Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dipukul Helm Saat Berkendara, Remaja Tual Tewas di Tangan Oknum Brimob

by dimas
Februari 21, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Kejadian tak terduga pada Kamis (19/2/2026) itu menjadi momen terakhir bagi Arianto Tawakal, remaja 14 tahun, menikmati hidupnya. Selepas sahur pertama Ramadan, ia mengendarai motor bersama sang kakak menyusuri jalanan Kota Tual dengan suasana yang masih lengang dan sejuk.

Namun keceriaan pagi itu tidak berlangsung lama. Saat melintas di Jalan Marren, perjalanan santai yang semula terasa biasa berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawanya.

Di kawasan yang dikenal rawan balapan liar itu, sejumlah personel Brimob sedang melakukan pemantauan. Dalam situasi tersebut, seorang anggota berinisial Bripda MS diduga memukul wajah korban menggunakan helm. Benturan keras membuat korban kehilangan kendali, lalu tubuhnya terjatuh dan kepalanya menghantam aspal.

Petugas segera membawa korban ke rumah sakit. Meski tim medis berupaya maksimal, nyawa pelajar itu tidak tertolong akibat luka berat di bagian kepala.

Kesaksian Keluarga dan Versi yang Berbeda

Menurut kakaknya, Nasri Karim, mereka tidak terlibat balapan liar. Ia menegaskan bahwa keduanya hanya berkendara santai setelah sahur.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Saat melintasi turunan jalan, kecepatan motor memang meningkat. Meski begitu, Nasri menyebut tidak ada aksi kebut-kebutan. Tiba-tiba, seorang anggota aparat melompat dari trotoar dan mengayunkan helm ke arah wajah adiknya.

Akibat pukulan tersebut, korban terjatuh dengan keras. Darah mengalir dari hidung dan mulutnya, sementara bagian samping kepala mengalami luka serius. Dalam kondisi kritis, aparat mengevakuasi korban ke rumah sakit.

Selain itu, Nasri mengaku sempat mendapat tekanan saat pemeriksaan. Ia menyebut ada upaya memaksanya mengakui keterlibatan dalam balapan liar, namun ia tetap bertahan pada keterangannya.

Tuntutan Keluarga dan Respons Kepolisian

Keluarga mengecam keras tindakan yang merenggut nyawa anak mereka. Mereka meminta pelaku menerima hukuman maksimal, termasuk pemecatan dari institusi kepolisian.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku, Rositah Umasugi, memastikan aparat telah menahan terduga pelaku. Proses pidana berjalan bersamaan dengan pemeriksaan kode etik.

Kapolda Maluku, Dadang Hartarto, juga memerintahkan investigasi menyeluruh. Tim pengawas internal diturunkan untuk memastikan seluruh prosedur berjalan objektif dan profesional.

Dampak yang Lebih Luas

Tragedi ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Peristiwa tersebut juga memunculkan kembali pertanyaan tentang pendekatan aparat dalam penertiban masyarakat.

Di tengah upaya menjaga ketertiban, aparat dituntut mengedepankan proporsionalitas. Sebab ketika tindakan melampaui batas, kepercayaan publik ikut runtuh.

Kini masyarakat menanti bukan sekadar janji penegakan hukum, melainkan perubahan nyata dalam cara aparat menjalankan kewenangannya. @dimas

Tags: AparatBerdukaKeadilankekerasanKriminal & HukumMalukuPelajarPenegakanReformasiStopSuaratransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Kantata Takwa, Bento, Bongkar: Ketika Kritik Lama Bertemu Elite Masa Kini

Kantata Takwa, Bento, Bongkar: Ketika Kritik Lama Bertemu Elite Masa Kini

by teguh
Juni 21, 2026

Malam itu, Stadion Utama Gelora Bung Karno tidak hanya menjadi lokasi konser Kantata Takwa. Lebih dari seratus ribu orang memenuhi...

Perubahan di Tangan Mahasiswa: Pola Sosial di Balik Gerakan Mahasiswa 1998

Perubahan di Tangan Mahasiswa: Pola Sosial di Balik Gerakan Mahasiswa 1998

by Tabooo
Mei 16, 2026

Gerakan mahasiswa 1998 sering dibaca sebagai sejarah politik. Padahal, di balik tuntutan reformasi, ada pola sosial yang lebih dalam, masyarakat...

Hukum Pasca-Reformasi: Dari Pelindung Warga Menjadi Alat Pengatur Kritik

Hukum Pasca-Reformasi: Dari Pelindung Warga Menjadi Alat Pengatur Kritik

by Tabooo
Mei 15, 2026

Reformasi melahirkan banyak instrumen hukum. Namun hukum sering bergerak lambat untuk korban, cepat untuk kritik, dan dingin saat warga berhadapan...

Next Post
Tradisi Jadi Ancaman: Ledakan Petasan Lukai Warga di Tiga Wilayah Jawa Tengah

Tradisi Jadi Ancaman: Ledakan Petasan Lukai Warga di Tiga Wilayah Jawa Tengah

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id