Tabooo.id: Global – Kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln meninggalkan kawasan Pasifik Barat dan bergerak menuju Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan kapal induk bertenaga nuklir itu terpantau pada Minggu (18/1/2026), menandai eskalasi baru dalam dinamika keamanan global yang belum menunjukkan tanda mereda.
Data pelacakan kapal MarineTraffic mencatat USS Abraham Lincoln melintasi Selat Malaka dan bergerak ke arah barat laut. Pada Selasa (20/1/2026), kapal induk tersebut berada di perairan Samudra Hindia bagian timur, tepat di sebelah utara Pulau Sumatra, Indonesia. Jalur pelayaran ini menempatkan Indonesia di lintasan strategis salah satu armada tempur paling kuat di dunia.
Sehari sebelumnya, pengamat kapal di Singapura menangkap citra USS Abraham Lincoln yang melintas di perairan sekitar “Negeri Singa” pada Minggu malam. Kapal itu berlayar dalam kondisi minim pencahayaan, tak lama setelah meninggalkan Laut Cina Selatan.
Ketiga Kalinya AS Kerahkan Kapal Induk ke Timur Tengah
Langkah ini menandai kali ketiga dalam satu tahun Amerika Serikat mengerahkan kapal induk ke kawasan Timur Tengah. Washington mengambil keputusan ini seiring meningkatnya ketegangan regional, terutama setelah gelombang demonstrasi anti-pemerintah di Iran dilaporkan menelan ribuan korban jiwa.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump memperkeras sikapnya terhadap Teheran. Trump secara terbuka menyerukan perubahan rezim dan memerintahkan militer Amerika Serikat bersiap menghadapi skenario serangan terhadap Iran.
Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menegaskan bahwa Washington tidak sekadar melontarkan ancaman.
“Presiden Trump adalah orang yang bertindak. Semua opsi tersedia untuk menghentikan pembantaian, dan kepemimpinan rezim Iran sangat memahami itu,” ujar Waltz, dikutip dari Newsweek, Selasa (20/1/2026).
Iran Balas Tuduhan, Ancaman Perang Terbuka Menguat
Dari Teheran, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei langsung menuding Amerika Serikat berada di balik kerusuhan domestik yang melanda negaranya. Melalui unggahan di platform X, Khamenei menyebut AS menyiapkan skenario besar untuk menggulingkan pemerintahan Iran.
“Amerika Serikat melakukan persiapan ekstensif untuk mengatur pemberontakan. Kerusuhan ini hanyalah awal. Bangsa Iran akan mengalahkan AS,” tulis Khamenei.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperkeras pernyataan tersebut dengan peringatan terbuka. Ia menegaskan bahwa setiap agresi terhadap pemimpin tertinggi Iran akan dianggap sebagai deklarasi perang skala penuh.
“Setiap serangan terhadap pemimpin tertinggi negara kami sama dengan perang terbuka melawan bangsa Iran,” tegasnya.
Pernyataan saling mengancam ini mempersempit ruang diplomasi dan memperbesar risiko konflik bersenjata terbuka di kawasan.
Pasifik Barat Ditinggal, China Jadi Variabel Kritis
Pemindahan USS Abraham Lincoln memicu kekhawatiran serius terkait postur pertahanan Amerika Serikat di Pasifik Barat, terutama dalam konteks persaingan strategis dengan China. Kawasan ini selama ini menjadi panggung utama upaya Washington menahan ekspansi pengaruh Beijing.
Laporan US Naval Institute News menyebut keberangkatan USS Abraham Lincoln menyisakan USS George Washington sebagai satu-satunya kapal induk AS yang ditempatkan di Pasifik Barat. Kapal tersebut berbasis di Jepang sejak November 2024, namun saat ini tengah menjalani perawatan.
Untuk menutup celah kekuatan, militer AS mengandalkan USS Tripoli, kapal serbu amfibi yang mampu mengoperasikan jet tempur F-35B. Meski demikian, para analis menilai kemampuan ini belum sepenuhnya setara dengan kehadiran kapal induk penuh di kawasan.
Di sisi lain, China terus memperkuat armada lautnya. Beijing kini mengoperasikan armada kapal perang terbesar di dunia berdasarkan jumlah lambung, termasuk tiga kapal induk aktif. Ketimpangan kehadiran ini menjadi perhatian serius di Washington.
Gugus Tempur Lengkap Menuju Timur Tengah
USS Abraham Lincoln tidak berlayar sendirian. Armada pendukung yang menyertainya mencakup kapal perusak USS Spruance, USS Michael Murphy, dan USS Frank E. Petersen Jr. Di kawasan Timur Tengah, AS juga telah menyiagakan kapal perusak USS Roosevelt di Laut Merah, USS Mitscher di Teluk Oman, serta USS McFaul di Teluk Persia.
Hingga kini, Departemen Pertahanan AS dan Kementerian Luar Negeri Iran belum memberikan pernyataan resmi mengenai tujuan akhir dan waktu penempatan gugus tempur USS Abraham Lincoln di dekat Iran.
Indonesia dan Kawasan di Tengah Arus Besar Geopolitik
Bagi negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, pergerakan armada tempur ini bukan sekadar berita luar negeri. Selat Malaka sebagai jalur strategis global kembali menjadi lintasan kepentingan militer negara besar, dengan potensi implikasi terhadap stabilitas kawasan, keamanan laut, dan arus perdagangan internasional.
Di tengah tarik-menarik kekuatan global ini, satu hal menjadi jelas ketika kapal induk mulai berpindah haluan, dunia tidak sedang berlayar menuju ketenangan melainkan mendekati perairan yang semakin bergejolak. @dimas







