Tabooo.id: Sports – Harapan juara itu sempat terasa nyata. Bahkan, nyaris pasti. Tapi sepak bola memang suka bercanda di detik terakhir. Bek Timnas Indonesia, Sandy Walsh, harus menunda momen selebrasi gelar Liga Thailand bersama Buriram United.
Hasil imbang 2-2 kontra Ratchaburi FC di Ratchaburi Stadium, Sabtu (04/04/2026), jadi pengingat dalam sepak bola, 90 menit itu bukan formalitas itu medan perang.
Unggul, disamakan, unggul lagi lalu runtuh
Buriram datang dengan misi jelas menang, kunci gelar. Mereka bahkan langsung tancap gas.
Gol cepat Bissoli di menit ke-8 membuka harapan. Tapi Ratchaburi membalas lewat Gleyson di menit ke-21. Skor 1-1 menutup babak pertama imbang, tapi belum aman.
Masuk babak kedua, Buriram kembali menekan. Narubadin Weerawatnodom mencetak gol di menit ke-48. Skor berubah 2-1. Di titik ini, gelar seperti tinggal menunggu peluit akhir.
Tapi masalahnya, sepak bola tidak mengenal kata “hampir”.
Menit ke-88, Jesse Curran muncul sebagai perusak skenario. Golnya merobek harapan Buriram dan mengubah euforia jadi frustrasi dalam hitungan detik.
Sandy Walsh: Main, tapi belum penuh cerita
Sandy Walsh tampil selama 82 menit sebelum digantikan Theerathon Bunmathan. Ini jadi penampilan ke-15-nya musim ini.
Menariknya, sejak pergantian tahun, ia belum sekalipun menuntaskan 90 menit penuh. Bukan soal kualitas, tapi soal ritme dan peran yang masih terus disesuaikan.
Dan di laga krusial seperti ini, setiap menit terasa punya arti.
Juara di depan mata, tapi belum resmi
Dengan hasil ini, Buriram mengoleksi 63 poin dari 25 laga. Secara matematis, mereka masih sangat unggul.
Seharusnya, jika menang, poin 65 sudah cukup untuk mengunci gelar mengingat Thai Port (50 poin, 26 laga) sudah kehabisan napas dalam perburuan.
Tapi sekarang, Buriram masih harus menunggu. Bangkok United masih punya peluang secara angka, meski tipis.
Kabar baiknya? Buriram hanya butuh satu poin lagi dari lima laga tersisa untuk memastikan gelar ke-11 mereka.
Next stop: pembuktian, bukan sekadar pertandingan
Buriram akan menghadapi BG Pathum United di semifinal Thai League Cup (08/04/2026). Lalu, mereka kembali ke liga untuk menjamu Ayutthaya United (12/04/2026).
Pertandingan itu bukan sekadar laga kandang. Itu bisa jadi panggung penguncian gelar.
Sepak bola, tentang jarak antara “hampir” dan “resmi”
Satu hal yang jelas Buriram belum gagal. Tapi mereka juga belum selesai.
Dan buat Sandy Walsh, ini bukan cuma soal trofi ini tentang momen, konsistensi, dan pembuktian diri di panggung luar negeri.
Karena di sepak bola, yang diingat bukan siapa yang hampir juara tapi siapa yang benar-benar mengunci sejarah.
Lalu, pertanyaannya pekan depan, Buriram akan menuntaskan cerita atau kembali ditahan oleh drama?. @teguh




