Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dipukul Helm Saat Berkendara, Remaja Tual Tewas di Tangan Oknum Brimob

by dimas
Februari 21, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Kejadian tak terduga pada Kamis (19/2/2026) itu menjadi momen terakhir bagi Arianto Tawakal, remaja 14 tahun, menikmati hidupnya. Selepas sahur pertama Ramadan, ia mengendarai motor bersama sang kakak menyusuri jalanan Kota Tual dengan suasana yang masih lengang dan sejuk.

Namun keceriaan pagi itu tidak berlangsung lama. Saat melintas di Jalan Marren, perjalanan santai yang semula terasa biasa berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawanya.

Di kawasan yang dikenal rawan balapan liar itu, sejumlah personel Brimob sedang melakukan pemantauan. Dalam situasi tersebut, seorang anggota berinisial Bripda MS diduga memukul wajah korban menggunakan helm. Benturan keras membuat korban kehilangan kendali, lalu tubuhnya terjatuh dan kepalanya menghantam aspal.

Petugas segera membawa korban ke rumah sakit. Meski tim medis berupaya maksimal, nyawa pelajar itu tidak tertolong akibat luka berat di bagian kepala.

Kesaksian Keluarga dan Versi yang Berbeda

Menurut kakaknya, Nasri Karim, mereka tidak terlibat balapan liar. Ia menegaskan bahwa keduanya hanya berkendara santai setelah sahur.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Saat melintasi turunan jalan, kecepatan motor memang meningkat. Meski begitu, Nasri menyebut tidak ada aksi kebut-kebutan. Tiba-tiba, seorang anggota aparat melompat dari trotoar dan mengayunkan helm ke arah wajah adiknya.

Akibat pukulan tersebut, korban terjatuh dengan keras. Darah mengalir dari hidung dan mulutnya, sementara bagian samping kepala mengalami luka serius. Dalam kondisi kritis, aparat mengevakuasi korban ke rumah sakit.

Selain itu, Nasri mengaku sempat mendapat tekanan saat pemeriksaan. Ia menyebut ada upaya memaksanya mengakui keterlibatan dalam balapan liar, namun ia tetap bertahan pada keterangannya.

Tuntutan Keluarga dan Respons Kepolisian

Keluarga mengecam keras tindakan yang merenggut nyawa anak mereka. Mereka meminta pelaku menerima hukuman maksimal, termasuk pemecatan dari institusi kepolisian.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku, Rositah Umasugi, memastikan aparat telah menahan terduga pelaku. Proses pidana berjalan bersamaan dengan pemeriksaan kode etik.

Kapolda Maluku, Dadang Hartarto, juga memerintahkan investigasi menyeluruh. Tim pengawas internal diturunkan untuk memastikan seluruh prosedur berjalan objektif dan profesional.

Dampak yang Lebih Luas

Tragedi ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Peristiwa tersebut juga memunculkan kembali pertanyaan tentang pendekatan aparat dalam penertiban masyarakat.

Di tengah upaya menjaga ketertiban, aparat dituntut mengedepankan proporsionalitas. Sebab ketika tindakan melampaui batas, kepercayaan publik ikut runtuh.

Kini masyarakat menanti bukan sekadar janji penegakan hukum, melainkan perubahan nyata dalam cara aparat menjalankan kewenangannya. @dimas

Tags: AparatBerdukaKeadilankekerasanKriminal & HukumMalukuPelajarPenegakanReformasiStopSuaratransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Perempuan Pembela HAM: Antara Keberanian Melawan dan Risiko Kehilangan Hidup

Perempuan Pembela HAM: Antara Keberanian Melawan dan Risiko Kehilangan Hidup

by dimas
Mei 11, 2026

Perempuan pembela HAM sering melangkah dari pengalaman melihat ketidakadilan yang terjadi di sekitar mereka. Keberanian itu mendorong mereka bersuara, mendampingi...

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

by teguh
Mei 9, 2026

Video berdurasi 22 detik memicu gelombang opini di media sosial. Dua petugas berseragam Bea Cukai mendatangi Warung Madura pada malam...

Viral Penggeledahan Warung Madura, Bea Cukai Tegal Tegaskan Tak Ada Pungli

Viral Penggeledahan Warung Madura, Bea Cukai Tegal Tegaskan Tak Ada Pungli

by teguh
Mei 9, 2026

Video penggeledahan Warung Madura viral di media sosial dan langsung memicu sorotan publik. Dalam video berdurasi 22 detik itu, pemilik...

Next Post
Tradisi Jadi Ancaman: Ledakan Petasan Lukai Warga di Tiga Wilayah Jawa Tengah

Tradisi Jadi Ancaman: Ledakan Petasan Lukai Warga di Tiga Wilayah Jawa Tengah

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id