Senin, Agustus 24, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Enam Kurir Narkoba Ditangkap di Bandara Soetta

by dimas
Maret 12, 2026
in Kriminal, Reality
A A
Home Reality Kriminal
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Kriminal – Jaringan narkotika internasional kembali mencoba memanfaatkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai pintu masuk ke Indonesia. Namun upaya itu gagal setelah petugas Bea Cukai menggagalkan beberapa percobaan penyelundupan narkotika sepanjang Januari hingga Februari 2026.

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPUBC TMP) C Soekarno-Hatta menangkap enam orang kurir. Mereka terdiri dari tiga warga negara asing (WNA) dan tiga warga negara Indonesia (WNI).

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, mengatakan petugas menangkap para pelaku di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Petugas mengamankan tiga WNA dan tiga WNI yang berperan sebagai kurir narkotika. Penindakan berlangsung selama Januari hingga Februari 2026,” ujar Hengky di Tangerang, pada Rabu (11/3/2026).

Kasus ini menunjukkan bahwa bandara terbesar di Indonesia masih menarik perhatian jaringan narkoba lintas negara.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

Modus Baru: Narkotika Disamarkan dalam Kemasan Produk

Kasus pertama muncul pada 12 Januari 2026. Petugas mencurigai seorang penumpang WNA berinisial KH (33) yang tiba melalui rute Amsterdam-Dubai-Jakarta.

Petugas kemudian memeriksa barang bawaan KH secara mendalam. Pemeriksaan itu menemukan ketamin seberat 5.061 gram yang tersembunyi dalam kemasan minuman instan.

Pelaku mencoba menyamarkan narkotika tersebut dengan teknik false concealment, yaitu menyembunyikan barang terlarang dalam kemasan produk sehari-hari.

Modus ini sering muncul dalam kasus penyelundupan narkoba melalui jalur udara.

Kurir Domestik Bawa Sabu dari Batam

Petugas kembali menggagalkan upaya lain pada 22 Januari 2026. Tiga WNI berinisial ES (40), M (46), dan AP (19) tiba di Jakarta melalui penerbangan Batam–Jakarta.

Petugas memeriksa koper milik ketiga penumpang itu setelah mesin pemindai menunjukkan kejanggalan. Pemeriksaan lanjutan menemukan sabu seberat 3.094 gram yang terselip di antara pakaian dalam koper.

Para pelaku mencoba menyamarkan paket narkotika agar terlihat seperti barang biasa. Namun sistem pemeriksaan bandara berhasil mendeteksi kejanggalan tersebut.

Kurir Asing Bawa MDMA dan Ketamin

Kasus lain terjadi pada 30 Januari 2026. Petugas menghentikan seorang penumpang WNA berinisial LKY (25) yang baru tiba dari Kuala Lumpur.

Petugas memeriksa bagasi milik LKY dan menemukan MDMA seberat 1.066 gram serta ketamin 433 gram yang tersimpan dalam kemasan minuman instan.

Pada penindakan berikutnya, petugas juga menangkap seorang wanita WNA berinisial SP yang datang dari Thailand. Ia mencoba menyelundupkan etomidate seberat 3.600 gram dengan menyamarkannya dalam kemasan sabun dan minyak kelapa.

Etomidate merupakan obat anestesi yang kerap disalahgunakan dalam produksi narkotika sintetis.

Menurut Hengky, jaringan narkoba terus mengembangkan cara baru untuk mengelabui petugas.

Namun sistem pengawasan berlapis di Bandara Soekarno-Hatta mampu mengungkap berbagai modus tersebut.

Ancaman Hukuman Mati

Penyidik menjerat seluruh pelaku dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Undang-undang tersebut memuat ancaman hukuman maksimal berupa pidana mati atau penjara seumur hidup.

Petugas Bea Cukai telah menyerahkan para tersangka beserta barang bukti kepada Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk penyelidikan lanjutan.

“Penyidik masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih besar,” tambahnya.

Indonesia Masih Jadi Pasar Menggiurkan

Kasus ini kembali mengingatkan bahwa Indonesia masih menjadi target pasar narkotika internasional. Jalur udara, terutama bandara besar seperti Soekarno-Hatta, terus menjadi pintu masuk yang diincar jaringan penyelundup.

Bagi jaringan narkoba global, Indonesia bukan sekadar tempat transit. Negara ini menawarkan pasar besar dengan keuntungan yang menggiurkan.

Selama permintaan narkotika tetap tinggi, para kurir akan terus datang dengan berbagai cara. Mereka mengganti kemasan, mengubah rute, dan mencari celah baru tetapi tujuan mereka tetap sama memasukkan narkotika ke pasar Indonesia. @dimas

Tags: bandaraBea CukaiDaruratInternasionalJaringanKeamanan NegaraKejahatanKriminalKriminal & HukumNarkotikaNasionalPenegakan HukumPenyelundupanPeredaran

Kamu Melewatkan Ini

Korporasi Diduga Main Api, Prabowo: Tindak Tegas Kalau Terbukti!

Korporasi Diduga Main Api, Prabowo: Tindak Tegas Kalau Terbukti!

by dimas
Agustus 22, 2026

Korporasi diduga terlibat karhutla di Kalimantan. Prabowo menegaskan akan menindak tegas jika keterlibatan mereka terbukti secara hukum. Tabooo.id - Negara...

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: Kartu Kredit Indonesia resmi meluncur. Bersamaan dengan itu, BI memperluas MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026 untuk transaksi...

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Prabowo meminta RUU Perampasan Aset dipercepat. DPR masih menjaring masukan publik. Tantangannya bukan cuma pengesahan, tetapi memastikan aset hasil kejahatan...

Next Post
Semeru Empat Kali Erupsi Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Radius Bahaya

Semeru Empat Kali Erupsi Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Radius Bahaya

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id