Rabu, Juni 24, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Donald Trump Targetkan Rusia–Ukraina Damai pada Juni 2026

by eko
Februari 8, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak agar perang Rusia Ukraina berakhir paling lambat Juni 2026. Tekanan itu langsung disusul langkah konkret Washington mengusulkan pertemuan tatap muka antara delegasi Rusia dan Ukraina di Amerika Serikat, kemungkinan besar di Miami, dalam waktu sepekan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan, ini pertama kalinya AS secara terbuka mengajak kedua pihak duduk satu meja di wilayahnya sendiri.

“Amerika Serikat mengusulkan agar tim negosiasi Ukraina dan Rusia bertemu di AS, mungkin di Miami, dalam waktu seminggu,” kata Zelensky kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026).

Trump, kata Zelensky, ingin “menyelesaikan semuanya pada Juni.”

Mediasi Mandek, AS Naikkan Level

Tawaran ini muncul setelah upaya mediasi sebelumnya di Abu Dhabi gagal menghasilkan terobosan, terutama soal isu paling sensitif: wilayah.

Ini Belum Selesai

Prestasi Tinggi, Data Ter-hidden: Hak Anak Nyaris Tersingkir dari SMP Negeri

Dugaan Kekerasan Seksual di Padepokan Demak Terbongkar

Perang Rusia–Ukraina sudah berjalan hampir empat tahun. Saat ini, Rusia menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina. Moskwa disebut mengincar kendali penuh atas Donetsk timur sebagai bagian dari kesepakatan damai.

Namun Kyiv menolak keras.

“Kami tidak akan menandatangani perjanjian yang gagal mencegah Rusia menyerang lagi,” tegas Zelensky.

Bagi Ukraina, ini bukan sekadar soal menghentikan tembakan. Ini soal jaminan keamanan jangka panjang.

Zelensky Waspada: Jangan Ada Deal di Belakang Kyiv

Zelensky juga menyuarakan kekhawatiran besar: kemungkinan AS dan Rusia membuat kesepakatan tanpa melibatkan Ukraina.

Ia menegaskan, keputusan apa pun yang menyangkut kedaulatan negaranya wajib melibatkan Kyiv.

“Saya tidak akan mentolerir Washington dan Moskwa membuat kesepakatan di belakang Ukraina,” ujarnya.

Nada ini mencerminkan trauma lama. Dalam banyak konflik global, negara yang jadi medan perang sering kali hanya menjadi penonton saat kekuatan besar bernegosiasi.

PLTN Zaporizhzhia Jadi Batu Sandungan

Selain wilayah dan gencatan senjata, satu isu krusial masih menggantung: pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia.

Fasilitas terbesar di Eropa itu telah diduduki pasukan Rusia sejak 2022. Hingga kini, belum ada kesepahaman siapa yang akan mengendalikannya jika damai tercapai.

Padahal, nasib PLTN ini menyangkut jutaan warga sipil bukan cuma di Ukraina, tapi juga negara-negara Eropa Timur yang berada dalam radius risiko jika terjadi insiden nuklir.

Siapa yang Paling Terdampak?

Yang paling menanggung beban tentu rakyat Ukraina: jutaan pengungsi, kota-kota yang hancur, ekonomi yang compang-camping.

Namun dampaknya juga terasa global. Harga energi sempat melonjak, rantai pasok pangan terganggu, dan ketegangan geopolitik membuat dunia hidup dalam mode siaga berkepanjangan.

Jika pertemuan Miami benar-benar terwujud, itu bisa menjadi titik balik. Atau sekadar bab baru dari negosiasi panjang yang penuh tarik-ulur.

Satu hal pasti: rakyat di garis depan sudah terlalu lama menunggu damai. Dan sementara para elite dunia sibuk mengatur meja perundingan, warga biasa hanya berharap satu hal sederhana agar perang berhenti, bukan cuma pindah lokasi. @eko

Tags: DamaiDonald TrumpNuklirPerdamaianRusia

Kamu Melewatkan Ini

Dua Musuh, Satu Kepentingan

Dua Musuh, Satu Kepentingan

by dimas
Juni 7, 2026

Di balik ancaman dan negosiasi yang tak berujung, AS dan Iran ternyata terjebak dalam kepentingan yang sama: sama-sama membutuhkan lawannya...

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

by dimas
Mei 24, 2026

AS dan Iran menunjukkan sinyal damai baru. Namun di balik negosiasi dan pembukaan Selat Hormuz, dunia masih mencium ancaman konflik...

Ini Bukan Sekadar Insiden: Saat Pengamanan Paling Ketat Ikut Retak

Bukan Sekadar Insiden: Saat Pengamanan Paling Ketat Ikut Retak

by eko
April 26, 2026

Satu suara memecah malam yang tenang. Dalam hitungan detik, acara elit seperti White House Correspondents' Dinner berubah jadi situasi darurat....

Next Post
Prabowo Hadiri Harlah 1 Abad NU di Malang, 105 Ribu Jamaah Membludak

Prabowo Hadiri Harlah 1 Abad NU di Malang, 105 Ribu Jamaah Membludak

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id