Karnaval Joyotakan HUT RI ke-81 mengangkat tema pengolahan sampah. Warga tampil dengan kostum berbahan daur ulang.
Tabooo.id – Warga Kelurahan Joyotakan, Solo, menggelar karnaval budaya untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Tahun ini, warga membawa tema pengolahan sampah lewat beragam kostum kreatif.
Karnaval tersebut melibatkan warga dari enam RW dan 33 RT. Peserta memulai rute dari SD Mijipinilahan dan kembali finis di lokasi yang sama.
Beragam kostum menarik muncul dalam karnaval. Warga menampilkan kostum berbentuk tempat sampah hingga kreasi dari bahan daur ulang.
Warga Angkat Tema Pengolahan Sampah
Kelurahan Joyotakan memilih tema pengolahan sampah dalam karnaval tahun ini. Tema tersebut mengikuti program Pemerintah Kota Solo terkait pengelolaan sampah.
Lurah Joyotakan Bambang Kristianto mengatakan karnaval menjadi puncak rangkaian acara HUT RI ke-81.
“Setelah kemarin ada perlombaan, ada tirakatan ini puncaknya adalah karnaval budaya,” ujar Bambang saat ditemui Tabooo.id di sela-sela acara, Minggu (30/1/2026).
Menurut Bambang, tema tahun ini berbeda dari karnaval sebelumnya. Warga menunjukkan antusiasme melalui kostum berbahan daur ulang.
“Pada momen ini warga sangat antusias mendandani diri dengan kostum dari bahan daur ulang,” katanya.
Joyotakan Mulai Kelola Sampah
Bambang mengatakan pengolahan sampah menjadi tema yang mulai mendapat perhatian di Solo.
Joyotakan juga sudah menjalankan pengelolaan sampah di lingkungan kelurahan. Warga mulai memilah dan mengolah sampah.
“Alhamdulilah sesuai dengan tema kali ini di Kelurahan Joyotakan sudah melaksanakan pengelolaan sampah mulai dari memilah dan mengolah sampah,” terangnya.
Melalui karnaval, warga tidak hanya menampilkan kreativitas. Mereka juga membawa pesan tentang pengelolaan sampah ke ruang publik.
Panitia kemudian menyiapkan penghargaan untuk kostum terbaik. Penilaian tersebut mengacu pada tema pengolahan sampah yang mereka angkat tahun ini.
Lurah Ingin Kegiatan Terus Berjalan
Selain karnaval, panitia menghadirkan panggung gembira, hiburan, dan pembagian door prize. Berbagai kegiatan itu menambah semarak perayaan HUT RI di Joyotakan.
Namun, Bambang berharap karnaval tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
“Kegiatan ini bukan hanya seremonial saja, kedepannya bisa dilaksanakan secara periodik dengan tema-tema yang bisa diangkat oleh masyarakat dan semoga bisa lebih semarak lagi,” harapnya.
Karnaval Joyotakan akhirnya membawa dua pesan sekaligus. Warga merayakan kemerdekaan, sekaligus mengajak lingkungan sekitar lebih peduli pada pengelolaan sampah.
Karnaval selesai, tetapi pengelolaan sampah tetap menjadi pekerjaan warga setiap hari.@eko








