Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dari Konflik Agraria ke Lorong Suap: OTT KPK di Pengadilan Negeri Depok

by dimas
Februari 6, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali bergeliat, Jumat (6/2/2026). Penyidik KPK menggiring tujuh orang hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Depok, Jawa Barat. Di antara mereka, tiga nama langsung menyita perhatian publik Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok I Wayan Eka Mariarta, Wakil Ketua PN Bambang Setyawan, serta seorang juru sita.

Sejak awal, KPK menegaskan bahwa operasi ini tidak berdiri sendiri. OTT tersebut berkait langsung dengan sengketa lahan antara PT Karabha Digdaya (KRB) dan warga. Sengketa yang seharusnya diselesaikan melalui argumentasi hukum, justru diduga melenceng ke jalur transaksi.

Sengketa Lahan yang Membuka Pintu Dugaan Suap

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa perkara bermula dari konflik antara PT KRB dan masyarakat terkait penguasaan lahan. PT KRB berada dalam ekosistem Kementerian Keuangan dan bergerak di bidang pengelolaan aset negara, termasuk aset bermasalah.

Ketika sengketa itu masuk ke PN Depok, KPK menduga muncul upaya memengaruhi proses persidangan. Karena itu, penyidik menelusuri dugaan pemberian uang dari pihak swasta kepada aparat penegak hukum.

Dengan kata lain, konflik agraria yang semestinya berpijak pada keadilan hukum justru berubah menjadi ruang tawar-menawar kepentingan.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Siapa Saja yang Ditangkap KPK

Dalam OTT ini, KPK mengamankan tujuh orang. Tiga berasal dari internal PN Depok, sementara empat lainnya datang dari pihak swasta yang berafiliasi dengan PT Karabha Digdaya, termasuk seorang direktur utama.

Selain itu, KPK menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah sebagai barang bukti. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan jumlah tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa operasi ini memang menyasar hakim PN Depok.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan adanya aliran dana dari pihak swasta kepada aparat penegak hukum. Pernyataan ini semakin menguatkan dugaan bahwa uang tersebut berkaitan dengan upaya pengondisian perkara.

Tamparan Keras bagi Wajah Peradilan

Kasus ini kembali memukul citra lembaga peradilan. Pemerintah selama ini gencar mengampanyekan reformasi birokrasi, bahkan menaikkan gaji hakim. Namun, realitas di lapangan justru menunjukkan bahwa praktik suap tetap menemukan celah.

Akibatnya, kepercayaan publik kembali tergerus. Masyarakat pun mulai mempertanyakan integritas putusan pengadilan, terutama dalam perkara yang melibatkan kepentingan ekonomi besar.

Warga, Pihak yang Paling Rentan

Di balik hiruk-pikuk OTT, warga yang bersengketa lahan menanggung dampak paling nyata. Mereka datang ke pengadilan dengan harapan memperoleh keadilan. Namun, dugaan praktik suap membuat harapan itu terasa rapuh.

Ketika hukum bisa dibeli, posisi warga terutama yang berhadapan dengan korporasi semakin terdesak. Pada titik ini, pengadilan tak lagi tampak sebagai benteng perlindungan, melainkan arena pertarungan modal.

Menanti Kelanjutan Pengusutan

KPK menyatakan masih memeriksa seluruh pihak secara intensif. Lembaga antirasuah itu juga berjanji menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik.

Kini, publik menunggu lebih dari sekadar penetapan tersangka. Masyarakat berharap KPK mampu membongkar pola dan jaringan di balik praktik ini.

Sebab, jika meja hijau terus berubah menjadi meja transaksi, maka yang runtuh bukan hanya karier segelintir pejabat melainkan juga keyakinan bangsa terhadap makna keadilan. @dimas

Tags: DepokHakimKeadilanKorupsi di IndonesiaKPKKriminal & HukumottPeradilanPNReformasisuap

Kamu Melewatkan Ini

Dana Karhutla Ikut Dikorupsi, KPK Telusuri Pengadaan HT BNPB

Dana Karhutla Ikut Dikorupsi, KPK Telusuri Pengadaan HT BNPB

by dimas
Oktober 16, 2026

Dana karhutla diduga ikut dikorupsi dalam perkara Dana Siap Pakai BNPB. KPK menelusuri pengadaan alat komunikasi HT untuk penanganan kebakaran...

Dana Darurat, Dugaan Suap dan Sitaan Rp5,47 Miliar di BNPB

Dana Darurat, Dugaan Suap dan Sitaan Rp5,47 Miliar di BNPB

by dimas
Oktober 16, 2026

KPK menyita aset Rp5,47 miliar dalam kasus dugaan korupsi pengadaan BNPB. Lima tersangka terseret dugaan suap dan konflik kepentingan. Tabooo.id...

OTT Bupati Klaten: KPK Tetapkan Tersangka, Rp1,9 Miliar Jadi Barang Bukti

OTT Bupati Klaten: KPK Tetapkan Tersangka, Rp1,9 Miliar Jadi Barang Bukti

by teguh
Oktober 16, 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meningkatkan penanganan kasus operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo ke tahap penyidikan....

Next Post
Parluh PSHT 2026: Meneguhkan Jati Diri dan Memperkuat Nasionalisme

Parluh PSHT 2026: Meneguhkan Jati Diri dan Memperkuat Nasionalisme

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id