Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tudingan Berkhianat di Keraton: GKR Rumbay Sorot Sang Adik

by Anisa
November 17, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Siang panas di Keraton Surakarta, Kamis (13/11/2025), berubah jadi panggung drama keluarga bangsawan. KGPH Mangkubumi, putra tertua almarhum Pakubuwono XIII, resmi dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV oleh Maha Menteri Penembahan Agung Tedjowulan. Namun, bukan tepuk tangan yang terdengar melainkan ratapan kecewa dari kakaknya sendiri, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani. “Saya kasihan Keraton, saya kasihan adik saya,” ujarnya lirih tapi tajam.


Di depan pintu utama keraton, GKR Rumbay berdiri tegak dengan mata berkaca-kaca. Ia menyebut penobatan Mangkubumi sebagai bentuk pengkhianatan terhadap keluarga dan kesepakatan yang sebelumnya sudah dibuat bersama. “Gusti Mangkubumi bisa berkhianat dengan kami, kakak-kakak dan adik-adiknya. Itu yang saya sesalkan,” katanya saat ditemui wartawan.

Menurut Rumbay, sebelum penobatan, keluarga besar keraton sebenarnya telah bersepakat bahwa KGPAA Hamangkunegoro, atau Paku Buwono Putra Mahkota, akan menjadi penerus tahta. Kesepakatan itu bahkan disebut terjadi di hadapan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Wali Kota Solo Respati, saat mereka melayat almarhum PB XIII. “Kami sudah bicara di hadapan Gibran dan Respati. Kami sudah sepakat untuk Paku Buwono Putra Mahkota,” tegasnya.

Namun siang ini, tanpa kehadiran sebagian besar putra-putri PB XIII, penobatan tetap digelar di Sasana Handrawina. Dari 23 undangan, hanya enam yang hadir dua di antaranya bahkan walk out. GKR Rumbay menyebut langkah itu membuat Keraton Solo kembali terbelah, mengulang luka lama dari konflik suksesi PB XIII. “Saya kasihan Keraton. Dipecah belah seperti ini,” ucapnya getir.

Meski begitu, pihak keluarga yang menolak penobatan Mangkubumi memastikan acara Jumenengan (penobatan) versi mereka tetap digelar Sabtu (15/11/2025). Mereka menilai pelantikan hari ini “cacat hukum” dan tidak mewakili garis keturunan sah PB XIII.
Karena drama tahta ini bukan sekadar urusan bangsawan, tapi cermin rapuhnya tradisi di tengah perebutan legitimasi dan ego keluarga. Di saat generasi muda berjuang menjaga budaya, konflik semacam ini justru mempertanyakan: masihkah warisan leluhur itu punya makna ketika darah yang sama saling menuding?

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes


Keraton Surakarta kini punya dua calon raja dan satu pertanyaan besar apa arti kebangsawanan jika yang tersisa hanya perebutan nama, bukan keluhuran? (sig)

Tags: KGPAA HamangkunagoromemanasPB XIV

Kamu Melewatkan Ini

Gugatan Nama Pakubuwana XIV Tak Diterima, Gusti Moeng Siapkan Banding

Gugatan Nama Pakubuwana XIV Tak Diterima, Gusti Moeng Siapkan Banding

by Tabooo
Agustus 3, 2026

PN Solo menyatakan gugatan Gusti Moeng terkait perubahan nama KGPH Purboyo menjadi Sri Susuhunan Pakubuwana XIV tidak dapat diterima. Pihak...

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

by Tabooo
Juni 9, 2026

Dua Kirab Malam 1 Suro di Keraton Surakarta disebut berpotensi digelar pada tanggal yang sama. Situasi ini memicu kekhawatiran karena...

Damai di Meja, Perang di Lapangan: Israel Abaikan Kesepakatan AS-Iran

Damai di Meja, Perang di Lapangan: Israel Abaikan Kesepakatan AS-Iran

by dimas
April 10, 2026

Tabooo.id: Deep - Konflik Timur Tengah kembali menunjukkan wajah paradoks. Di satu sisi, Donald Trump mengklaim peluang damai dengan Iran...

Next Post
Tahta Surakarta Berganti: Siapakah Pakoe Boewono XIV di Mata Rakyat?

Tahta Surakarta Berganti: Siapakah Pakoe Boewono XIV di Mata Rakyat?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id