Tabooo.id: Games – Call of Duty: Black Ops 7 resmi meluncur, namun pemain langsung melontarkan kritik. Banyak dari mereka menemukan aset visual yang janggal dan menduga itu berasal dari AI-generated art.
Keluhan paling ramai muncul dari Calling Cards. Elemen profil yang seharusnya menjadi hadiah kosmetik ini justru menampilkan lebih dari 680 item dengan ciri khas gambar AI, mulai dari jari berlebih, mata tidak fokus, hingga detail objek yang kabur. Pemain merasa kualitas tersebut tidak sebanding dengan harga game yang mencapai US$ 70 atau sekitar Rp 1,12 juta.
Activision mengonfirmasi bahwa timnya memakai alat AI generatif untuk membuat sebagian aset. Informasi itu juga muncul di halaman Steam Black Ops 7, dan media seperti Engadget serta Kotaku ikut menegaskan hal tersebut. Kondisi ini membuat banyak orang menduga pengembang ingin memangkas biaya produksi atau mengejar tenggat rilis.
Black Ops 7 juga menjadi seri pertama COD yang masuk ke Xbox Game Pass. Langkah ini dinilai sebagai strategi Microsoft untuk mendorong kenaikan harga langganan di masa depan.
Masalah tidak berhenti di visual. Mode campaign ikut memicu protes karena pemain wajib online, bahkan saat hanya melawan bot. Mode tersebut juga tidak memberikan opsi jeda, sehingga banyak pemain merasa frustrasi.
Fenomena ini mengingatkan publik pada keributan saat Black Ops 6 rilis awal 2025. Saat itu, pengembang dituding memakai “AI slop” atau karya AI berkualitas rendah. Kini, Black Ops 7 tampak mengulang kontroversi yang sama. @jeje





