Pariwisata Nasional Bertahan?

April 18, 2026
in Nasional, News
A A
Home News Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Lonjakan harga avtur kini menjadi ancaman serius bagi sektor penerbangan dan pariwisata nasional. Konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga energi global, dan dampaknya langsung terasa hingga ke tiket pesawat domestik di Indonesia.

Per 1 April 2026, harga avtur melonjak drastis. Untuk penerbangan internasional, harga naik dari 74,2 sen AS per liter pada Maret menjadi 133,8 sen AS per liter, atau meningkat lebih dari 80 persen. Sementara itu, di Bandara Soekarno-Hatta, harga avtur domestik naik dari Rp 13.656 menjadi Rp 23.551 per liter, atau sekitar 72,5 persen.

Kenaikan ini memutus tren penurunan harga avtur dalam lima tahun terakhir. Padahal sebelumnya, harga sempat turun dari Rp 14.608 per liter pada 2022 menjadi Rp 12.921 per liter pada 2025.

Industri Penerbangan Tertekan

Kenaikan harga avtur langsung menekan biaya operasional maskapai. Komponen bahan bakar menyumbang sekitar 30 hingga 40 persen dari total biaya. Artinya, setiap lonjakan harga energi global hampir pasti diikuti kenaikan tiket pesawat.

Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) merekomendasikan dua opsi. Pertama, menaikkan harga tiket hingga tarif batas atas serta menambahkan fuel surcharge. Kedua, menyesuaikan surcharge berdasarkan kenaikan avtur.

BacaJuga

AS dan Iran Kembali Berunding, Tapi Dunia Tak Yakin Perang Akan Berakhir

Gas Tidak Meledak, Tapi Harganya Bikin Rumah Tangga Diam-Diam Panik

“Penyesuaian ini diperlukan untuk mencapai titik impas dan mencegah kerugian,” demikian rekomendasi INACA.

Tanpa intervensi, harga tiket berpotensi naik hingga 30 sampai 35 persen.

Pemerintah Turun Tangan

Pemerintah merespons cepat tekanan ini. Pada 6 April 2026, sejumlah kebijakan diluncurkan. Di antaranya subsidi PPN Ditanggung Pemerintah sebesar 11 persen untuk tiket ekonomi domestik, pembatasan fuel surcharge maksimal 38 persen, serta pembebasan bea masuk suku cadang pesawat.

Selain itu, pemerintah menggelontorkan subsidi Rp 2,6 triliun untuk menahan lonjakan harga tiket. Targetnya, kenaikan harga tiket tetap terkendali di kisaran 9 hingga 13 persen.

Langkah ini menjadi bantalan penting agar industri penerbangan tetap bertahan, sekaligus menjaga sektor pariwisata.

Pariwisata Nasional di Persimpangan

Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada transportasi udara. Konektivitas antarwilayah menjadi kunci pemerataan pembangunan sekaligus penggerak pariwisata.

Namun, lonjakan harga avtur mulai mengganggu ekosistem ini. Harga avtur di bandara destinasi wisata prioritas kini rata-rata di atas Rp 22.000 per liter. Di beberapa lokasi seperti Ternate, tiket pesawat melonjak dari Rp 2,5 juta menjadi sekitar Rp 4 juta.

Hal serupa terjadi pada rute Surabaya-Labuan Bajo, yang kini mendekati Rp 2 juta dari sebelumnya sekitar Rp 1,5 juta.

Kondisi ini berisiko menekan minat wisatawan, terutama wisatawan nusantara yang menjadi tulang punggung sektor pariwisata. Data Badan Pusat Statistik mencatat, perbandingan wisnus dan wisman mencapai 70:1, menunjukkan dominasi perjalanan domestik.

Ancaman terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Pariwisata menyumbang sekitar 3,9 hingga 4 persen terhadap PDB nasional. Bahkan, nilai kontribusinya diperkirakan mencapai lebih dari Rp 900 triliun pada 2024.

Tren kunjungan wisatawan domestik sebenarnya sedang tumbuh positif. Setelah terpukul pandemi, jumlah perjalanan wisnus mencapai 1,2 miliar pada 2025, naik 17,55 persen dari tahun sebelumnya.

Namun, kenaikan harga tiket berpotensi menghambat momentum ini.

Menjaga Keseimbangan

Kondisi ini menempatkan pemerintah dan pelaku industri dalam dilema. Di satu sisi, maskapai harus bertahan dari tekanan biaya. Di sisi lain, masyarakat membutuhkan akses perjalanan yang terjangkau.

Insentif fiskal menjadi solusi jangka pendek. Namun, stabilitas harga energi global tetap menjadi faktor penentu jangka panjang.

Jika harga avtur terus tinggi, pariwisata bukan hanya melambat. Ia bisa berubah menjadi sektor yang semakin eksklusif.

Penutup

Lonjakan harga avtur bukan sekadar isu energi. Ini soal akses, mobilitas, dan masa depan pariwisata Indonesia.

Ketika harga tiket terus naik, pertanyaannya sederhana masihkah liburan menjadi hak semua orang, atau hanya milik segelintir? @dimas

Tags: Avtur NaikEkonomi NasionalGeopolitikHarga TiketIndustri Penerbangankrisis energiPariwisata IndonesiaTiket PesawatTransportasi UdaraWisata Domestik

REKOMENDASI TABOOO

Hollywood 1961: Soekarno Cukup Naik Sepeda untuk Membuat Dunia Hormat

Hollywood 1961: Soekarno Cukup Naik Sepeda untuk Membuat Dunia Hormat

by teguh
April 17, 2026

Tabooo.id: Vibes - Di era modern, banyak pemimpin mengukur kebesaran lewat iring-iringan mobil hitam, pengawalan rapat, dan panggung yang serba...

Kapal Dagang Diserang di Selat Hormuz, Pasokan Minyak Global Terancam

Selat Hormuz Dibuka, Asalkan AS Mau Menyerah di Meja Negosiasi

by dimas
April 17, 2026

Tabooo.id: Global - Ketika dunia berharap konflik mereda, realitas justru menunjukkan tarik-ulur kekuatan. Selat Hormuz, jalur vital energi global, kembali...

Paus Leo vs Trump: Kenapa Suara Perdamaian Justru Berhadapan dengan Kekuatan?

Paus Leo vs Trump: Kenapa Suara Perdamaian Justru Berhadapan dengan Kekuatan?

by dimas
April 15, 2026

Tabooo.id: Deep - Perang selalu menghadirkan dua wajah. Di satu sisi, negara berbicara soal keamanan dan kepentingan. Namun di sisi...

Next Post
Aplikasi Kencan: Tempat Cari Cinta atau Celah Kehilangan?

Aplikasi Kencan: Tempat Cari Cinta atau Celah Kehilangan?

Recommended

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026
Huawei Mate 80 Pro: Ponsel Bukan Sekadar Gadget, Tapi Status Comeback

Huawei Mate 80 Pro: Ponsel Bukan Sekadar Gadget, Tapi Status Comeback

April 17, 2026

Popular

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

April 14, 2026

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026

Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

April 19, 2026

Go Tik Swan: Dia Tionghoa, Tapi Jadi Jawa Sejati

April 19, 2026

Perempuan Indonesia Sudah Maju, Masih Diragukan?

April 19, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id