Selasa, Juni 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Diskon Liburan 2025/2026: Keringanan Biaya atau Seleksi Digital?

by sigit
Desember 23, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pemerintah resmi mengumumkan diskon tiket untuk berbagai moda transportasi dan jalan tol menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sekretaris Kabinet, Letkol TNI Teddy Indra Wijaya, memimpin rapat dengan jajaran Kemenhub dan Dirut BUMN transportasi di Posko Pusat Pemantauan Angkutan Natal dan Tahun Baru, Jakarta, Senin (22/12/2025), kemudian mengumumkan kebijakan diskon tiket.

Dengan tetap memperhatikan saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera, pemerintah memperkirakan lebih dari 60 juta orang akan melakukan perjalanan. Pemerintah harus memastikan perjalanan mereka lancar, nyaman, dan aman,” kata Teddy melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet.

Teddy memerintahkan seluruh Dirut dan perangkat BUMN transportasi turun langsung ke lapangan untuk mengecek pelayanan dan fasilitas, memastikan janji pemerintah bukan sekadar retorika. Ia menegaskan, libur akhir tahun tidak boleh dianggap kegiatan tahunan biasaSemua titik rawan harus diawasi, semua prosedur dicek, agar perayaan Tahun Baru 2026 benar-benar aman, nyaman, dan zero accident.

Daftar Diskon: Dari Kereta Hingga Tol

Inilah daftar diskon yang pemerintah siapkan, agar perjalanan akhir tahun terasa lebih ringan bagi masyarakat:

  • Kereta Api (PT KAI): Diskon 30 persen untuk tiket ekonomi komersial, berlaku bagi 1,5 juta penumpang.
  • Angkutan Laut (PT PELNI): Diskon 20 persen dari tarif dasar bagi penumpang kelas ekonomi.
  • Pesawat Udara: Diskon 13–14 persen, plus perpanjangan jam operasional bandara guna memperlancar mobilitas.
  • Penyeberangan (PT ASDP): Diskon 100 persen tarif jasa kepelabuhanan melalui aplikasi Ferizy.
  • Pemerintah menurunkan tarif hingga 20 persen di 26 ruas tol di Jawa dan Sumatra, bahkan beberapa ruas diberikan secara gratis.

Sekilas, angka-angka ini terdengar manis. Namun, diskon yang tampak merata menyimpan konsekuensi sosial yang kompleks. Di balik kemudahan, muncul pertanyaan yang lebih dalam: siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan?

Ini Belum Selesai

Danantara Libatkan KPK Sebelum Hilirisasi Dimulai, Tata Kelola Jadi Sorotan

Beras Sulit Laku, Mentan Bicara Produksi Melimpah, Pedagang Soroti Daya Beli

Masyarakat menengah ke atas jelas mendapat keuntungan. Mereka bisa merencanakan perjalanan jauh, membeli tiket pesawat, memanfaatkan aplikasi digital seperti Ferizy, dan menekan biaya perjalanan hingga jutaan rupiah. Mereka bisa menikmati perjalanan lebih nyaman, lancar, dan cepat.

Namun kelompok rentan—pedagang kaki lima yang pulang kampung, lansia, pekerja informal, atau warga daerah terpencil tidak selalu merasakan manisnya diskon. Masyarakat tetap harus membeli tiket diskon, sementara pembelian lewat aplikasi menjadi penghalang bagi yang gaptek atau tak punya akses internet. Pemerintah menggratiskan beberapa ruas tol, namun warga miskin tetap tak tersentuh akses ke rute-rute lokal yang paling mereka butuhkan.

Di sisi lain, lonjakan penumpang tetap berpotensi memunculkan kemacetan, keterlambatan, dan risiko keselamatan. Diskon hanyalah gula; manajemen di lapangan tetap menentukan kenyamanan perjalanan. Tanpa pengawasan ketat, angka potongan harga tidak akan menuntaskan masalah mendasar: kesenjangan akses transportasi.

Dampak Sosial: Libur atau Seleksi Ekonomi?

Kenyataannya, libur akhir tahun memperlihatkan kontras digital dan ekonomi:

  • Mereka yang punya akses dan ponsel pintar dapat memanfaatkan diskon, memilih moda transportasi terbaik, dan menghindari antrean panjang.
  • Mereka yang tidak memiliki akses kerap tersisih, karena modernitas kadang berjalan tanpa menunggu siapa pun.

Diskon tiket pun menjadi simbol inklusi yang tidak merata. Pemerintah tampak memberi “bonus untuk yang sudah nyaman,” sementara mereka yang paling membutuhkan justru tetap harus menunggu, antre, atau menempuh rute alternatif yang lebih panjang dan mahal.

Sindiran Ringan di Tengah Semangat Libur

Diskon boleh ada, angka potongan boleh besar, tapi kenyataannya, liburan akhir tahun tetap memilah masyarakat: yang bisa menikmati dan yang harus rela menunggu di pinggir jalan.

Di negara yang mengaku peduli rakyat, libur panjang justru menjadi ujian kecil: apakah semua orang bisa bergerak, atau hanya mereka yang dekat dengan jaringan, ponsel pintar, dan aplikasi pembayaran digital?

Selamat Natal dan Tahun Baru 2026 semoga kantong tebal tetap tebal, jalan tol tetap lancar, dan hati rakyat yang tak punya akses tetap sabar menunggu giliran. (red)


Tags: ASDPbumnDiskonKAInataruPesawatSekretaris KabinetTeddy Indra WijayaTiket

Kamu Melewatkan Ini

Danantara Libatkan KPK Sebelum Hilirisasi Dimulai, Tata Kelola Jadi Sorotan

Danantara Libatkan KPK Sebelum Hilirisasi Dimulai, Tata Kelola Jadi Sorotan

by teguh
Juni 30, 2026

Pemerintah mulai memperkuat benteng antikorupsi sebelum proyek-proyek hilirisasi bergulir. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk...

Jawa Gelap Bergilir: Cadangan Listrik Hilang, Publik yang Menanggung

Jawa Gelap Bergilir: Cadangan Listrik Hilang, Publik yang Menanggung

by teguh
Juni 21, 2026

Pemadaman listrik bergilir menjalar dari Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir. Gangguan ini bukan cuma...

Aktivis di Lingkaran Kekuasaan: Dulu Lawan, Sekarang Kawan

Aktivis di Lingkaran Kekuasaan: Dulu Lawan, Sekarang Kawan

by Tabooo
Mei 18, 2026

Dulu mereka berdiri di jalan dan melawan rezim. Kini, sebagian nama yang membawa bahasa reformasi justru duduk di ruang kekuasaan...

Next Post
Ranking FIFA Terbaru: Indonesia 122, Malaysia Turun Akibat Sanksi FIFA

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia 122, Malaysia Turun Akibat Sanksi FIFA

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id