Tabooo.id: Regional – Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan aktivitas tinggi pada Sabtu (31/1/2026). Dalam kurun waktu enam jam, gunung ini meletus sebanyak 27 kali, disertai suara gemuruh yang bergema hingga ke pemukiman sekitar.
Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Nanda Pramtriwans Joshua, mencatat setiap letusan dengan amplitudo berbeda, mulai 17,5 hingga 33,4 mm, dan durasi antara 24 hingga 45 detik.
“Kami merekam semua letusan secara jelas melalui alat pemantau,” ujar Nanda.
Gempa Hembusan dan Tremor Non-Harmonik Memperkuat Peringatan
Selain letusan, PGA mencatat 109 kali gempa hembusan dan satu kali gempa tremor non-harmonik. Aktivitas ini menunjukkan gunung masih berada dalam fase erupsi aktif. Nanda menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Suara gemuruh yang terdengar merupakan bagian normal dari aktivitas gunung api.
Puncak Ile Lewotolok terlihat tertutup kabut tebal. Petugas melaporkan bahwa asap kawah tidak tampak, cuaca berawan dengan hujan ringan, dan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Kondisi ini membuat pengamatan visual lebih menantang.
Warga Diimbau Tetap Tenang dan Lindungi Diri
Pemerintah setempat mempertahankan status Gunung Ile Lewotolok pada level III atau siaga. Petugas melarang warga memasuki radius tiga kilometer dari kawah. Mereka juga menyarankan agar penduduk sekitar menggunakan masker atau pelindung wajah untuk menghindari paparan abu vulkanik.
“Keselamatan warga tetap prioritas utama. Tapi jangan sampai ketakutan berlebihan mengganggu aktivitas sehari-hari,” tambahnya.
Dampak bagi Warga dan Pelajaran dari Alam
Warga yang paling terdampak tinggal di desa-desa kaki gunung. Aktivitas Ile Lewotolok berpotensi mengganggu transportasi, merusak lahan pertanian, dan memunculkan risiko kesehatan akibat abu vulkanik.
Keganasan gunung api mengingatkan manusia tentang batas kekuasaan alam. Teknologi bisa memberi peringatan, tetapi kewaspadaan sehari-hari tetap kunci. Dan, sedikit humor sarkastik gunung tidak peduli kalender manusia, ia berdetak sesuai irama alamnya sendiri. @dimas




