Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dari Rusia ke Aceh Tamiang, Prabowo Sapa Warga Pascabencana

by dimas
Desember 13, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden Prabowo Subianto akhirnya menginjakkan kaki di Aceh Tamiang, Jumat (12/12/2025). Kabupaten di ujung timur Aceh itu sebelumnya sempat terisolasi setelah banjir bandang memutus akses jalan, merendam rumah warga, dan melumpuhkan aktivitas harian masyarakat. Kunjungan ini tidak berdiri sebagai agenda seremonial belaka. Prabowo datang membawa pesan tegas: negara harus hadir secara nyata saat warganya terpuruk oleh bencana.

Helikopter yang membawa Presiden mendarat di Lapangan Sepak Bola Bima Patra Bukit Rata usai lepas landas dari Pangkalan TNI AU Soewondo, Medan. Sejak dari udara, bekas terjangan banjir bandang terlihat jelas. Lumpur masih menempel di badan jalan, pepohonan mengering, dan sisa material banjir belum sepenuhnya tersingkir. Pemandangan itu terus berlanjut hingga rombongan menyentuh darat.

Dari helipad, Prabowo langsung bergerak menuju posko pengungsian di kawasan Jembatan Aceh Tamiang. Sepanjang perjalanan, ia menyaksikan langsung bagaimana bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memutus ritme hidup warga yang bergantung pada akses jalan dan aktivitas ekonomi harian.

“Saya datang sesuai janji saya. Waktu itu Tamiang masih terputus. Sekarang sudah tembus. Saya janji mau nengok,” ujar Prabowo di hadapan warga.

Suasana Hangat di Tengah Pengungsian

Sesampainya di posko pengungsian, suasana yang semula tegang berubah lebih hangat. Anak-anak menyambut Presiden dengan nyanyian sederhana, “Selamat datang, Bapak.” Prabowo membalasnya dengan senyum, lalu melangkah ke posko kesehatan yang melayani warga terdampak.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Ia menyapa warga satu per satu, mendengarkan keluhan kesehatan mereka, dan mendoakan agar segera pulih. Prabowo juga berdialog langsung dengan tenaga medis yang bertugas di lapangan, menggali kebutuhan serta kendala yang mereka hadapi selama masa tanggap darurat.

Momen ini memperlihatkan pesan penting: penanganan pascabencana tidak berhenti pada distribusi bantuan, tetapi juga menyentuh dimensi psikologis dan kepercayaan publik terhadap negara.

Lumpur di Rumah, Luka di Kehidupan

Usai dari posko kesehatan, Prabowo meninjau permukiman warga di bawah jembatan lokasi yang mengalami kerusakan paling parah. Lumpur tebal menutup lantai rumah, potongan kayu tersangkut di dinding, dan perabot rumah tangga berserakan tanpa bentuk. Jejak banjir bandang masih membekas kuat, seolah waktu berhenti di hari bencana datang.

Bagi warga, musibah ini bukan sekadar kehilangan harta benda. Banyak dari mereka kehilangan rasa aman, sumber penghasilan, dan kepastian tentang masa depan. Negara memang hadir, tetapi proses pemulihan akan berjalan panjang dan melelahkan.

Di tenda pengungsian, anak-anak kembali mengerumuni Presiden. Prabowo membalas sambutan itu dengan memeluk, menggendong, bahkan mencium kening mereka. Warga pun mengucapkan terima kasih sebelum Presiden meninggalkan lokasi.

Gestur itu mungkin terlihat simbolik. Namun bagi warga yang hidup dalam keterbatasan, perhatian semacam ini sering menjadi penguat mental di tengah ketidakpastian.

Kota Berdebu dan Beban Pascabencana

Tak hanya kawasan pengungsian, Presiden juga memperhatikan kondisi kota di sekitar wilayah terdampak. Lumpur yang mengering berubah menjadi debu dan menempel di rumah, kendaraan, serta jalan utama. Aktivitas ekonomi warga melambat, sementara kebutuhan hidup justru meningkat.

Di titik ini, garis siapa yang paling dirugikan terlihat jelas. Warga kecil menanggung dampak terberat: rumah rusak, pekerjaan terganggu, dan masa depan yang belum pasti. Di sisi lain, negara memperoleh panggung untuk menunjukkan kepemimpinan dan empati—modal politik yang nilainya tidak kecil.

Sorotan Nasional dan Ujian Janji Pemulihan

Dalam kunjungan ini, Prabowo didampingi jajaran lengkap Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Suharyanto, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, serta Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi. Kehadiran rombongan besar menegaskan bahwa Aceh Tamiang kini berada dalam sorotan nasional.

Namun, seperti banyak bencana sebelumnya, kunjungan pejabat tinggi baru menjadi langkah awal. Ujian sesungguhnya justru dimulai setelah kamera dimatikan dan rombongan kembali pulang.

Bagi warga Aceh Tamiang, yang mereka butuhkan bukan hanya janji dan pelukan, melainkan pemulihan yang nyata dan berkelanjutan. Negara boleh datang dengan helikopter, tetapi harapan rakyat sederhana: bantuan jangan ikut terbang pergi terlalu cepat. @dimas

Tags: Banjir BandangBencana AlamKemanusiaanNegara HadirPemulihan BencanaPrabowo Subianto

Kamu Melewatkan Ini

Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak Miskin: Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan?

Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak Miskin: Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan?

by teguh
Mei 13, 2026

Di banyak sudut Nusa Tenggara Timur (NTT), sekolah tidak selalu terasa dekat dengan mimpi. Bagi sebagian anak, ruang kelas justru...

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

by teguh
Mei 12, 2026

Bagi banyak keluarga miskin, sekolah sering terasa seperti mimpi mahal. Namun, Sekolah Rakyat di Kota Kupang mulai membuka pintu baru...

Erupsi Gunung Dukono Tewaskan 3 Pendaki: Kebetulan atau Risiko yang Diabaikan?

Erupsi Gunung Dukono Tewaskan 3 Pendaki: Kebetulan atau Risiko yang Diabaikan?

by dimas
Mei 8, 2026

Erupsi Gunung Dukono yang menelan korban jiwa, termasuk dua warga negara Singapura, kembali membuka pertanyaan lama tentang kesiapsiagaan manusia dalam...

Next Post
Uap Hangat di Pagi Hari: Tren Sarapan Sehat yang Tumbuh Diam-Diam

Uap Hangat di Pagi Hari: Tren Sarapan Sehat yang Tumbuh Diam-Diam

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id