Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Don Lee & Lisa BLACKPINK Syuting di Jabodetabek

by teguh
Februari 1, 2026
in Film
A A
Home Culture Film
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Film – Pernah kebayang naik motor lewat Kota Tua, lalu di sebelah kamu berdiri Ma Dong-seok alias Don Lee dengan wajah galak khasnya? Atau lihat Lisa BLACKPINK melintas di Jakarta, bukan buat konser, tapi buat syuting film laga? Tenang, kamu nggak halu. Ini benar-benar terjadi.

Film Korea Selatan berjudul Extraction Tygo resmi menjadikan Jakarta, Bekasi, dan Depok sebagai lokasi syuting. Sejak Desember 2025, kamera-kamera produksi asing mondar-mandir di Jabodetabek. Rencananya, proses ini baru kelar Maret 2026.

Don Lee, Lisa, dan Jakarta yang Mendadak Sinematik

Produksi film ini digarap oleh PT Asia Media Aliansi Group. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa seluruh kegiatan syuting berjalan legal dan terjadwal rapi.

Lokasinya bukan tempat sembarangan. Tim produksi memilih titik-titik ikonik dan “bernapas kota” seperti Kota Tua, Kastil Batavia, Gedung CTC, Jembatan Baru, Muara Baru, Cikini Hospital, hingga wilayah Bekasi dan Depok. Jakarta tampil apa adanyaPola Metro Jaya ramai, kasar, hidup.

Polda Metro Jaya mengeluarkan izin langsung dari Mabes Polri. Alasannya jelas. Produksi ini melibatkan warga negara asing dan menjangkau dua wilayah hukum kepolisian sekaligus. Semua prosedur jalan. Semua resmi.

Ini Belum Selesai

Film Jangan Buang Ibu: Kesepian di Balik Pengorbanan

Film “Timur” : Iko Uwais Membuka Luka Masa Lalu

Lampu Kamera Menyala, Jalanan Ikut Diatur

Konsekuensi dari syuting film internasional tentu nggak cuma soal glamor. Polisi menerapkan rekayasa lalu lintas, terutama di Jakarta Barat. Mulai 1–7 Februari 2026, Jalan Cengkeh akan mengalami pengalihan arus.

Polisi mengimbau warga untuk menyesuaikan rute perjalanan. Bahasa halusnya sabar dikit, kota lagi dipakai syuting.

Di titik ini, hiburan ketemu realita. Film butuh kota. Kota butuh warga yang mau mengalah sementara.

Bukan Cuma Film, Tapi Pesan Diam-Diam

Masuknya produksi Korea Selatan ke Indonesia bukan sekadar urusan kamera dan aktor besar. Ini sinyal. Jakarta kini dianggap layak jual secara global. Visualnya kuat. Energinya dapat. Kekacauannya malah jadi daya tarik.

Don Lee membawa citra laga keras. Lisa membawa magnet pop culture. Jakarta? Ia menawarkan latar sosial yang mentah dan jujur. Kombinasi ini jelas bukan kebetulan.

Namun ada ironi kecil. Saat kota kita tampil di layar dunia, kita sering hanya jadi figuran di negeri sendiri. Warga melihat prosesnya. UMKM mungkin kebagian rezeki. Tapi industri film lokal masih sering berjuang sendirian.

Kota Ini Siap Tampil, Tinggal Kita Mau Apa Tidak

Syuting Extraction Tygo membuktikan satu hal Indonesia punya panggung internasional. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya. Apakah cuma bangga karena artis dunia datang? Atau mulai serius membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan?

Jakarta sudah siap jadi set film global. Pertanyaannya sekarang kita mau tetap jadi latar, atau naik level jadi cerita utama?. @teguh

Tags: BlackpinkFilmKota TuaMabes PolriPolda Metro JayaPop CultureProduksi

Kamu Melewatkan Ini

Kodam Jaya Ikut Buru Begal: Jakarta Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Kodam Jaya Ikut Buru Begal: Jakarta Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

by teguh
Mei 25, 2026

Kalau tentara mulai patroli jalanan, pertanyaannya bukan lagi siapa takut begal. Pertanyaannya berubah seberapa genting kondisi Jakarta sekarang? Tabooo.id: Kodam...

Game yang Menolak Mati: Mortal Kombat Bertahan 30 Tahun

Game yang Menolak Mati: Mortal Kombat Bertahan 30 Tahun

by teguh
Mei 16, 2026

Dulu, suara tombol arcade terdengar seperti ritual kecil di pusat permainan. Anak-anak antre, sementara remaja mempertaruhkan gengsi di depan layar....

Salridan-gil: Budaya Uji Nyali Baru di Korea

Salridan-gil: Budaya Uji Nyali Baru di Korea

by Naysa
Mei 12, 2026

Salridan-gil memperlihatkan bagaimana rasa takut bisa berubah menjadi budaya uji nyali baru di Korea. Setelah Salmokji: Whispering Water viral, anak...

Next Post
Riza Chalid Masuk Daftar Buruan Dunia, Interpol Resmi Terbitkan Red Notice

Riza Chalid Masuk Daftar Buruan Dunia, Interpol Resmi Terbitkan Red Notice

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id