JOFAFEST 6 mengusung tema “Transcend” di Yogyakarta pada 22-24 Oktober 2026, mengajak sineas muda melampaui batas kreativitas melalui film dan ekspresi seni.
Tabooo.id – Film bukan sekadar cerita di layar. Ia membuka ruang untuk menguji gagasan, membaca realitas, dan melihat dunia dari sudut pandang berbeda. Semangat itu hadir dalam Jogja Film Academy Short Film Festival (JOFAFEST) 6 di Yogyakarta.
Suryakanta, Himpunan Mahasiswa Film (HIMAFISI) Jogja Film Academy, kembali menggelar festival ini untuk keenam kalinya. Mengusung tema “Transcend”, JOFAFEST 6 mengajak sineas muda, mahasiswa, penonton, dan masyarakat untuk melampaui batas kreativitas serta cara berpikir.
Festival ini berlangsung pada 22-24 Oktober 2026 di JFA CINEMA HUB, Jalan Ipda Tut Harsono, Yogyakarta. Melalui rangkaian programnya, JOFAFEST ingin mempertemukan film, gagasan, dan berbagai bentuk ekspresi kreatif.
“Transcend” Mengajak Sineas Menembus Batas Kreativitas
Festival Director JOFAFEST 6, Naufal Rizky Hadisiswoyo, menjelaskan makna tema tahun ini. Menurutnya, “Transcend” mendorong setiap individu untuk berani mengeksplorasi kemungkinan baru.
“Melalui tema ‘Transcend’, JOFAFEST 6 membawa semangat untuk melampaui batas dalam berkarya, berpikir, dan memandang dunia. Tema ini menjadi ajakan bagi setiap individu untuk berani mengeksplorasi kemungkinan baru, menembus keterbatasan, serta menemukan perspektif yang lebih luas melalui film dan berbagai bentuk ekspresi kreatif,” ujar Naufal.
Tema tersebut menempatkan film sebagai ruang eksplorasi, bukan sekadar produk hiburan. Namun, keberanian melampaui batas juga membutuhkan ruang belajar, kesempatan berkarya, dan pertemuan antarkomunitas.
Dari Pameran hingga Musik, JOFAFEST Membuka Ruang Ekspresi
JOFAFEST 6 menghadirkan beragam kegiatan. Pengunjung dapat menikmati pameran seni, lokakarya, masterclass, pertunjukan musik, bazar kuliner, mural langsung, hingga talkshow.
Rangkaian itu memperluas pengalaman festival melampaui pemutaran film. Pengunjung juga berkesempatan mengenal proses kreatif, bertukar gagasan, dan menjalin hubungan dengan pelaku seni lainnya.
Meski begitu, banyaknya agenda bukan satu-satunya ukuran keberhasilan festival. JOFAFEST juga perlu membuka peluang kolaborasi yang bertahan setelah acara berakhir.
Ekosistem Film Yogyakarta Diuji, Seberapa Terbuka Ruang Kreatif?
Yogyakarta memiliki komunitas seni dan film yang beragam. Dalam ekosistem seperti ini, festival dapat mempertemukan sineas, pelaku seni, dan penonton dari latar belakang berbeda.
Namun, pertemuan sesaat belum cukup untuk membangun ekosistem yang kuat. Ruang kreatif membutuhkan akses yang terbuka, jangkauan penonton yang luas, serta hubungan antarkomunitas yang terus tumbuh.
Di sinilah tema “Transcend” menemukan tantangan nyatanya. Siapa yang mendapat kesempatan untuk berkarya? Sejauh mana festival membuka akses bagi sineas muda? Dan apakah pertukaran gagasan mampu melahirkan karya atau kolaborasi baru?
Pertanyaan tersebut penting agar festival tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Ekosistem film yang sehat membutuhkan ruang belajar, kesempatan bereksperimen, dan dukungan untuk mengembangkan karya.
Setelah Festival Usai, Apa yang Tersisa?
JOFAFEST 6 menjadi ruang pertemuan bagi pembuat film, penonton, dan komunitas kreatif. Akademi Film Yogyakarta bersama HIMAFISI Suryakanta menggelar festival ini untuk mendorong pertukaran gagasan melalui film dan seni.
Publik dapat mengikuti informasi terbaru melalui Instagram @jofafest dan situs www.jofafest.afy.ac.id.
Pada akhirnya, “Transcend” bukan hanya tentang keberanian menembus batas. Tema ini juga mengajak pelaku film untuk melampaui sekat antara pembuat dan penonton, proses belajar dan penciptaan, serta perayaan dan keberlanjutan.
Tantangan terbesar festival justru muncul setelah rangkaian acara selesai. Apakah pertemuan selama tiga hari mampu melahirkan kerja sama baru? Apakah gagasan yang muncul akan berkembang menjadi karya? Jawabannya akan menentukan seberapa jauh JOFAFEST berkontribusi pada ekosistem film Yogyakarta.
JOFAFEST 6 – Let’s Transcend Together! @dimas








