Garda Solo Raya Gelar Doa untuk Affan Kurniawan, sekitar 100 driver ojol di Surakarta ikut mengenang dan mendoakan almarhum
Tabooo.id: Surakarta – Puluhan pengemudi ojek online berkumpul di Ndalem Joyokusuman, Gajahan, Surakarta, Kamis (27/8/2026) malam.
Mereka tidak turun ke jalan. Mereka memilih duduk bersama, berdoa, dan mengenang almarhum Affan Kurniawan.
Gabungan Aksi Driver Roda Dua (Garda) Solo Raya menggelar doa bersama dan renungan. Sekitar 100 pengemudi hadir dalam kegiatan tersebut.
Para peserta datang dari Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, dan Sragen. Mereka juga mewakili empat aplikasi, yakni Gojek, Grab, Maxim, dan ShopeeFood.
Acara dimulai dengan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, para pengemudi dan peserta memanjatkan doa bersama.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo hadir dalam kegiatan itu. Wakapolresta Surakarta AKBP Heru Eko Wibowo turut mendampinginya.
Polresta Surakarta juga menyerahkan bantuan sembako kepada para pengemudi yang hadir.
Solo Bersedih, Semua Ikut Bersedih
Catur menekankan pentingnya komunikasi saat persoalan muncul. Menurut dia, warga perlu menjaga kebersamaan, terutama ketika duka datang.
“Ketika Solo bersedih, kita semua ikut bersedih. Apa pun persoalannya, jangan berhenti berkomunikasi. Kami dari Polri selalu membuka ruang komunikasi, karena ketika kita saling bicara dan saling memahami, setiap masalah pasti punya jalan keluar,” kata Catur.
Ia menilai komunikasi dapat membuka jalan penyelesaian. Sebab, persoalan sering membesar ketika orang memilih berhenti bicara.
Garda Berharap Kasus Affan Jadi yang Terakhir
Ketua Garda Solo Raya, Ramadhan Bambang Wijanarko, mengatakan kegiatan itu berpusat pada doa dan renungan untuk almarhum Affan Kurniawan.
“Inti kegiatan kami doa bersama dan renungan dengan harapan semua ojol, kasus ini yang pertama dan terakhir. Jangan sampai terulang kembali,” ujarnya.
Selain mendoakan Affan, Garda Solo Raya juga membuka donasi untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur.
“Sebagai bentuk kepedulian Garda Solo Raya kepada korban gempa NTT,” katanya.
Aksi kepedulian itu memperluas makna pertemuan malam tersebut. Para pengemudi tidak hanya membawa duka, tetapi juga mencoba membantu warga lain yang menghadapi bencana.
Fokus Perjuangkan UU Transportasi Online
Garda Solo Raya mengambil langkah berbeda dari aksi pengemudi ojek online di Jakarta. Bambang mengatakan kelompoknya memilih fokus pada perjuangan pengesahan undang-undang transportasi online.
Garda Solo Raya tergabung dalam Federasi Driver Transportasi Online Indonesia atau FDTOI.
“Kita yang di Garda Solo Raya yang tergabung di FDTOI memperjuangkan segera disahkannya undang-undang transportasi online. Kita fokus untuk keadilan ojol,” terangnya.
Menurut Bambang, kepastian hukum menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pengemudi transportasi online. Karena itu, Garda Solo Raya terus mendorong pemerintah segera mengesahkan aturan tersebut.
Ia juga meminta aparat segera menuntaskan proses hukum terkait kasus Affan Kurniawan. Bambang berharap keluarga almarhum mendapat keadilan.
“Kalau masih ada prosesnya, segera diproses. Berikan keadilan untuk keluarga almarhum Affan Kurniawan,” tutupnya.
Doa bersama itu bukan sekadar agenda satu malam. Kegiatan tersebut membawa pesan yang lebih besar tentang keselamatan dan keadilan bagi pengemudi ojek online.
Di balik jaket dan helm, ada pekerja yang setiap hari menghadapi risiko di jalan. Garda Solo Raya memilih doa dan komunikasi, tetapi tuntutan terhadap keadilan tetap mereka suarakan.
Sebab, ketika satu pengemudi kehilangan nyawa, yang tersisa bukan hanya duka. Ada juga pertanyaan tentang keselamatan, perlindungan, dan keadilan yang belum selesai dijawab.@eko







