Tabooo.id: Regional – Suasana haru menyelimuti Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo, pada Selasa (30/12/2025). Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melkiades Laka Lena, datang langsung menemui istri dan keluarga pelatih Valencia asal Spanyol yang hilang di perairan Pulau Padar. Emosi kuat terasa di ruangan itu, ketika harapan bertabrakan dengan kecemasan.
Setibanya di lokasi, Budi Widjaya Ketua DPC Gahawisri Labuan Bajo langsung memperkenalkan Melkiades kepada keluarga korban. Ia mendampingi sekaligus menerjemahkan percakapan yang berlangsung penuh emosi. Tanpa ragu, istri pelatih Valencia menjabat tangan sang gubernur. Ia lalu memeluk Melkiades erat sambil menangis.
“Please help… please help,” ujarnya berulang kali. Kalimat singkat itu memecah suasana. Semua orang di ruangan tersebut terdiam dan menyaksikan duka yang sulit terbendung.
Melkiades segera merespons. Ia menenangkan keluarga korban dan meminta mereka tetap kuat. Ia juga mendengarkan setiap keluhan dengan penuh perhatian di tengah tekanan emosional yang berat.
Pemerintah Tegaskan Pencarian Terus Berjalan
Di hadapan keluarga korban, Melkiades menegaskan pemerintah daerah terus melanjutkan pencarian. Ia memastikan seluruh tim penyelamat bekerja maksimal di laut.
“Kami terus mencari bapak dan anak yang belum ditemukan,” tegas Melkiades. Ia menyampaikan pernyataan itu untuk memberi kepastian, meski kondisi laut masih menantang.
Pada hari yang sama, Melkiades juga bertemu Wakil Duta Besar Spanyol untuk Indonesia. Pertemuan tersebut menegaskan bahwa peristiwa ini telah melampaui urusan lokal. Kasus ini kini menyangkut keselamatan warga negara asing dan menjadi perhatian internasional.
Keselamatan Laut Labuan Bajo Kembali Disorot
Insiden di perairan Pulau Padar kembali menyorot isu keselamatan laut di Labuan Bajo. Pemerintah selama ini mempromosikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata premium. Namun, kejadian ini memicu pertanyaan tentang kesiapan sistem pengamanan dan mitigasi risiko.
Bagi keluarga korban, pencarian ini menjadi soal waktu dan harapan. Setiap jam membawa kecemasan baru. Sementara itu, masyarakat lokal yang bergantung pada pariwisata ikut merasakan dampaknya. Rasa aman wisatawan kini berada di bawah sorotan.
Antara Empati dan Tanggung Jawab Negara
Tangisan di ruang KSOP Labuan Bajo mengingatkan publik bahwa di balik citra pariwisata kelas dunia, nyawa manusia tetap menjadi taruhan. Negara hadir melalui empati dan komitmen pencarian, tetapi publik menuntut lebih dari sekadar kehadiran simbolik.
Pada akhirnya, reputasi pariwisata tidak lahir dari slogan promosi. Reputasi itu tumbuh dari kemampuan negara melindungi setiap orang agar pulang dengan selamat bukan hanya membawa kenangan indah, tetapi juga mempertahankan nyawa mereka. @dimas




