Selasa, Juni 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dari Konflik Agraria ke Lorong Suap: OTT KPK di Pengadilan Negeri Depok

by dimas
Februari 6, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali bergeliat, Jumat (6/2/2026). Penyidik KPK menggiring tujuh orang hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Depok, Jawa Barat. Di antara mereka, tiga nama langsung menyita perhatian publik Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok I Wayan Eka Mariarta, Wakil Ketua PN Bambang Setyawan, serta seorang juru sita.

Sejak awal, KPK menegaskan bahwa operasi ini tidak berdiri sendiri. OTT tersebut berkait langsung dengan sengketa lahan antara PT Karabha Digdaya (KRB) dan warga. Sengketa yang seharusnya diselesaikan melalui argumentasi hukum, justru diduga melenceng ke jalur transaksi.

Sengketa Lahan yang Membuka Pintu Dugaan Suap

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa perkara bermula dari konflik antara PT KRB dan masyarakat terkait penguasaan lahan. PT KRB berada dalam ekosistem Kementerian Keuangan dan bergerak di bidang pengelolaan aset negara, termasuk aset bermasalah.

Ketika sengketa itu masuk ke PN Depok, KPK menduga muncul upaya memengaruhi proses persidangan. Karena itu, penyidik menelusuri dugaan pemberian uang dari pihak swasta kepada aparat penegak hukum.

Dengan kata lain, konflik agraria yang semestinya berpijak pada keadilan hukum justru berubah menjadi ruang tawar-menawar kepentingan.

Ini Belum Selesai

Danantara Libatkan KPK Sebelum Hilirisasi Dimulai, Tata Kelola Jadi Sorotan

Beras Sulit Laku, Mentan Bicara Produksi Melimpah, Pedagang Soroti Daya Beli

Siapa Saja yang Ditangkap KPK

Dalam OTT ini, KPK mengamankan tujuh orang. Tiga berasal dari internal PN Depok, sementara empat lainnya datang dari pihak swasta yang berafiliasi dengan PT Karabha Digdaya, termasuk seorang direktur utama.

Selain itu, KPK menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah sebagai barang bukti. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan jumlah tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa operasi ini memang menyasar hakim PN Depok.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan adanya aliran dana dari pihak swasta kepada aparat penegak hukum. Pernyataan ini semakin menguatkan dugaan bahwa uang tersebut berkaitan dengan upaya pengondisian perkara.

Tamparan Keras bagi Wajah Peradilan

Kasus ini kembali memukul citra lembaga peradilan. Pemerintah selama ini gencar mengampanyekan reformasi birokrasi, bahkan menaikkan gaji hakim. Namun, realitas di lapangan justru menunjukkan bahwa praktik suap tetap menemukan celah.

Akibatnya, kepercayaan publik kembali tergerus. Masyarakat pun mulai mempertanyakan integritas putusan pengadilan, terutama dalam perkara yang melibatkan kepentingan ekonomi besar.

Warga, Pihak yang Paling Rentan

Di balik hiruk-pikuk OTT, warga yang bersengketa lahan menanggung dampak paling nyata. Mereka datang ke pengadilan dengan harapan memperoleh keadilan. Namun, dugaan praktik suap membuat harapan itu terasa rapuh.

Ketika hukum bisa dibeli, posisi warga terutama yang berhadapan dengan korporasi semakin terdesak. Pada titik ini, pengadilan tak lagi tampak sebagai benteng perlindungan, melainkan arena pertarungan modal.

Menanti Kelanjutan Pengusutan

KPK menyatakan masih memeriksa seluruh pihak secara intensif. Lembaga antirasuah itu juga berjanji menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik.

Kini, publik menunggu lebih dari sekadar penetapan tersangka. Masyarakat berharap KPK mampu membongkar pola dan jaringan di balik praktik ini.

Sebab, jika meja hijau terus berubah menjadi meja transaksi, maka yang runtuh bukan hanya karier segelintir pejabat melainkan juga keyakinan bangsa terhadap makna keadilan. @dimas

Tags: DepokHakimKeadilanKorupsi di IndonesiaKPKKriminal & HukumottPeradilanPNReformasisuap

Kamu Melewatkan Ini

Danantara Libatkan KPK Sebelum Hilirisasi Dimulai, Tata Kelola Jadi Sorotan

Danantara Libatkan KPK Sebelum Hilirisasi Dimulai, Tata Kelola Jadi Sorotan

by teguh
Juni 30, 2026

Pemerintah mulai memperkuat benteng antikorupsi sebelum proyek-proyek hilirisasi bergulir. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk...

Kantata Takwa, Bento, Bongkar: Ketika Kritik Lama Bertemu Elite Masa Kini

Kantata Takwa, Bento, Bongkar: Ketika Kritik Lama Bertemu Elite Masa Kini

by teguh
Juni 21, 2026

Malam itu, Stadion Utama Gelora Bung Karno tidak hanya menjadi lokasi konser Kantata Takwa. Lebih dari seratus ribu orang memenuhi...

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

by dimas
Juni 6, 2026

KPK menyita mobil sport, Harley, perhiasan, dan valas dari rumah Silmy Karim. Penyidik menelusuri dugaan korupsi izin tinggal WNA senilai...

Next Post
Parluh PSHT 2026: Meneguhkan Jati Diri dan Memperkuat Nasionalisme

Parluh PSHT 2026: Meneguhkan Jati Diri dan Memperkuat Nasionalisme

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id