Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Harga Avtur Meledak, Seberapa Kuat Pariwisata Nasional Bertahan?

by dimas
April 18, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Lonjakan harga avtur kini menjadi ancaman serius bagi sektor penerbangan dan pariwisata nasional. Konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga energi global, dan dampaknya langsung terasa hingga ke tiket pesawat domestik di Indonesia.

Per 1 April 2026, harga avtur melonjak drastis. Untuk penerbangan internasional, harga naik dari 74,2 sen AS per liter pada Maret menjadi 133,8 sen AS per liter, atau meningkat lebih dari 80 persen. Sementara itu, di Bandara Soekarno-Hatta, harga avtur domestik naik dari Rp 13.656 menjadi Rp 23.551 per liter, atau sekitar 72,5 persen.

Kenaikan ini memutus tren penurunan harga avtur dalam lima tahun terakhir. Padahal sebelumnya, harga sempat turun dari Rp 14.608 per liter pada 2022 menjadi Rp 12.921 per liter pada 2025.

Industri Penerbangan Tertekan

Kenaikan harga avtur langsung menekan biaya operasional maskapai. Komponen bahan bakar menyumbang sekitar 30 hingga 40 persen dari total biaya. Artinya, setiap lonjakan harga energi global hampir pasti diikuti kenaikan tiket pesawat.

Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) merekomendasikan dua opsi. Pertama, menaikkan harga tiket hingga tarif batas atas serta menambahkan fuel surcharge. Kedua, menyesuaikan surcharge berdasarkan kenaikan avtur.

Ini Belum Selesai

Disdikpora DIY Imbau Siswa Tak Ikut Demo, UMY Izinkan Mahasiswa Turun ke Jalan

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

“Penyesuaian ini diperlukan untuk mencapai titik impas dan mencegah kerugian,” demikian rekomendasi INACA.

Tanpa intervensi, harga tiket berpotensi naik hingga 30 sampai 35 persen.

Pemerintah Turun Tangan

Pemerintah merespons cepat tekanan ini. Pada 6 April 2026, sejumlah kebijakan diluncurkan. Di antaranya subsidi PPN Ditanggung Pemerintah sebesar 11 persen untuk tiket ekonomi domestik, pembatasan fuel surcharge maksimal 38 persen, serta pembebasan bea masuk suku cadang pesawat.

Selain itu, pemerintah menggelontorkan subsidi Rp 2,6 triliun untuk menahan lonjakan harga tiket. Targetnya, kenaikan harga tiket tetap terkendali di kisaran 9 hingga 13 persen.

Langkah ini menjadi bantalan penting agar industri penerbangan tetap bertahan, sekaligus menjaga sektor pariwisata.

Pariwisata Nasional di Persimpangan

Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada transportasi udara. Konektivitas antarwilayah menjadi kunci pemerataan pembangunan sekaligus penggerak pariwisata.

Namun, lonjakan harga avtur mulai mengganggu ekosistem ini. Harga avtur di bandara destinasi wisata prioritas kini rata-rata di atas Rp 22.000 per liter. Di beberapa lokasi seperti Ternate, tiket pesawat melonjak dari Rp 2,5 juta menjadi sekitar Rp 4 juta.

Hal serupa terjadi pada rute Surabaya-Labuan Bajo, yang kini mendekati Rp 2 juta dari sebelumnya sekitar Rp 1,5 juta.

Kondisi ini berisiko menekan minat wisatawan, terutama wisatawan nusantara yang menjadi tulang punggung sektor pariwisata. Data Badan Pusat Statistik mencatat, perbandingan wisnus dan wisman mencapai 70:1, menunjukkan dominasi perjalanan domestik.

Ancaman terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Pariwisata menyumbang sekitar 3,9 hingga 4 persen terhadap PDB nasional. Bahkan, nilai kontribusinya diperkirakan mencapai lebih dari Rp 900 triliun pada 2024.

Tren kunjungan wisatawan domestik sebenarnya sedang tumbuh positif. Setelah terpukul pandemi, jumlah perjalanan wisnus mencapai 1,2 miliar pada 2025, naik 17,55 persen dari tahun sebelumnya.

Namun, kenaikan harga tiket berpotensi menghambat momentum ini.

Menjaga Keseimbangan

Kondisi ini menempatkan pemerintah dan pelaku industri dalam dilema. Di satu sisi, maskapai harus bertahan dari tekanan biaya. Di sisi lain, masyarakat membutuhkan akses perjalanan yang terjangkau.

Insentif fiskal menjadi solusi jangka pendek. Namun, stabilitas harga energi global tetap menjadi faktor penentu jangka panjang.

Jika harga avtur terus tinggi, pariwisata bukan hanya melambat. Ia bisa berubah menjadi sektor yang semakin eksklusif.

Penutup

Lonjakan harga avtur bukan sekadar isu energi. Ini soal akses, mobilitas, dan masa depan pariwisata Indonesia.

Ketika harga tiket terus naik, pertanyaannya sederhana masihkah liburan menjadi hak semua orang, atau hanya milik segelintir? @dimas

Tags: Geopolitikkrisis energi

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Berubah, atau Sistem yang Mengubahnya?

Prabowo Berubah, atau Sistem yang Mengubahnya?

by Naysa
Oktober 8, 2026

Ada ironi dalam perjalanan Prabowo Subianto: orang yang dulu berdiri di luar pagar kekuasaan kini memegang kunci gerbangnya. Kritik terhadap...

BBM Langka di Makassar, Ratusan Massa Duduki Kantor Pertamina

BBM Langka di Makassar, Ratusan Massa Kepung Kantor Pertamina

by dimas
September 14, 2026

BBM langka di Makassar memicu aksi ratusan buruh, mahasiswa, dan warga yang menduduki kantor Pertamina serta menuntut transparansi. Tabooo.id -...

Solar Langka, Rantai Pasok Nasional Tersendat

Solar Langka, Rantai Pasok Nasional Tersendat

by dimas
Juli 19, 2026

Solar langka mengganggu rantai pasok nasional. Biaya logistik melonjak, distribusi barang melambat, dan harga kebutuhan masyarakat terancam naik akibat krisis...

Next Post
Aplikasi Kencan: Tempat Cari Cinta atau Celah Kehilangan?

Aplikasi Kencan: Tempat Cari Cinta atau Celah Kehilangan?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id