• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Global

Ekstradisi Riza Chalid Mandek, Malaysia Sebut Belum Ada Permintaan

November 28, 2025
in Global, News
A A
Ekstradisi Riza Chalid Mandek: Malaysia Bilang Belum Ada Permintaan

Mohammad Riza Chalid, tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak Pertamina, yang diduga melarikan diri ke Malaysia. (Foto Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Pemerintah Malaysia kembali mengirim sinyal yang membuat Jakarta tersentak. Lewat jawaban resmi kepada parlemen, Menteri Dalam Negeri Saifuddin Nasution menyebut Indonesia belum pernah mengajukan permohonan ekstradisi untuk taipan minyak Mohammad Riza Chalid nama yang selalu hadir dalam pembicaraan korupsi besar, namun menghilang saat aparat mulai mengejar.

Riza, 64 tahun, sudah berstatus tersangka dalam dugaan korupsi tata kelola minyak PT Pertamina. Ia diduga melintas ke Malaysia, dan informasi itu pertama kali mencuat bukan dari pejabat Indonesia, melainkan dari laporan Malay Mail pada Kamis (27/11/2025).

Di parlemen, Saifuddin mengungkap detail yang membuat publik mengernyit. Malaysia baru menerima satu surat resmi dari NCB Interpol Jakarta pada 9 September bukan permintaan ekstradisi, hanya permintaan bantuan untuk melacak keberadaan Riza.

“Sejauh ini belum ada permintaan ekstradisi dari pemerintah Indonesia,” ujarnya.

Red Notice: Dua Versi, Dua Negara

Situasi semakin membingungkan ketika Saifuddin menambahkan bahwa Indonesia masih memproses red notice untuk Riza. Posisi Malaysia jelas tanpa dokumen lengkap, mereka hanya bisa menunggu.

Namun di Jakarta, Kejaksaan Agung memberi cerita berbeda. Menurut mereka, red notice sudah diajukan sejak September, meski Interpol di Lyon belum merespons.
“Belum ada info sudah approve atau belum,” kata Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna.

Perbedaan ini membuka pertanyaan besar apakah langkah Indonesia tersendat, atau Interpol yang berjalan lambat?

Siapa Berada di Posisi Menguntungkan?

Di tengah ketidakselarasan ini, beberapa pihak justru mendapatkan ruang bernapas:

  1. Malaysia tetap berada di zona aman: mereka siap membantu, tetapi hanya jika prosedur dipenuhi.
  2. Riza Chalid menikmati celah administratif; tanpa red notice dan permintaan ekstradisi, geraknya belum benar-benar terblokir.

Sebaliknya, beberapa pihak harus menanggung kerugian:

  1. Aparat Indonesia tampak tidak kompak, dengan informasi berbeda antara satu lembaga dan lainnya.
  2. Publik kembali menyaksikan drama lama: buronan papan atas yang seakan memiliki kemampuan “menghilang administratif”.
  3. Upaya pemberantasan korupsi melemah karena dokumen yang tak kunjung lengkap.

Malaysia Menegaskan Sikap

Saifuddin memastikan Malaysia tidak ingin menjadi “safe house” bagi pelaku kejahatan lintas negara. Mereka menunggu langkah konkret dari Jakarta. Pernyataan itu muncul setelah anggota parlemen Kota Bharu, Takiyuddin Hassan, menyoal perkembangan pencarian Riza menandakan isu ini menyentuh ranah reputasi Malaysia, bukan sekadar satu kasus individual.

Ironi Besar: Kasus Jumbo, Dokumen Tersendat

Riza Chalid bukan tokoh sembarangan. Ia lama berkecimpung dalam bisnis minyak Indonesia dan kini menjadi tersangka kasus korupsi serta TPPU terkait tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina Subholding serta KKS periode 2018-2023 kasus dengan potensi kerugian yang masif.

Namun di balik besarnya kasus ini, terdapat ironi yang membuat publik geleng kepala perburuan kelas kakap justru terhenti di meja birokrasi.

Refleksi: Buronan Boleh Lari, Birokrasi Jangan Ikut Lambat

Proses ekstradisi memang rumit, tetapi publik sudah lelah menyaksikan pola berulang
Buronan kabur cepat. Aparat saling tunggu. Dokumen bergerak lamban. Red notice datang paling akhir.

RelatedPosts

Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

Jika Indonesia ingin kasus ini tidak membeku seperti berbagai kasus besar sebelumnya, semua lembaga penegak hukum harus bergerak dengan ritme yang sama bukan secepat rapat internal, tetapi secepat dugaan pelarian sang taipan.

Karena ketika buronan berhasil menemukan tempat aman, yang bocor bukan hanya uang negara melainkan kepercayaan publik yang surut setetes demi setetes. @dimas

Tags: Birokrasi LambatBuronan Kelas KakapEkstradisiInterpolKejagungKorupsi MinyakMalaysia IndonesiaRed NoticeRiza ChalidTransparansi Hukum
Next Post
Habis Makan Langsung Tidur?

Habis Makan Langsung Tidur?

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi dalam Dua Gelombang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Griya di Istana, Prabowo Satukan Elite Politik dalam Suasana Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Karaton ke Masjid Agung, Gunungan Garebeg Pasa Jadi Rebutan Ratusan Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.