Tabooo.id: Regional – Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, meletus 48 kali pada Senin (2/2/2026) antara pukul 00.00 hingga 06.00 Wita. Material pijar terlempar hingga 100 meter ke arah tenggara, disertai gemuruh dengan intensitas lemah hingga sedang.
“Lontaran material pijar sejauh 100 meter ke sektoral tenggara,” ujar Yeremias Kristianto Pugel, petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGa) Ile Lewotolok, saat memantau erupsi.
Data seismogram mencatat amplitudo letusan 17-33,5 mm dengan durasi 35-72 detik. Selama periode tersebut, gunung juga menghasilkan 85 kali gempa hembusan dan 6 kali gempa tremor non-harmonik.
Kondisi Cuaca dan Visual Kawah
Cuaca di puncak gunung tampak cerah, berawan, hingga mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur, dengan suhu udara 24-26 derajat Celsius. Kabut visual mencapai 0-I hingga 0-II, sementara asap kawah tidak teramati. Kondisi ini menunjukkan aktivitas gunung masih terkendali, meski erupsi berlangsung berulang.
Petugas PGa Ile Lewotolok menegaskan agar masyarakat tidak memasuki wilayah radius 3 kilometer dari pusat gunung. Warga juga diimbau mengenakan masker pelindung mulut dan hidung, serta menggunakan kacamata dan pakaian pelindung untuk melindungi mata dan kulit dari paparan abu vulkanik. Tingkat aktivitas gunung berada di level III siaga.
Masyarakat sekitar, khususnya petani dan nelayan, menjadi pihak yang paling terdampak. Aktivitas harian mereka berpotensi terganggu, sementara abu vulkanik bisa merusak tanaman dan mempersulit mobilitas di desa-desa lereng gunung.
Refleksi Singkat
Ile Lewotolok mengingatkan bahwa alam bisa menegaskan kekuatannya kapan saja. Warga berharap pemerintah daerah dan pusat terus menyiapkan langkah mitigasi, agar aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari tetap berjalan meski letusan gunung seakan memberi “alarm” keras di awal tahun. @dimas




