Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Eks Inter: Bukan Soal Trofi, Ini Soal Negeri: Taremi Pilih Berperang untuk Iran

by teguh
Maret 3, 2026
in Reality, Sports
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Sports – Stadion bisa bersorak. Gol bisa dirayakan. Namun kali ini, cerita datang bukan dari lapangan, melainkan dari keputusan yang mengguncang.

Mehdi Taremi, mantan penyerang Inter Milan, dikabarkan ingin meninggalkan Eropa dan kembali ke Iran. Bukan untuk transfer klub. Bukan untuk kontrak baru. Ia ingin bergabung dengan tentara setelah konflik pecah antara Iran dan koalisi Amerika Serikat–Israel akhir pekan lalu.

Di tengah kabar gugurnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, keputusan Taremi langsung menyedot perhatian publik sepak bola dunia.

Mesin Gol yang Tiba-Tiba Ingin Pulang

Musim ini sebenarnya berjalan gemilang bagi Taremi. Bersama Olympiakos, ia tampil tajam 16 gol dari 31 pertandingan di semua ajang. Ia menjadi salah satu pilar penting di lini depan. Kecepatan, insting, dan pengalaman membuatnya tetap berbahaya di usia 33 tahun. Namun situasi negaranya mengubah segalanya.

Media Turki Haberler melaporkan bahwa Taremi telah memberi tahu sejumlah pejabat klub tentang niatnya pulang. Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) bahkan menyarankan agar ia tetap bertahan di Yunani demi keselamatan dan kariernya.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Akan tetapi, Taremi bersikeras. “Ini adalah momen negara saya paling membutuhkan saya,” ujarnya. Kalimat itu sederhana. Tetapi bobotnya berat.

Antara Jersey dan Seragam Militer

Keputusan ini bukan tanpa risiko. Sebagai warga negara yang memiliki kewajiban militer, Taremi bisa benar-benar terlibat dalam komando pertahanan. Jika itu terjadi, ia terancam absen membela Iran di Piala Dunia 2026.

Lebih jauh lagi, status militernya berpotensi membuatnya kesulitan mendapatkan visa ke Amerika Serikat tuan rumah turnamen tersebut. Artinya, mimpi tampil di panggung terbesar dunia bisa menguap.

Padahal, publik mengenalnya sebagai sosok yang pernah bersinar di FC Porto dan mencicipi kerasnya Serie A bersama Inter. Ia membangun kariernya dengan kerja keras bertahun-tahun. Kini, ia siap mempertaruhkan semuanya.

Lebih dari Sekadar Gol

Sepak bola sering memisahkan diri dari politik. Namun sejarah berulang kali membuktikan bahwa keduanya sulit benar-benar terpisah. Dalam situasi ekstrem, identitas nasional bisa lebih kuat daripada kontrak profesional.

Taremi sedang berdiri di persimpangan paling sunyi dalam hidupnya antara karier dan tanah air.

Bagi sebagian orang, keputusan ini mungkin terasa emosional. Bagi yang lain, ini bentuk keberanian. Yang jelas, momen ini mengingatkan kita bahwa di balik statistik 16 gol dan 31 laga, ada manusia dengan keyakinan dan pilihan hidup.

Jika ia benar-benar melepas sepatu bolanya untuk sementara waktu, dunia akan kehilangan seorang striker tajam. Namun Iran mungkin mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekadar pemain. Dan di situlah sepak bola berhenti menjadi permainan. @teguh

Tags: Konflik DuniaMiliterNasionalismeperangPiala Dunia 2026Striker

Kamu Melewatkan Ini

Tan Malaka: Seorang Komunis yang Menentang Komunisme?

Tan Malaka: Seorang Komunis yang Menentang Komunisme?

by dimas
Juni 13, 2026

Tan Malaka kerap dicap komunis dan antiagama. Namun benarkah demikian? Menelusuri gagasan, Islam, sosialisme, dan stigma yang melekat pada dirinya....

Bergerak dari Kota Pahlawan Surabaya Untuk Menggugat Syahwat Kekuasaan

Bergerak dari Kota Pahlawan Surabaya Untuk Menggugat Syahwat Kekuasaan

by teguh
Juni 9, 2026

"Ketika lembaga perwakilan rakyat hanya berfungsi sebagai stempel karet bagi eksekutif, maka jalanan menjadi parlemen alternatif." Pernyataan Yudi Latif dalam...

Patung Pancoran: Monumen Pengorbanan atau Tamparan untuk Pemimpin?

Patung Pancoran: Monumen Pengorbanan atau Tamparan untuk Pemimpin?

by teguh
Juni 2, 2026

Di tengah badai ekonomi, ketegangan politik, dan masa depan Indonesia yang penuh ketidakpastian pada pertengahan 1960-an, Presiden Soekarno mengambil langkah...

Next Post
Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan AS-Iran

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan AS-Iran

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id