Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Hak Tanah IKN Dipangkas: Konstitusi Ambil Alih Panggung

by dimas
November 22, 2025
in Edge
A A
Home Edge
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Edge – Pagi itu negara seperti baru bangun tidur setelah mimpi aneh tanah IKN bisa dipinjamkan sampai hampir dua abad. Kalau tanah bisa ngomong, mungkin dia sudah protes, “Hoi, saya bukan kos-kosan diwarisin ke cicit!”

Putusan Mahkamah Konstitusi datang seperti alarm keras yang membuat semua orang duduk tegap nggak ada kebijakan yang boleh ngelawan konstitusi. Sesederhana itu, tapi entah kenapa beberapa pihak harus diingatkan dulu.

Ketika Konstitusi Bilang ‘Stop’, tapi Pembangunan Masih Gaspol

Untuk yang belum update MK memotong jangka waktu Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, dan Hak Pakai di IKN. Bukan sekadar dipotong, tapi benar-benar ditarik dari angka absurd 130-190 tahun menjadi durasi normal ala negara waras.

Pasal 33 UUD 1945 akhirnya kembali tampil sebagai bintang utama. Ia mengingatkan bahwa bumi dan air itu “di bawah penguasaan negara untuk kemakmuran rakyat”, bukan untuk disekolahkan sampai dua abad ke investor.

Di sisi lain, pemerintah masih butuh uang, investor masih butuh kepastian, dan masyarakat masih butuh jaminan nggak akan disuruh pindah karena “maaf tanahnya udah dikontrak dua generasi sebelum Anda lahir”.

Ini Belum Selesai

Api Dipadamkan, Masalahnya Jangan Ikut Dibiarkan

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

Pembangunan Besar, Skema Besar, Masalahnya Juga Besar

Masalah tanah di IKN itu ibarat love triangle tak berujung: negara, investor, dan masyarakat lokal.
Semua punya kepentingan, semua merasa berhak, dan semua ingin diakui.
Lalu muncullah UU IKN versi awal yang memberi hak tanah superpanjang.
Masalahnya? Kebijakan itu hampir bikin negara kayak pemilik rumah yang menandatangani kontrak sewa sebelum membaca isi halamannya.

MK akhirnya menutup jurang itu dengan ketentuan baru:

  1. HGU maksimal 35+25+35 tahun
  2. HGB 30+20+30 tahun
  3. Hak Pakai serupa, tapi tanpa “perpanjangan otomatis”

Negara diwajibkan ngecek ulang dulu sebelum memberi perpanjangan. Kesannya simpel, tapi ini berarti satu hal investor nggak boleh lagi merasa tanah itu ‘milik’ mereka sampai umur mereka lewat seratus tahun.

IKN Butuh Investor, Tapi Nggak Butuh Ikatan Perjanjian Seumur Jagung

Sebenarnya nggak ada yang bilang IKN bisa dibangun tanpa investor. Yang bilang gitu pasti lagi bercanda.
Tapi putusan MK mengingatkan “Investasi boleh, tapi negara jangan sampai kehilangan password atas asetnya sendiri.”

Investor tetap dapat kepastian hukum, tapi dalam versi lebih masuk akal:
hak ada, durasi jelas, evaluasi wajib, dan negara tetap bisa intervensi kalau ada yang meleset.
Ini namanya kepastian hukum yang beradab, bukan kepastian yang menjebak negara 150 tahun ke depan.

Dan sebenarnya, investor juga butuh ini. Karena nggak ada yang mau main di area abu-abu hukum, kecuali ya… oknum yang hobinya ngegas kalo disorot.

Pemerintah, Yuk, Revisi Tanpa Drama

Kini pemerintah punya PR besar tapi jelas:
selaraskan seluruh aturan turunan IKN dengan putusan MK.
Perpres, aturan Otorita, sampai kerja sama bisnis semuanya harus disisir ulang.

Ini bukan rem, tapi presisi.
Karena pembangunan jangka panjang tanpa kepastian konstitusional itu kayak bangun rumah di pasir dari jauh kelihatan megah, tapi goyang kena banjir pertama.

Kepercayaan publik juga bisa naik kalau negara menunjukkan bahwa pembangunan besar tidak berarti abai pada hak rakyat dan keberlanjutan.
IKN boleh jadi ibu kota baru, tapi nggak boleh jadi preseden buruk.

Pembangunan Boleh Ngebut, Tapi Jangan Sampai Nyasar

Pada akhirnya, putusan MK membuat kita sadar:
yang bikin negara maju bukan deretan crane atau gedung futuristik, tapi caranya menjaga prinsip sendiri.

IKN bisa jadi ikon masa depan Indonesia. Tapi masa depan itu tidak boleh dijual cicilan 190 tahun hanya demi kesan “ramah investor”.

MK sudah kasih kompas, tinggal kita lihat:
apakah negara benar-benar mau ikuti arah konstitusi, atau tetap percaya bahwa GPS investasi lebih penting daripada peta hukum?

Kalau prinsipnya kokoh, IKN akan berdiri bermartabat.
Kalau tidak? Yah… sejarah sudah banyak mengajarkan apa yang terjadi pada proyek besar yang lupa baca aturan main. @dimas

Tags: IKNInvestasiKonstitusiMahkamah Konstitusi

Kamu Melewatkan Ini

Mahkamah Konstitusi: Ijazah Gibran dan DPR, Pengawasan vs Kepentingan Politik

Mahkamah Konstitusi: Ijazah Gibran dan DPR, Pengawasan vs Kepentingan Politik

by teguh
Oktober 9, 2026

Dalam Kasus Ijazah Gibran Mahkamah Konstitusi menolak permohonan karena para pemohon tidak memiliki kedudukan hukum. Selain itu, pelantikan Gibran pada...

Putusan MK Keluar, Bagaimana Nasib Gibran Selanjutnya?

Putusan MK Keluar, Bagaimana Nasib Gibran Selanjutnya?

by dimas
Oktober 7, 2026

Putusan MK soal syarat pendidikan Gibran telah keluar. Ia tetap menjabat sebagai wapres, tetapi polemik dokumen pendidikan dan proses verifikasi...

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Gibran, Mengapa Tak Didiskualifikasi?

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Gibran, Mengapa Tak Didiskualifikasi?

by dimas
Oktober 7, 2026

MK tak menemukan bukti meyakinkan soal ijazah Gibran, tetapi menilai persoalan tersebut tak otomatis menjadi dasar untuk mendiskualifikasinya. Tabooo.id -...

Next Post
Pameran Uang Bukan Prestasi, Tapi Alarm Korupsi

Pameran Uang Bukan Prestasi, Tapi Alarm Korupsi

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id