Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tudingan Berkhianat di Keraton: GKR Rumbay Sorot Sang Adik

by Anisa
November 17, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Siang panas di Keraton Surakarta, Kamis (13/11/2025), berubah jadi panggung drama keluarga bangsawan. KGPH Mangkubumi, putra tertua almarhum Pakubuwono XIII, resmi dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV oleh Maha Menteri Penembahan Agung Tedjowulan. Namun, bukan tepuk tangan yang terdengar melainkan ratapan kecewa dari kakaknya sendiri, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani. “Saya kasihan Keraton, saya kasihan adik saya,” ujarnya lirih tapi tajam.


Di depan pintu utama keraton, GKR Rumbay berdiri tegak dengan mata berkaca-kaca. Ia menyebut penobatan Mangkubumi sebagai bentuk pengkhianatan terhadap keluarga dan kesepakatan yang sebelumnya sudah dibuat bersama. “Gusti Mangkubumi bisa berkhianat dengan kami, kakak-kakak dan adik-adiknya. Itu yang saya sesalkan,” katanya saat ditemui wartawan.

Menurut Rumbay, sebelum penobatan, keluarga besar keraton sebenarnya telah bersepakat bahwa KGPAA Hamangkunegoro, atau Paku Buwono Putra Mahkota, akan menjadi penerus tahta. Kesepakatan itu bahkan disebut terjadi di hadapan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Wali Kota Solo Respati, saat mereka melayat almarhum PB XIII. “Kami sudah bicara di hadapan Gibran dan Respati. Kami sudah sepakat untuk Paku Buwono Putra Mahkota,” tegasnya.

Namun siang ini, tanpa kehadiran sebagian besar putra-putri PB XIII, penobatan tetap digelar di Sasana Handrawina. Dari 23 undangan, hanya enam yang hadir dua di antaranya bahkan walk out. GKR Rumbay menyebut langkah itu membuat Keraton Solo kembali terbelah, mengulang luka lama dari konflik suksesi PB XIII. “Saya kasihan Keraton. Dipecah belah seperti ini,” ucapnya getir.

Meski begitu, pihak keluarga yang menolak penobatan Mangkubumi memastikan acara Jumenengan (penobatan) versi mereka tetap digelar Sabtu (15/11/2025). Mereka menilai pelantikan hari ini “cacat hukum” dan tidak mewakili garis keturunan sah PB XIII.
Karena drama tahta ini bukan sekadar urusan bangsawan, tapi cermin rapuhnya tradisi di tengah perebutan legitimasi dan ego keluarga. Di saat generasi muda berjuang menjaga budaya, konflik semacam ini justru mempertanyakan: masihkah warisan leluhur itu punya makna ketika darah yang sama saling menuding?

Ini Belum Selesai

Starbucks Global Pangkas Gerai, Lalu Indonesia?

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran di DPRD DIY Diwarnai Kericuhan


Keraton Surakarta kini punya dua calon raja dan satu pertanyaan besar apa arti kebangsawanan jika yang tersisa hanya perebutan nama, bukan keluhuran? (sig)

Tags: KGPAA HamangkunagoromemanasPB XIV

Kamu Melewatkan Ini

KY Gelar Diskusi Publik di Solo Bahas Penguatan Kewenangan

Kraton Surakarta Angkat Sejarah Peradilan di Forum KY

by eko
September 24, 2026

Kraton Surakarta membawa sejarah Peradilan Pradoto dan Pengadilan Serambi dalam diskusi penguatan kewenangan Komisi Yudisial di Solo. Tabooo.id: Surakarta -...

Akses Kraton Ditutup Seng, Konflik Kembali Mengemuka

Akses Kraton Ditutup Seng, Konflik Kembali Mengemuka

by eko
September 3, 2026

Akses Pelataran Kraton ditutup seng. Kubu PB XIV Purbaya mempertanyakan penutupan, sementara LDA menyebut revitalisasi sebagai jawaban. Tabooo.id: Surakarta -...

Kraton Solo Gelar Jamasan Pusaka Nyai Setomi Jelang Garebeg Mulud

Kraton Solo Gelar Jamasan Pusaka Nyai Setomi Jelang Garebeg Mulud

by eko
Agustus 23, 2026

Kraton Solo menggelar Jamasan Pusaka Nyai Setomi di Sitinggil Lor sebagai bagian dari rangkaian persiapan Hajad Dalem Garebeg Mulud 2026....

Next Post
Tahta Surakarta Berganti: Siapakah Pakoe Boewono XIV di Mata Rakyat?

Tahta Surakarta Berganti: Siapakah Pakoe Boewono XIV di Mata Rakyat?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id