Tabooo.id: Global – Serangan militer Israel kembali mengguncang Gaza saat gencatan senjata masih diklaim berlaku. Serangan ini memicu kritik global dan memperdalam krisis kemanusiaan di lapangan. Pasukan Israel menyerang beberapa wilayah Gaza, Minggu (15/2/2026) siang. Serangan ini menewaskan warga sipil dan merusak fasilitas sipil.
Laporan langsung menyebut sedikitnya sembilan hingga sepuluh warga Palestina tewas dalam serangan terbaru. Data itu muncul dalam laporan live update media internasional. Serangan juga menghantam kawasan permukiman dan wilayah padat pengungsi. Ledakan terjadi di beberapa titik kota. Banyak korban mengalami luka berat.
Militer Israel menyebut operasi mereka sebagai respons ancaman keamanan. Namun laporan lapangan menunjukkan serangan masih terjadi hampir setiap hari sejak gencatan senjata diumumkan.
Korban Sipil Terus Bertambah
Serangan terbaru meningkatkan risiko bagi warga sipil. Banyak keluarga tinggal di tenda darurat atau bangunan rusak. Serangan sebelumnya bahkan menghantam tenda pengungsi dan sekolah perlindungan sipil. Serangan seperti ini sering menimbulkan korban anak-anak dan perempuan.
Beberapa rumah sakit di Gaza terus menerima korban luka dan jenazah. Fasilitas medis bekerja dalam kondisi terbatas akibat kerusakan infrastruktur. Serangan juga terjadi di wilayah selatan Lebanon. Israel mengklaim serangan menargetkan gudang senjata milik Hizbullah.
Jika konflik meluas, ketegangan regional bisa meningkat. Banyak analis menilai risiko perang terbuka di kawasan masih tinggi.
Tekanan Dunia Internasional dan Biaya Rekonstruksi
Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan rekonstruksi Gaza membutuhkan puluhan miliar dolar. Kerusakan bangunan, jalan, dan rumah sakit terjadi di hampir seluruh wilayah.
Sementara itu, media global seperti Al Jazeera terus melaporkan pelanggaran gencatan senjata dan dampaknya pada warga sipil. Konflik ini paling menghantam warga biasa. Banyak anak kehilangan sekolah. Banyak keluarga kehilangan rumah dan pekerjaan.
Bantuan kemanusiaan juga sering terhambat masuk ke wilayah konflik. Kondisi ini membuat krisis pangan dan kesehatan semakin berat. Gencatan senjata seharusnya menghentikan perang. Namun di Gaza, gencatan sering hanya memperlambat kekerasan.
Jika senjata terus berbicara, maka damai hanya akan menjadi janji yang tertulis di dokumen, bukan kenyataan di lapangan. @dimas




