Tabooo.id: Film – Pernah kebayang naik motor lewat Kota Tua, lalu di sebelah kamu berdiri Ma Dong-seok alias Don Lee dengan wajah galak khasnya? Atau lihat Lisa BLACKPINK melintas di Jakarta, bukan buat konser, tapi buat syuting film laga? Tenang, kamu nggak halu. Ini benar-benar terjadi.
Film Korea Selatan berjudul Extraction Tygo resmi menjadikan Jakarta, Bekasi, dan Depok sebagai lokasi syuting. Sejak Desember 2025, kamera-kamera produksi asing mondar-mandir di Jabodetabek. Rencananya, proses ini baru kelar Maret 2026.
Don Lee, Lisa, dan Jakarta yang Mendadak Sinematik
Produksi film ini digarap oleh PT Asia Media Aliansi Group. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa seluruh kegiatan syuting berjalan legal dan terjadwal rapi.
Lokasinya bukan tempat sembarangan. Tim produksi memilih titik-titik ikonik dan “bernapas kota” seperti Kota Tua, Kastil Batavia, Gedung CTC, Jembatan Baru, Muara Baru, Cikini Hospital, hingga wilayah Bekasi dan Depok. Jakarta tampil apa adanyaPola Metro Jaya ramai, kasar, hidup.
Polda Metro Jaya mengeluarkan izin langsung dari Mabes Polri. Alasannya jelas. Produksi ini melibatkan warga negara asing dan menjangkau dua wilayah hukum kepolisian sekaligus. Semua prosedur jalan. Semua resmi.
Lampu Kamera Menyala, Jalanan Ikut Diatur
Konsekuensi dari syuting film internasional tentu nggak cuma soal glamor. Polisi menerapkan rekayasa lalu lintas, terutama di Jakarta Barat. Mulai 1–7 Februari 2026, Jalan Cengkeh akan mengalami pengalihan arus.
Polisi mengimbau warga untuk menyesuaikan rute perjalanan. Bahasa halusnya sabar dikit, kota lagi dipakai syuting.
Di titik ini, hiburan ketemu realita. Film butuh kota. Kota butuh warga yang mau mengalah sementara.
Bukan Cuma Film, Tapi Pesan Diam-Diam
Masuknya produksi Korea Selatan ke Indonesia bukan sekadar urusan kamera dan aktor besar. Ini sinyal. Jakarta kini dianggap layak jual secara global. Visualnya kuat. Energinya dapat. Kekacauannya malah jadi daya tarik.
Don Lee membawa citra laga keras. Lisa membawa magnet pop culture. Jakarta? Ia menawarkan latar sosial yang mentah dan jujur. Kombinasi ini jelas bukan kebetulan.
Namun ada ironi kecil. Saat kota kita tampil di layar dunia, kita sering hanya jadi figuran di negeri sendiri. Warga melihat prosesnya. UMKM mungkin kebagian rezeki. Tapi industri film lokal masih sering berjuang sendirian.
Kota Ini Siap Tampil, Tinggal Kita Mau Apa Tidak
Syuting Extraction Tygo membuktikan satu hal Indonesia punya panggung internasional. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya. Apakah cuma bangga karena artis dunia datang? Atau mulai serius membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan?
Jakarta sudah siap jadi set film global. Pertanyaannya sekarang kita mau tetap jadi latar, atau naik level jadi cerita utama?. @teguh







