Minggu, Juni 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dari Wali Kota ke Perumda: Seberapa Dalam Lubang Kasus Ini?

by eko
Mei 11, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Kasus korupsi di Madiun belum selesai justru mulai membuka lapisan baru.
Setelah itu, perhatian publik tak lagi hanya tertuju pada wali kota.
Kini, badan usaha milik daerah ikut masuk pemeriksaan dan pertanyaannya makin besar: ini ujung kasus, atau justru awal dari jaringan yang lebih dalam?

Tabooo.id: Nasional – Kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, belum berhenti. Sebaliknya, lingkaran di sekitarnya mulai melebar dan kini mengarah ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) memanggil Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha Kota Madiun, Sutrisno, sebagai saksi. KPK menggelar pemeriksaan di Gedung Merah Putih, Jumat (24/4/2026).

“Pemeriksaan atas nama STO selaku Dirut Perumda Aneka Usaha,” ujar juru bicara KPK, Budi Prasetyo.

Selain itu, KPK juga memanggil seorang pegawai Perumda berinisial ISW. Dengan begitu, penyidik mulai memperluas arah penyelidikan, tidak lagi berhenti di lingkar inti kekuasaan.

OTT yang Jadi Titik Awal

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) pada 19 Januari 2026. Saat itu, penyidik KPK mengamankan Maidi karena dugaan imbalan proyek dan pengelolaan dana CSR.

Ini Belum Selesai

77 Ribu Calon Siswa Belum Tertampung Sekolah Negeri Jabar Cari Solusi

Kirab Pusaka di Tengah Dualisme: Tradisi atau Legitimasi?

Keesokan harinya, KPK langsung menetapkan tiga tersangka:

  • Maidi
  • Rochim Ruhdiyanto
  • Thariq Megah

Selanjutnya, KPK membagi kasus ini ke dalam dua klaster: pemerasan terkait proyek dan CSR, serta gratifikasi di lingkungan Pemkot Madiun.

BUMD Masuk Peta

Masuknya Perumda dalam pemeriksaan membuka kemungkinan baru. Artinya, aliran dana dan relasi proyek bisa menjangkau lebih banyak pihak.

BUMD bukan sekadar badan usaha. Di satu sisi, ia melayani publik. Namun di sisi lain, ia menjalankan logika bisnis. Karena itu, batas antara kepentingan publik dan kepentingan proyek sering kali kabur.

Akibatnya, ketika pejabat terseret kasus, entitas seperti ini ikut terseret dalam pemeriksaan. Lalu, publik mulai melihat pola: satu simpul terbuka, simpul lain ikut menyusul.

Dampaknya Buat Kamu

Ini bukan sekadar kasus elite. Lebih dari itu, ini soal uang publik, proyek kota, dan layanan yang seharusnya kembali ke masyarakat.

Ketika korupsi terjadi, dampaknya langsung terasa. Mulai dari pembangunan yang melambat, hingga layanan publik yang menurun. Pada akhirnya, kepercayaan masyarakat ikut terkikis.

Yang Terlihat vs Yang Tersembunyi

Ini bukan sekadar OTT.
Melainkan, pola lama yang terus berulang di mana proyek, kekuasaan, dan kedekatan berjalan di jalur yang sama.

Dan sekarang, jalur itu mulai terlihat satu per satu

Tags: Korupsi MadiunKPKkpk Kota MadiunOTT KPK

Kamu Melewatkan Ini

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

by dimas
Juni 6, 2026

KPK menyita mobil sport, Harley, perhiasan, dan valas dari rumah Silmy Karim. Penyidik menelusuri dugaan korupsi izin tinggal WNA senilai...

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Ketika Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite?

by teguh
Mei 29, 2026

Rel kereta seharusnya membawa orang sampai tujuan. Namun dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)...

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

by teguh
Mei 28, 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memburu dugaan aliran uang dalam kasus korupsi proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian...

Next Post
Hardiknas 2026 Libur atau Tidak? Cek Status Tanggal 2 Mei

Hardiknas 2026 Libur atau Tidak? Cek Status Tanggal 2 Mei

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id