Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Film G30S/PKI Pernah Catatkan Diri sebagai Film Termahal

by eko
September 30, 2026
in Culture, Film
A A
Home Culture
Share on Facebook
Share on Twitter
Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI karya Arifin C. Noer tercatat menghabiskan Rp800 juta dan menjadi film termahal pada dekade 1980-an.

Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI karya Arifin C. Noer punya tempat khusus dalam sejarah perfilman Indonesia. Film yang rilis pada 1984 ini tidak hanya mengangkat peristiwa politik 1965. Film ini juga ikut membentuk cara publik mengenal sejarah tersebut.

Produksinya memakan waktu sekitar dua tahun. Anggarannya mencapai Rp800 juta. Majalah Tempo pada 1988 menyebut angka tersebut menjadikan film ini sebagai film termahal di Indonesia pada dekade 1980-an.

Bukan Film Biasa

Arifin C. Noer menulis sekaligus menyutradarai film ini. Produksi melibatkan Perum Produksi Film Negara atau PPFN.

Film ini memakai pendekatan dokudrama. Ceritanya menggabungkan adegan dramatik dengan materi sejarah dan arsip.

Pada masa Orde Baru, film ini mendapat perhatian besar. Pemerintah kala itu menggunakan film tersebut sebagai salah satu media untuk menyampaikan versi resmi mengenai peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Ini Belum Selesai

Tesla Pamerkan Mobil Terbang, Benarkah Siap Meluncur pada 2028?

JOFAFEST 6 Usung “Transcend”, Ajak Sineas Muda Melampaui Batas

Rp800 Juta pada Era 1980-an

Angka Rp800 juta tentu terlihat berbeda jika kita melihatnya dari kondisi ekonomi sekarang.

Namun, pada awal 1980-an, angka tersebut sudah sangat besar untuk sebuah produksi film nasional. Karena itu, sejumlah sumber mencatat film ini sebagai salah satu produksi paling mahal pada masanya.

Produksi film juga membutuhkan waktu panjang. Tim menghabiskan sekitar dua tahun untuk menyelesaikan seluruh proses.

Skala produksinya ikut membuat film ini terasa berbeda dari film Indonesia pada zamannya.

Sejarah di Layar, Ingatan di Kepala

Film sejarah tidak hanya bercerita tentang masa lalu.

Ketika sebuah film tayang berulang kali, ceritanya dapat masuk ke ingatan banyak orang. Hal itu membuat film G30S/PKI punya pengaruh besar dalam budaya populer Indonesia.

Namun, penonton juga perlu melihat film ini sebagai produk dari konteks politik pada zamannya.

Film tersebut menggambarkan peristiwa 1965 berdasarkan versi resmi pemerintah Orde Baru. Karena itu, sejumlah peneliti dan pengamat film kemudian mengkaji cara film tersebut membentuk narasi sejarah.

Film yang Terus Dibicarakan

Lebih dari empat dekade setelah rilis, film G30S/PKI masih muncul dalam percakapan setiap akhir September.

Alasannya bukan hanya karena durasinya yang panjang atau skala produksinya.

Film ini juga menunjukkan bagaimana sinema dapat berhubungan erat dengan sejarah, kekuasaan, dan ingatan masyarakat.

Di titik itu, film G30S/PKI tidak lagi sekadar film lama. Ia menjadi bagian dari perjalanan budaya Indonesia dalam mengingat masa lalu.

Tags: Arifin C NoerFilm IndonesiaG30S/PKISejarah Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Berbohong

Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Berbohong

by eko
Oktober 6, 2026

Bapak Paling Jujur mengisahkan calon gubernur yang tak bisa berbohong setelah terkena kutukan. Film tayang 15 Oktober 2026. Tabooo.id -...

Hari Kesaktian Pancasila: Ketika Sejarah Menjadi Ingatan Negara

Hari Kesaktian Pancasila: Ketika Sejarah Menjadi Ingatan Negara

by dimas
Oktober 1, 2026

Hari Kesaktian Pancasila menjadi ruang mengingat peristiwa 1965, perjalanan sejarah, dan perubahan cara bangsa Indonesia membaca masa lalu setelah Reformasi....

G30S PKI: Tujuh Korban, Satu Malam dan Bayang-Bayang Sejarah

G30S PKI: Tujuh Korban, Satu Malam dan Bayang-Bayang Sejarah

by dimas
September 29, 2026

G30S PKI meninggalkan tujuh korban dan mengubah arah sejarah Indonesia. Simak kisah Lubang Buaya, perebutan kekuasaan, serta bayang-bayang sejarah yang...

Next Post
Asap Tak Kenal Batas, Mengapa Tata Kelola Masih Terkotak?

Asap Tak Kenal Batas, Mengapa Tata Kelola Masih Terkotak?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id