Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dari Konflik Agraria ke Lorong Suap: OTT KPK di Pengadilan Negeri Depok

by dimas
Februari 6, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali bergeliat, Jumat (6/2/2026). Penyidik KPK menggiring tujuh orang hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Depok, Jawa Barat. Di antara mereka, tiga nama langsung menyita perhatian publik Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok I Wayan Eka Mariarta, Wakil Ketua PN Bambang Setyawan, serta seorang juru sita.

Sejak awal, KPK menegaskan bahwa operasi ini tidak berdiri sendiri. OTT tersebut berkait langsung dengan sengketa lahan antara PT Karabha Digdaya (KRB) dan warga. Sengketa yang seharusnya diselesaikan melalui argumentasi hukum, justru diduga melenceng ke jalur transaksi.

Sengketa Lahan yang Membuka Pintu Dugaan Suap

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa perkara bermula dari konflik antara PT KRB dan masyarakat terkait penguasaan lahan. PT KRB berada dalam ekosistem Kementerian Keuangan dan bergerak di bidang pengelolaan aset negara, termasuk aset bermasalah.

Ketika sengketa itu masuk ke PN Depok, KPK menduga muncul upaya memengaruhi proses persidangan. Karena itu, penyidik menelusuri dugaan pemberian uang dari pihak swasta kepada aparat penegak hukum.

Dengan kata lain, konflik agraria yang semestinya berpijak pada keadilan hukum justru berubah menjadi ruang tawar-menawar kepentingan.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Siapa Saja yang Ditangkap KPK

Dalam OTT ini, KPK mengamankan tujuh orang. Tiga berasal dari internal PN Depok, sementara empat lainnya datang dari pihak swasta yang berafiliasi dengan PT Karabha Digdaya, termasuk seorang direktur utama.

Selain itu, KPK menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah sebagai barang bukti. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan jumlah tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa operasi ini memang menyasar hakim PN Depok.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan adanya aliran dana dari pihak swasta kepada aparat penegak hukum. Pernyataan ini semakin menguatkan dugaan bahwa uang tersebut berkaitan dengan upaya pengondisian perkara.

Tamparan Keras bagi Wajah Peradilan

Kasus ini kembali memukul citra lembaga peradilan. Pemerintah selama ini gencar mengampanyekan reformasi birokrasi, bahkan menaikkan gaji hakim. Namun, realitas di lapangan justru menunjukkan bahwa praktik suap tetap menemukan celah.

Akibatnya, kepercayaan publik kembali tergerus. Masyarakat pun mulai mempertanyakan integritas putusan pengadilan, terutama dalam perkara yang melibatkan kepentingan ekonomi besar.

Warga, Pihak yang Paling Rentan

Di balik hiruk-pikuk OTT, warga yang bersengketa lahan menanggung dampak paling nyata. Mereka datang ke pengadilan dengan harapan memperoleh keadilan. Namun, dugaan praktik suap membuat harapan itu terasa rapuh.

Ketika hukum bisa dibeli, posisi warga terutama yang berhadapan dengan korporasi semakin terdesak. Pada titik ini, pengadilan tak lagi tampak sebagai benteng perlindungan, melainkan arena pertarungan modal.

Menanti Kelanjutan Pengusutan

KPK menyatakan masih memeriksa seluruh pihak secara intensif. Lembaga antirasuah itu juga berjanji menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik.

Kini, publik menunggu lebih dari sekadar penetapan tersangka. Masyarakat berharap KPK mampu membongkar pola dan jaringan di balik praktik ini.

Sebab, jika meja hijau terus berubah menjadi meja transaksi, maka yang runtuh bukan hanya karier segelintir pejabat melainkan juga keyakinan bangsa terhadap makna keadilan. @dimas

Tags: DepokHakimKeadilanKorupsi di IndonesiaKPKKriminal & HukumottPeradilanPNReformasisuap

Kamu Melewatkan Ini

Masuk Kampus Ada Jalurnya. Masuk KPK Juga Ternyata Ada Jalurnya

Masuk Kampus Ada Jalurnya. Masuk KPK Juga Ternyata Ada Jalurnya

by teguh
Agustus 21, 2026

Masuk kampus punya jalur. Ada jalur prestasi, jalur tes, sampai jalur mandiri. Namun, Kamis, 20/08/2026, publik melihat jalur lain di...

OTT KPK di Unsoed, Gerbang Kampus Diduga Jadi Ruang Transaksi

OTT KPK di Unsoed, Gerbang Kampus Diduga Jadi Ruang Transaksi

by dimas
Agustus 21, 2026

KPK menangkap sejumlah pejabat Unsoed dalam OTT terkait dugaan transaksi penerimaan mahasiswa baru. Kasus ini menjadi OTT ke-19 KPK sepanjang...

Udin: Wartawan yang Dibunuh, Keadilan yang Tak Kunjung Datang

Udin: Wartawan yang Dibunuh, Keadilan yang Tak Kunjung Datang

by dimas
Agustus 14, 2026

Udin, wartawan yang tewas dianiaya pada 1996. Tiga dekade berlalu, kasus pembunuhannya belum tuntas dan keadilan masih terus dicari. Tabooo.id...

Next Post
Parluh PSHT 2026: Meneguhkan Jati Diri dan Memperkuat Nasionalisme

Parluh PSHT 2026: Meneguhkan Jati Diri dan Memperkuat Nasionalisme

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id