Rabu, September 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Karnaval Joyotakan: Ketika Pengolahan Sampah Jadi Pesan

by eko
Agustus 31, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Karnaval Joyotakan HUT RI ke-81 mengangkat tema pengolahan sampah. Warga tampil dengan kostum berbahan daur ulang.

Tabooo.id – Warga Kelurahan Joyotakan, Solo, menggelar karnaval budaya untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Tahun ini, warga membawa tema pengolahan sampah lewat beragam kostum kreatif.

Karnaval tersebut melibatkan warga dari enam RW dan 33 RT. Peserta memulai rute dari SD Mijipinilahan dan kembali finis di lokasi yang sama.

Beragam kostum menarik muncul dalam karnaval. Warga menampilkan kostum berbentuk tempat sampah hingga kreasi dari bahan daur ulang.

Warga Angkat Tema Pengolahan Sampah

Kelurahan Joyotakan memilih tema pengolahan sampah dalam karnaval tahun ini. Tema tersebut mengikuti program Pemerintah Kota Solo terkait pengelolaan sampah.

Lurah Joyotakan Bambang Kristianto mengatakan karnaval menjadi puncak rangkaian acara HUT RI ke-81.

Ini Belum Selesai

Warung Mi dan Babi Sukoharjo Dibakar, 12 Saksi Diperiksa Polisi

TPNPB Klaim Tembak Sopir di Wamena-Nduga: Jalur Publik Jadi Zona Ancaman

“Setelah kemarin ada perlombaan, ada tirakatan ini puncaknya adalah karnaval budaya,” ujar Bambang saat ditemui Tabooo.id di sela-sela acara, Minggu (30/1/2026).

Menurut Bambang, tema tahun ini berbeda dari karnaval sebelumnya. Warga menunjukkan antusiasme melalui kostum berbahan daur ulang.

“Pada momen ini warga sangat antusias mendandani diri dengan kostum dari bahan daur ulang,” katanya.

Joyotakan Mulai Kelola Sampah

Bambang mengatakan pengolahan sampah menjadi tema yang mulai mendapat perhatian di Solo.

Joyotakan juga sudah menjalankan pengelolaan sampah di lingkungan kelurahan. Warga mulai memilah dan mengolah sampah.

“Alhamdulilah sesuai dengan tema kali ini di Kelurahan Joyotakan sudah melaksanakan pengelolaan sampah mulai dari memilah dan mengolah sampah,” terangnya.

Melalui karnaval, warga tidak hanya menampilkan kreativitas. Mereka juga membawa pesan tentang pengelolaan sampah ke ruang publik.

Panitia kemudian menyiapkan penghargaan untuk kostum terbaik. Penilaian tersebut mengacu pada tema pengolahan sampah yang mereka angkat tahun ini.

Lurah Ingin Kegiatan Terus Berjalan

Selain karnaval, panitia menghadirkan panggung gembira, hiburan, dan pembagian door prize. Berbagai kegiatan itu menambah semarak perayaan HUT RI di Joyotakan.

Namun, Bambang berharap karnaval tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

“Kegiatan ini bukan hanya seremonial saja, kedepannya bisa dilaksanakan secara periodik dengan tema-tema yang bisa diangkat oleh masyarakat dan semoga bisa lebih semarak lagi,” harapnya.

Karnaval Joyotakan akhirnya membawa dua pesan sekaligus. Warga merayakan kemerdekaan, sekaligus mengajak lingkungan sekitar lebih peduli pada pengelolaan sampah.

Karnaval selesai, tetapi pengelolaan sampah tetap menjadi pekerjaan warga setiap hari.@eko

Tags: JoyotakanKarnavalKarnaval BudayaPengolahan SampahSolo

Kamu Melewatkan Ini

Doa dan Lilin Jurnalis Solo untuk 5 Rekan Hilang di Anak Krakatau

Doa dan Lilin Jurnalis Solo untuk 5 Rekan Hilang di Anak Krakatau

by dimas
September 15, 2026

Jurnalis Solo menggelar doa dan menyalakan lilin untuk lima rekan yang hilang saat perjalanan menuju kawasan Anak Krakatau. Tabooo.id: Surakarta...

1.750 Pesilat Berlaga di Piala Panglima TNI Solo

1.750 Pesilat Berlaga di Piala Panglima TNI Solo

by eko
September 11, 2026

1.750 pesilat mengikuti Open Turnamen Pencak Silat Piala Panglima TNI di Solo, lengkap dengan coaching clinic dan door prize sepeda...

Solo Bidik Peluang Kerja dan Belajar di Selandia Baru

Solo Bidik Peluang Kerja dan Belajar di Selandia Baru

by eko
September 10, 2026

Solo menjajaki kerja sama dengan Selandia Baru di bidang tenaga kerja, pendidikan, dan pertanian. Ada peluang belajar dan transfer pengalaman....

Next Post
Koran Kalah Cepat dari HP, Tapi Benarkah Kalah Penting?

Koran Kalah Cepat dari HP, Tapi Benarkah Kalah Penting?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id