Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dari Wali Kota ke Perumda: Seberapa Dalam Lubang Kasus Ini?

by eko
Mei 11, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Kasus korupsi di Madiun belum selesai justru mulai membuka lapisan baru.
Setelah itu, perhatian publik tak lagi hanya tertuju pada wali kota.
Kini, badan usaha milik daerah ikut masuk pemeriksaan dan pertanyaannya makin besar: ini ujung kasus, atau justru awal dari jaringan yang lebih dalam?

Tabooo.id: Nasional – Kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, belum berhenti. Sebaliknya, lingkaran di sekitarnya mulai melebar dan kini mengarah ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) memanggil Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha Kota Madiun, Sutrisno, sebagai saksi. KPK menggelar pemeriksaan di Gedung Merah Putih, Jumat (24/4/2026).

“Pemeriksaan atas nama STO selaku Dirut Perumda Aneka Usaha,” ujar juru bicara KPK, Budi Prasetyo.

Selain itu, KPK juga memanggil seorang pegawai Perumda berinisial ISW. Dengan begitu, penyidik mulai memperluas arah penyelidikan, tidak lagi berhenti di lingkar inti kekuasaan.

OTT yang Jadi Titik Awal

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) pada 19 Januari 2026. Saat itu, penyidik KPK mengamankan Maidi karena dugaan imbalan proyek dan pengelolaan dana CSR.

Ini Belum Selesai

Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi, Ada Apa?

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Kabel PT Sangsaka di Bantul

Keesokan harinya, KPK langsung menetapkan tiga tersangka:

  • Maidi
  • Rochim Ruhdiyanto
  • Thariq Megah

Selanjutnya, KPK membagi kasus ini ke dalam dua klaster: pemerasan terkait proyek dan CSR, serta gratifikasi di lingkungan Pemkot Madiun.

BUMD Masuk Peta

Masuknya Perumda dalam pemeriksaan membuka kemungkinan baru. Artinya, aliran dana dan relasi proyek bisa menjangkau lebih banyak pihak.

BUMD bukan sekadar badan usaha. Di satu sisi, ia melayani publik. Namun di sisi lain, ia menjalankan logika bisnis. Karena itu, batas antara kepentingan publik dan kepentingan proyek sering kali kabur.

Akibatnya, ketika pejabat terseret kasus, entitas seperti ini ikut terseret dalam pemeriksaan. Lalu, publik mulai melihat pola: satu simpul terbuka, simpul lain ikut menyusul.

Dampaknya Buat Kamu

Ini bukan sekadar kasus elite. Lebih dari itu, ini soal uang publik, proyek kota, dan layanan yang seharusnya kembali ke masyarakat.

Ketika korupsi terjadi, dampaknya langsung terasa. Mulai dari pembangunan yang melambat, hingga layanan publik yang menurun. Pada akhirnya, kepercayaan masyarakat ikut terkikis.

Yang Terlihat vs Yang Tersembunyi

Ini bukan sekadar OTT.
Melainkan, pola lama yang terus berulang di mana proyek, kekuasaan, dan kedekatan berjalan di jalur yang sama.

Dan sekarang, jalur itu mulai terlihat satu per satu

Tags: Korupsi MadiunKPKkpk Kota MadiunOTT KPK

Kamu Melewatkan Ini

OTT ATR/BPN: Bayangan Kekuasaan di Balik Sertifikat Tanah

OTT ATR/BPN: Bayangan Kekuasaan di Balik Sertifikat Tanah

by dimas
September 17, 2026

OTT ATR/BPN mengungkap dugaan jalur informal dalam pengurusan sertifikat tanah, melibatkan pejabat, perantara, dan orang berpengaruh. Tabooo.id - Uang Rp106,3...

Suap HGB Terbongkar, Sistem Pertanahan Jadi Sorotan

Suap HGB Terbongkar, Sistem Pertanahan Jadi Sorotan

by dimas
September 16, 2026

Suap HGB terbongkar lewat OTT KPK di ATR/BPN. Kasus ini kembali menyoroti celah layanan, tata kelola, dan pengawasan pertanahan. Tabooo.id...

KPK Bongkar Dugaan Suap HGB: Urusan Tanah Berujung Koper Uang

KPK Bongkar Dugaan Suap HGB: Urusan Tanah Berujung Koper Uang

by dimas
September 16, 2026

KPK bongkar dugaan suap pengurusan HGB di ATR/BPN. Delapan tersangka dan barang bukti Rp106,3 miliar mengungkap jejak transaksi urusan tanah....

Next Post
Hardiknas 2026 Libur atau Tidak? Cek Status Tanggal 2 Mei

Hardiknas 2026 Libur atau Tidak? Cek Status Tanggal 2 Mei

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id