Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dari Sampah Jadi Kostum, Cara Joyotakan Merayakan Kemerdekaan

by eko
Agustus 31, 2026
in Vibes
A A
Home Vibes
Share on Facebook
Share on Twitter
Karnaval Budaya di Joyotakan tampil dengan kostum daur ulang. Warga membawa pesan pengolahan sampah dalam perayaan HUT RI ke-81.

Tabooo.id – Jalanan Joyotakan berubah menjadi panggung budaya.

Warga dari enam RW dan 33 RT tampil dengan kostum beragam. Mereka berjalan dari SD Mijipinilahan dan kembali finis di lokasi yang sama.

Namun, ada yang berbeda dalam karnaval tahun ini. Sampah ikut naik panggung.

Kelurahan Joyotakan menggelar karnaval budaya untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Tahun ini, warga mengangkat tema pengolahan sampah sesuai program Pemerintah Kota Solo.

Saat Sampah Berubah Menjadi Kostum

Warga menghadirkan beragam kostum dalam karnaval tersebut.

Ini Belum Selesai

Dari Kelapa ke Sawit: Siapa yang Mengubah Isi Wajan Kita?

Silat Panglipur: Sejarah, Filosofi dan Warisan Abah Aleh

Ada kostum berbentuk tempat sampah. Ada juga kreasi dari bahan daur ulang.

Benda yang biasanya berakhir di tempat sampah kini justru menarik perhatian di tengah jalan. Warga mengubah barang bekas menjadi bagian dari perayaan.

Tema itu terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sampah ada di rumah. Sampah juga ada di jalan. Persoalannya bukan sekadar membuang, tetapi bagaimana warga mengelolanya.

Lurah Joyotakan Bambang Kristianto mengatakan karnaval menjadi puncak rangkaian perayaan HUT RI ke-81.

“Setelah kemarin ada perlombaan, ada tirakatan ini puncaknya adalah karnaval budaya,” ujar Bambang saat ditemui Tabooo.id di sela-sela acara.

Warga Membawa Pesan Lewat Kostum

Bambang melihat antusiasme warga dalam mengangkat tema pengolahan sampah.

“Pada momen ini warga sangat antusias mendandani diri dengan kostum dari bahan daur ulang,” katanya.

Kreativitas warga membuat pesan lingkungan terasa lebih ringan.

Mereka tidak hanya membicarakan sampah. Mereka juga mengubah sampah menjadi bagian dari cerita visual.

Bambang menyebut pengolahan sampah kini menjadi tema yang ikut menggema di Solo.

Joyotakan pun sudah menjalankan pengelolaan sampah. Warga mulai memilah dan mengolah sampah di lingkungannya.

“Alhamdulilah sesuai dengan tema kali ini di Kelurahan Joyotakan sudah melaksanakan pengelolaan sampah mulai dari memilah dan mengolah sampah,” terangnya.

Karnaval Bukan Sekadar Ramai-Ramai

Panitia juga menyiapkan penghargaan untuk kostum terbaik.

Penilaian akan mengacu pada tema pengolahan sampah yang mereka angkat tahun ini.

Selain karnaval, warga menikmati panggung gembira dan hiburan. Panitia juga membagikan door prize untuk menambah semarak acara.

Semua unsur itu membuat suasana semakin hidup.

Namun, ada pesan yang lebih penting di balik keramaian tersebut.

Bambang berharap karnaval tidak berhenti sebagai acara tahunan.

“Kegiatan ini bukan hanya seremonial saja, kedepannya bisa dilaksanakan secara periodik dengan tema-tema yang bisa diangkat oleh masyarakat dan semoga bisa lebih semarak lagi,” harapnya.

Ketika Budaya Ikut Bicara Soal Sampah

Karnaval Joyotakan menunjukkan cara sederhana warga menyampaikan pesan lingkungan.

Mereka tidak membutuhkan panggung besar untuk membicarakan sampah. Mereka cukup membawa kreativitas, kostum, dan semangat bersama.

Di sini, budaya bertemu dengan persoalan sehari-hari.

Karnaval tidak hanya menjadi ruang untuk merayakan kemerdekaan. Warga juga menjadikannya ruang untuk mengingatkan pentingnya mengelola sampah.

Ini bukan sekadar karnaval.

Ini cara warga mengubah persoalan sehari-hari menjadi pesan yang bisa dilihat bersama.

Sebab ketika kostum kembali masuk lemari dan musik berhenti, sampah tetap menunggu di kehidupan sehari-hari.

Pertanyaannya sederhana: setelah karnaval selesai, apakah kebiasaan mengelola sampah juga terus berjalan?@eko

Tags: Daur ulangJoyotakanKarnaval BudayaKelurahan JoyotakanSampah

Kamu Melewatkan Ini

Karnaval Joyotakan Bawa Pesan Antikorupsi

Karnaval Joyotakan Bawa Pesan Antikorupsi

by eko
Agustus 31, 2026

Karnaval Joyotakan membawa pesan antikorupsi lewat tema koruptor. RT 1 RW 1 berharap penanganan korupsi berjalan transparan. Tabooo.id: Surakarta -...

Karnaval Joyotakan: Ketika Pengolahan Sampah Jadi Pesan

Karnaval Joyotakan: Ketika Pengolahan Sampah Jadi Pesan

by eko
Agustus 31, 2026

Karnaval Joyotakan HUT RI ke-81 mengangkat tema pengolahan sampah. Warga tampil dengan kostum berbahan daur ulang. Tabooo.id - Warga Kelurahan...

Ratusan Siswa Tarakanita Ramaikan Karnaval Merdeka

Ratusan Siswa Tarakanita Ramaikan Karnaval Merdeka

by eko
Agustus 21, 2026

Ratusan siswa SD dan SMP Tarakanita Solo Baru menggelar karnaval HUT RI ke-81 dengan pakaian adat dan semangat nasionalisme. Tabooo.id:...

Next Post
Di Depan Monumen Pers, Koran Masih Punya Pembaca

Di Depan Monumen Pers, Koran Masih Punya Pembaca

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id